By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > Putri Mako Tetap Menikah Meski Ditentang Publik
HeadlineTrending

Putri Mako Tetap Menikah Meski Ditentang Publik

Devi Nila Sari
Last updated: Oktober 26, 2021 3:01 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Putri Mako Tetap Menikah Meski Ditentang Publik
Putri Mako (kanan) bakal tetap menikah meski ditentang publik. (AFP/SHIZUO KAMBAYASHI)
SHARE
Putri Mako Tetap Menikah Meski Ditentang Publik
Putri Mako (kanan) bakal tetap menikah meski ditentang publik. (AFP/SHIZUO KAMBAYASHI)

Akurasi.id — Keponakan Kaisar Jepang, Putri Mako tetap menikah dengan pasangannya yang merupakan warga sipil biasa, Kei Komuro meski publik menentangnya. Mereka akan menikah besok, Selasa (26/10). Jelang beberapa hari sebelum acara tersebut digelar, Komuro memotong kuncir kudanya. Beberapa tabloid Jepang memuat foto-foto Komuro dari setiap sudut dan membandingkan dengan sosok Samurai.

Di media sosial, warganet mendukung penampilan barunya, namun sejumlah netizen juga mengatakan hal tersebut tak cocok untuk pengantin pria dari kerajaan. Kuncir kuda tak memiliki makna apapun di Barat serta tak membuat publik gaduh. Tapi berbeda dengan di Jepang.

Menurut profesor studi perempuan dan gender di University of Michigan, Hitomi Tonomura mengatakan mereka melihat kuncir kuda sebagai tanda bahwa Komuro tak sesuai harapan sosial.

“Jika dia seorang penyanyi atau artis, itu akan baik-baik saja. Tetapi orang akan mengira dia tak seperti pengacara atau terlihat cocok untuk seseorang yang akan menikahi perempuan kerajaan,” terang Tonomura, seperti dikutip CNN, Minggu (24/10).

Pernikahan kerajaan biasanya ditandai dengan kemegahan. Namun, pasangan ini justru akan dihindarkan dari hal-hal yang dianggap memicu desas-desus. Pengamat yang lain mengatakan, itu adalah tanda bagi para bangsawan kecil yang tak puas dengan aturan masa lalu, terkait apa yang bisa mereka lakukan dan siapa yang bisa dinikahi.

Putri Mako dan Komuro sebetulnya telah merencanakan pernikahan pada 2018. Tetapi keluarga Kerajaan merasa masih kurang persiapan menyoal acara sakral itu. Namun Putri Mako tetap menikah. Namun, sejumlah pihak mengatakan ibu Komuro, selaku orang tua tunggal dinilai gagal melunasi hutang dari mantan tunangannya sebesar US$36 ribu.

Komuro membantah kabar burung itu. Ia bahkan merilis pernyataan setebal 28 halaman yang menyatakan uang tersebut merupakan hadiah. Sang ibu juga akan berusaha menyelesaikan perselisihan itu. Sayangnya, beberapa tabloid membedah setiap aspek kehidupan keluarga itu, beberapa bahkan menuliskannya dengan seseorang yang tak bisa dipercaya dan hanya menginginkan kekayaan.

[irp]

Tonomura mengatakan, meskipun di Amerika Serikat, warga tak akan berpikir bisnis ibunya tidak berhubungan dengan Komuro Kei, lain halnya di Jepang.

“(Komuro) seorang pria dewasa, orang-orang di Jepang menganggap ini bermasalah dan mengubahnya dari seorang pemuda yang baik, jujur, menjadi seorang oportunis kalkulatif yang mengejar gengsi dan mungkin uang,” katanya.

Masalah Keuangan Ibunda Kimuro

Masalah keuangan ibu Komuro dianggap mencemari citra kerajaan, yang idealnya harus tampak murni secara simbolis dan untuk kesejahteraan spiritual. Selain itu, pandangan mengenai ibu tunggal juga masih menjadi masalah bagi warga Jepang. Mereka dianggap tak mampu membesarkan anak-anaknya.

“Di Jepang, ada juga kebencian terhadap perempuan yang intens, yang merendahkan ibu tunggal secara moral dan ekonomi,” kata Tonomura. Pandangan itu muncul dari salah satu Youtuber urusan Kerajaan, Kei Kobuta. Ia mengatakan banyak pengamat yang menganggap Putri Mako telah membuat pilihan yang salah.

[irp]

“Ada begitu banyak keraguan dan keraguan mengenai Kei Komuro dan ibunya, dan orang-orang takut citra keluarga kerajaan akan ternoda,” kata Kobuta.

Sejak Mako mengumumkan pertunangannya dengan Kei Komuro pada 2017 lalu, mereka bak dihantam badai. Dianggap terjerat dalam skandal, ketidaksetujuan publik dan hiruk-pikuk media yang memberitakan mereka secara negatif.

Awal Oktober ini, kerajaan mengungkapkan bahwa Putri Mako menderita Gangguan Stress Pasca Trauma (PTSD).

“(dia) merasa pesimis dan sulit untuk merasa bahagia karena ketakutan yang terus-menerus akan hidupnya yang hancur,” kata psikiater Putri Mako yang juga Direktur NTT Medical Center Tokyo, Tsuyoshi Akiyama.

[irp]

Putri Mako bukan perempuan Jepang pertama dari keluarga kerajaan yang merasa tertekan karena kehidupan di istana. Permaisuri Jepang, Masako, menikahi Kaisar Naruhito pada 1993. Ia rela meninggalkan karier diplomatik dan kehidupan kerajaan.

Putri Mako merupakan keponakan Kaisar Naruhito. Publik memandangnya sebagai bangsawan yang sempurna. Mako diharapkan kuliah di Universitas Gakushuin, tempat orang-orang elit mengenyam pendidikan.

Namun dia memilih belajar di Universitas Kristen Internasional di Tokyo. Di situlah, Putri Mako bertemu Komuro. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id
Sumber: CNNIndonesia.com

TAGGED:HeadlineMenikahPutri JepangPutri Mako
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Niat Merampok Malah Tergiur Tubuh Janda Molek
HeadlineHukum & Kriminal

Niat Merampok Malah Tergiur Tubuh Janda Molek

By
akurasi 2019
Viral Foto Pria Mirip Bahlil Lahadalia dengan Whiskey Rp29 Juta, Golkar: “Tidak Tahu Menahu”
Hukum & KriminalTrending

Viral Foto Pria Mirip Bahlil Lahadalia dengan Whiskey Rp29 Juta, Golkar: “Tidak Tahu Menahu”

By
Wili Wili
Anies Baswedan di PAKU INTEGRITAS: Rekam Jejak Pendidikan Antikorupsi dan Rencana Aksi Konkret
HeadlineTrending

Anies Baswedan di PAKU INTEGRITAS: Rekam Jejak Pendidikan Antikorupsi dan Rencana Aksi Konkret

By
akurasi 2019
Pilpres dan Pileg Tetap Serentak, MK Tolak Uji Materi UU Pemilu
HeadlineTrending

Pilpres dan Pileg Tetap Serentak, MK Tolak Uji Materi UU Pemilu

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?