By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Bakal Diganti Robot, Tanda-tanda Kiamat PNS Mendekat
HeadlineTrending

Bakal Diganti Robot, Tanda-tanda Kiamat PNS Mendekat

Devi Nila Sari
Last updated: November 30, 2021 12:24 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Bakal Diganti Robot, Tanda-tanda Kiamat PNS Mendekat
Ilustrasi seragam PNS. (Edward Ricardo)
SHARE
Bakal Diganti Robot, Tanda-tanda Kiamat PNS Mendekat
Ilustrasi seragam PNS. (Edward Ricardo)

Akurasi.id – Pemerintah nyatanya telah mengambil ancang-ancang untuk menerapkan teknologi di sistem administrasi negara untuk menciptakan efisiensi, yakni dengan mengganti tenaga kerja alias Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan tenaga robot. Ide PNS bakal diganti robot ini akan dilakukan secara bertahap.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria mengatakan hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang diperkirakan akan membuat jumlah PNS terus mengalami penurunan.

“Dengan adanya inovasi teknologi, sepuluh tahun lagi mungkin tidak ada PNS. Mungkin semuanya PPPK, karena tidak diperlukan lagi PNS ke depan,” kata Bima dalam Webinar Adaptasi Kebiasaan Baru di Lembaga Internasional beberapa waktu lalu.

Namun demikian, tidak semua pekerjaan PNS ini bakal diganti robot. Masih akan ada beberapa pekerjaan yang tidak akan bisa digantikan sehingga akan berdampak pada jumlah rekrutmen PNS yang akan dilakukan pemerintah.

Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama BKN Satya Pratama mengatakan, dengan demikian nantinya jumlah PNS tidak akan menjadi sebanyak sekarang.

“Tidak (dihilangkan), tetap ada PNS. Namun jumlahnya tidak gemuk atau besar,” kata dia kepada CNBC Indonesia. Namun demikian, memang belum bisa dipastikan pekerjaan apa saja yang akan dihilangkan dari PNS ini.

Hal ini sebenarnya sudah pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan bahwa  birokrasi akan menjadi lebih efisien jika sudah tak lagi ditangani manusia. Salah satu profesi yang disinggungnya adalah bagian administrasi.

[irp]

“Ini bukan barang yang sulit. Barang yang mudah dan memudahkan kita untuk memutuskan sebagai pimpinan di daerah maupun nasional,” kata Jokowi di depan seluruh kementerian/lembaga saat memberikan pengarahan dalam pembukaan Musrenbangnas RPJMN 2020-2024 pada Desember 2019 lalu.

“Nanti dengan big data yang kita miliki, jaringan yang kita miliki, memutuskan akan cepet sekali kalau kita pakai AI. Tidak bertele-tele, tidak muter-muter,” lanjutnya.

Dari sisi birokrasi dinilai akan lebih mudah, begitu juga dengan dari sisi anggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga tidak semakin terbebani akibat tingginya kebutuhan untuk membayar gaji dan tunjangan PNS. Belum lagi pensiunan PNS yang juga harus ditanggung negara.

Penerapan penggunaan robot dalam administrasi negara ini ternyata sudah pernah dikaji oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Teknologinya bisa disediakan oleh pemerintah maupun swasta, namun masalah yang muncul adalah ketidakmampuan PNS untuk memanfaatkan teknologi.

Misalnya untuk menggantikan eselon III dan eselon IV dengan robot dibutuhkan sebuah data latih yang dari data itu akan dihubungkan dengan algoritma. Barulah robot atau kecerdasan buatan akan bisa menggunakan algoritma dari data tersebut.

[irp]

Sejalan dengan itu, jumlah PNS memang terus mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Jika dilihat dari buku statistik ASN per Juni 2021, jumlah PNS memang mengalami penurunan sejak tahun 2016 silam

“Jumlah PNS berstatus aktif per 30 Juni 2021 adalah 4.081.824 atau mengalami penurunan 3,33 % dibandingkan dengan 31 Desember 2020. Jumlah PNS terus mengalami penurunan sejak Tahun 2016,” tulis buku tersebut.

Secara rinci, pada tahun 2015 jumlah PNS tercatat sebanyak 4.593.604 orang. Kemudian turun menjadi 4.374.341 di 2016 dan turun lagi menjadi 4.289.396 di 2017. Lalu di 2018 jumlah PNS kembali turun menjadi 4.185.503 orang dan naik tipis menjadi 4.189.121 di 2019. Namun, di 2020 jumlah PNS aktif kembali turun menjadi 4.168.118 orang.

[irp]

Kemudian pada 2021 per Juni jumlahnya menjadi 4.081.824 orang yang terdiri dari PNS yang bekerja pada instansi pemerintah pusat sebanyak 949.050 (23%) dan PNS yang bekerja pada instansi pemerintah daerah berjumlah 3.132.774 (77%). (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id
Sumber: CNBCIndonesia.com

TAGGED:HeadlineJumlah PNS TurunKiamat PNSPNS Diganti Robot
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kontroversi Korupsi Impor Gula: Tom Lembong Ditetapkan Tersangka, Kenangan Momen Bersama Jokowi Terungkap
HeadlineHukum & Kriminal

Kontroversi Korupsi Impor Gula: Tom Lembong Ditetapkan Tersangka, Kenangan Momen Bersama Jokowi Terungkap

By
Wili Wili
positif covid-19
Trending

BREAKING: 5 Warga Kutim Dinyatakan Positif Covid-19, Semua Dirawat di RSUD Kudungga

By
akurasi 2019
Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya
HeadlineHukum & Kriminal

Petinggi Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan, Begini Kronologinya

By
akurasi 2019
Melirik Sebaran Suara NU dan Muhammadiyah, Menurut Survei SMRC Tersebar di 3 Tokoh
HeadlineKabar PolitikRagam

Melirik Sebaran Suara NU dan Muhammadiyah, Menurut Survei SMRC Tersebar di 3 Tokoh

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?