By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Diduga Karena Kelaparan, Video Orangutan Turun ke Jalan Raya di Kaltim Viral
HeadlineTrending

Diduga Karena Kelaparan, Video Orangutan Turun ke Jalan Raya di Kaltim Viral

akurasi 2019
Last updated: Maret 6, 2022 7:42 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Diduga karena Kelaparan, Video Orangutan Turun ke Jalan Raya di Kaltim Viral
Tangkapan layar orangutan di pinggir jalan raya Kalimantan Timur. (Twitter)
SHARE

Akurasi.id, Bengalon – Sebuah video mengenai adanya orangutan turun ke jalan raya baru-baru ini viral di media sosial Twitter. Unggahan tersebut menyebut bahwa lokasi kejadian berada di Jalan Baru arah Wahau, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Contents
  • Penjelasan BKSDA
  • Apakah orangutan tersebut kelaparan?

Pengunggah juga menduga bahwa orangutan tersebut tengah kelaparan karena habitatnya yang semakin menghilang. Posting tersebut diunggah oleh akun @EsTeh_28.

“Seekor orangutan turun ke jalan yang diduga sedang kelaparan karena habitatnya semakin menghilang akibat ulah manusia. Lokasi kejadian di Jalan Baru arah Wahau, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur,” ujar si pengunggah.

[irp]

Penggunggah diketahui juga melampirkan sebuah video yang menunjukkan orangutan berjalan di jalan raya kemudian beberapa kendaraan terlihat melintas.

Orangutan tersebut terlihat mengambil makanan yang ada di jalan raya.

Selang beberapa saat terlihat sejumlah orang memberikan makanan kepada orangutan tersebut. Hingga Selasa (1/2/2022) pagi, unggahan video tersebut telah disukai lebih dari 3.389 pengguna.

Penjelasan BKSDA

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) Ivan Yusfi Noor menjelaskan bahwa memang Daerah Sangatta-Tepian Langsat-Simpang Perdau-Bengalon-Kaliorang, dikenal sebagai habitat orangutan.

“Jadi mereka memang hidup di sana. Di dalam habitatnya, orangutan tersebut bergerak dan beraktivitas untuk mencari pakan dan juga pasangan untuk bereproduksi,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/1/2022).

Namun, Ivan mengatakan, di dalam habitat orangutan tersebut faktanya terdapat jalan raya yang melintas dan berbagai aktivitas manusia lainnya.

“Ketika jalan raya bertemu jalur pergerakannya, saat itulah kita bisa melihat orangutan di pinggir jalan, berusaha menyeberang,” ungkapnya.

[irp]

Apakah orangutan tersebut kelaparan?

Kemudian terkait apakah orangutan tersebut berarti kelaparan, Ivan menyebut hal tersebut belum tentu. “Belum tentu (kelaparan). Orangutan mempunyai daya hidup yang tinggi,” kata dia.

Sehingga menurutnya orangutan bisa bertahan hidup bahkan dari tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di permukaan tanah.

“Jadi video yang viral tersebut justru menunjukkan bahwa perilaku mereka berubah ketika manusia/pengguna jalan memberi mereka makanan sehingga orangutan bisa jadi terbiasa mencari makanan di jalan,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk tak memberi makan kepada orang utan ketika menjumpainya di jalan.

[irp]

“Jika ada situasi/laporan seperti ini, kami segera mengirimkan Tim Quick Response konflik satwa liar ke TKP untuk melakukan pengecekan dan penelitian ke lapangan untuk melihat status ‘gangguan’,” kata Ivan.

Menurutnya jika orangutan telah bergerak kembali ke dalam hutan maka tim akan membiarkannya. Namun jika ternyata orangutan tersebut sampai membahayakan dirinya maupun pengguna jalan dan merugikan masyarakat sekitar maka tim akan melakukan rescue dan translokasi ke habitat yang lebih aman.

“Kepada pengguna jalan BKSDA juga mengimbau untuk hati-hati dan waspada terhadap orangutan yang melintas menyeberangi jalan. BKSDA Kaltim telah dan akan terus memasang plang-plang peringatan kepada pengguna jalan di daerah-daerah di atas,” pungkasnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:OrangutanOrangutan KelaparanOrangutan Turun ke JalanTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Aksi Dedi Mulyadi Bonceng Motor Patwal Tanpa Helm Demi Hadiri Acara Presiden di Sentul Jadi Sorotan
HeadlinePeristiwa

Aksi Dedi Mulyadi Bonceng Motor Patwal Tanpa Helm Demi Hadiri Acara Presiden di Sentul Jadi Sorotan

By
Wili Wili
Harga Emas Antam Naik Tajam, Tembus Rp2,38 Juta per Gram pada 25 November 2025
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Naik Tajam, Tembus Rp2,38 Juta per Gram pada 25 November 2025

By
Wili Wili
Kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan, Perkuat Hubungan Diplomatik RI-Pakistan 75 Tahun
HeadlineKabar Politik

Kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan, Perkuat Hubungan Diplomatik RI-Pakistan 75 Tahun

By
Wili Wili
Dua kutim
Trending

Dua Warga Kutim Dipastikan Jalani Proses Isolasi Pengawasan Corona di Dua Rumah Sakit Berbeda di Kaltim

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?