By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Pembahasan RUU Ibu Kota Negara Dianggap Belum Tuntas, Pengamat Minta Pemerintah Tidak Tergesa-Gesa 
HeadlineTrending

Pembahasan RUU Ibu Kota Negara Dianggap Belum Tuntas, Pengamat Minta Pemerintah Tidak Tergesa-Gesa 

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 17, 2022 4:45 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Akademisi yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Harry Setya Negara. (Istimewa)
Akademisi yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Harry Setya Negara. (Istimewa)
SHARE
Akademisi yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Harry Setya Negara. (Istimewa)
Akademisi yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Harry Setya Negara. (Istimewa)

Pengesahan RUU Ibu Kota Negara disebut dilakukan secara tergesa-gesa. Sebab, masih banyak dari masyarakat yang tidak mengetahui konsep detail Ibu Kota Negara baru yang dirancang dalam RUU IKN tersebut.

Akurasi.id, Samarinda – Akademisi yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Harry Setya Negara menyoroti rencana  pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) pada Selasa, (18/1/2022) mendatang.

Menurutnya, pengesahan RUU Ibu Kota Negara tersebut dilakukan secara tergesa-gesa. Sebab, masih banyak dari masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Kalimantan Timur pada khususnya yang tidak mengetahui bagaimana konsep detail Ibu Kota Negara baru yang dirancang dalam RUU IKN tersebut.

“Tidak hanya itu, di banyak kesempatan juga masih dijumpai berbagai bentuk protes dan penolakan terhadap rencana perpindahan Ibu Kota Negara oleh karena berbagai macam alasan. Salah satunya karena ketidakjelasan konsep IKN dalam RUU IKN,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (16/1/2022).

Berikut beberapa catatan terhadap aspek Kelembagaan & Pemerintahan Khusus IKN Dalam RUU IKN:

  1. Konsep penyelenggaraan pemerintahan khusus oleh Otorita tidak dikenal dalam UUD NRI Tahun 1945. Konsep ini berpotensi menjadi konsep yang inkonstitusional sebab original intens Pasal 18B ayat (1) tidak cukup mengakomodir maksud dibentuknya otorita dengan berbagai tujuan, maksud dan konsepnya.
  2. RUU IKN memberi definisi bahwa Otorita IKN adalah lembaga pemerintah setingkat kementerian yang dibentuk untuk melakukan beberapa aktivitas, salah satunya adalah penyelenggaraan pemerintahan khusus.

Dikatakan pula, bahwa kewenangan pemerintahan khusus IKN dalam pengelolaan wilayah IKN mencakup seluruh urusan pemerintahan, kecuali urusan pemerintahan di bidang politik luar negeri, pertahanan dan keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional, dan agama. Konsep ini tidak sejalan dengan konsep urusan pemerintahan dalam sistem pemerintahan Indonesia yang berlaku saat ini. Sebagaimana diketahui bahwa urusan pemerintahan dalam sistem pemerintahan saat ini dibagi menjadi urusan pemerintahan absolut, umum, dan konkuren yang ke semuanya dilaksanakan baik oleh pemerintah pusat secara absolut, oleh presiden maupun dilaksanakan bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

  1. Kedudukan otorita IKN sebagai lembaga pemerintahan setingkat menteri pun memicu pertanyaan tentang bagaimana kemudian kedudukan kepala otorita terhadap menteri? Ketidakjelasan tersebut pada akhirnya akan menambah catatan panjang fenomena vis a vis antara jabatan kepala di daerah (kepala daerah dan kepala otorita) dan menteri dalam penyelenggaraan pemerintahan.
  2. Naskah akademik dan RUU IKN menjelaskan bahwa otorita sebagai bagian dari pada pemerintah pusat. Hal ini membuat penyelenggaraan pemerintahan di IKN oleh otorita akan sangat sentralistik.
  3. Pasal 10 ayat (1) RUU IKN menyebutkan bahwa Kepala Otorita IKN dan Wakil Kepala Otoritas IKN memegang jabatan selama 5 tahun dan sesudahnya dapat ditunjuk kembali dalam masa jabatan yang sama.

[irp]

Beberapa catatan terhadap ketentuan a quo:

pertama, penunjukan yang dilakukan oleh Presiden dapat dinilai mencederai semangat demokrasi yang telah dibangun sejauh ini; kedua, ketentuan tersebut juga tidak memberi sinyal terhadap batasan masa jabatan kepala otorita dan hal ini jelas menabrak konsep konstitusionalisme/pembatasan kekuasaan.

  1. Pasal 10 ayat (2) RUU IKN menyebutkan bahwa Kepala Otorita IKN dan/atau Wakil Kepala Otoritas IKN dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh Presiden sebelum masa jabatan berakhir. Ketentuan ini tentu dapat dilihat mengandung tendensi yang cukup politis dan elitis.
  2. Pasal 13 ayat (1) RUU IKN menyebut bahwa IKN hanya melaksanakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan umum untuk memilih anggota DPR, dan pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Ketentuan a quo mengakibatkan hilangnya hak konstitusional warga negara di kawasan IKN untuk dapat memilih dan memiliki dewan perwakilan rakyat di daerah.

Selain ke tujuh catatan di atas, Pasal 32 RUU IKN menyebutkan bahwa “pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan ketentuan yang diatur khusus dalam Undang-Undang ini dinyatakan tidak berlaku dalam hal kegiatan persiapan, pembangunan, dan pemindahan Ibu Kota Negara, serta penyelenggaraan Pemerintahan Khusus IKN”.

[irp]

Ketentuan a quo dapat dinilai sebagai ketentuan “sapu jagat” yang menunjukkan bahwa banyak sekali peraturan perundang-undangan yang akan terdampak dari RUU IKN ini yang bisa saja belum seluruhnya diidentifikasi dengan baik oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, ketentuan “sapu jagat” ini juga menandakan bahwa sesungguhnya kajian tentang rencana perpindahan IKN belum tuntas dilaksanakan. “Oleh karena itu, ada baiknya pembahasan RUU IKN tidak dilakukan tergesa-gesa dan perlu kembali dilakukannya kajian yang matang dan mendalam terhadap rencana perpindahan IKN,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Ibu Kota NegaraRancangan undang-undangRUU
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Duet Ganjar-Mahfud Diresmikan PDIP: Persiapan Menuju Pilpres 2024
Headline

Duet Ganjar-Mahfud Diresmikan PDIP: Persiapan Menuju Pilpres 2024

By
akurasi 2019
Praktik Prostitusi dan Judi Online Kian Menjamur, Pemprov dan Kepolisian Diminta Tak Tutup Mata
Trending

Praktik Prostitusi dan Judi Online Kian Menjamur, Pemprov dan Kepolisian Diminta Tak Tutup Mata

By
Devi Nila Sari
Tragis, Warga Purbalingga Tewas di Hutan Siregol Saat Berburu Kelelawar
PeristiwaTrending

Tragis, Warga Purbalingga Tewas di Hutan Siregol Saat Berburu Kelelawar

By
Wili Wili
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
OlahragaTrending

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?