By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Umat Muslim AS Masih Alami Perlakuan Islamofobian, Perempuan Banyak Jadi Korban
Trending

Umat Muslim AS Masih Alami Perlakuan Islamofobian, Perempuan Banyak Jadi Korban

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 7, 2021 1:50 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
4 Min Read
Umat Muslim AS Masih Alami Perlakuan Islamofobian, Perempuan Banyak Jadi Korban
Perlakuan Islamofobian masih dialami oleh sebagian besar umat muslim yang ada di Amerika Serikat. (Ilustrasi)
SHARE
Umat Muslim AS Masih Alami Perlakuan Islamofobian, Perempuan Banyak Jadi Korban
Perlakuan Islamofobian masih dialami oleh sebagian besar umat muslim yang ada di Amerika Serikat. (Ilustrasi)

Umat Muslim AS Masih Alami Perlakuan Islamofobian, Perempuan Banyak Jadi Korban. Perlakuan Islamofobian ini juga banyak dirasakan anak muda, mulai dari usia 18-29 tahun. Sehingga hampir 45 persen umat muslim di AS memilih menyembunyikan agamanya.

Akurasi.id, Jakarta – Survei yang dilakukan Othering & Belonging Institute di University of California mendapati, 67,5 persen muslim di Amerika Serikat (AS) pernah menjadi korban praktik islamofobia.

Dilansir dari Middle East Eye sebagaimana dikutip dari IDNTimes.com, jajak pendapat itu melibatkan 1.123 muslim. Berdasarkan jenis kelaminnya, ternyata 76,7 persen perempuan mengaku pernah menjadi korban islamofobia. Angkanya lebih tinggi dari laki-laki sekitar 58,6 persen.

Adapun praktik islamofobia yang dimaksud adalah para responden pernah mengalami serangan verbal atau fisik, baik dari aspek kebijakan publik atau dilakukan individu/kolektif, sebagai upaya untuk men-dehumanisasi umat Islam. Fakta lainnya, ternyata 93,7 persen responden mengatakan, bahwa praktik antimuslim telah mempengaruhi kesehatan mental dan emosional mereka sampai taraf tertentu.

“Ini mungkin menunjukkan bahwa jika seorang muslim tidak secara langsung menjadi sasaran tindakan islamofobia, islamofobia yang tersebar di mana-mana di media dan budaya kita setelah 9/11 telah menciptakan suasana yang mana umat Islam merasa mereka diawasi, diadili, atau dikucilkan dalam beberapa hal. bentuk,” kata Direktur Program Keadilan Global Institut, Elsadig Elsheikh.

“Seperti yang ditunjukkan oleh survei kami, Islamofobia memiliki implikasi mendalam terhadap bagaimana muslim AS terlibat dengan masyarakat, dan hambatan yang mereka hadapi untuk mencapai rasa memiliki,” tambahnya.

Jajak pendapat juga mengungkap, orang berusia 18-29 tahun paling banyak mengalami Islamofobia dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Sekitar 45 persen dari mereka memilih untuk menyembunyikan agamanya untuk menghindari diskriminasi.

[irp]

Survei diterbitkan beberapa minggu setelah peringatan 20 tahun serangan 9/11, serangan yang didalangi Alqaida yang berdampak terhadap meningkatkan kebencian dan permusuhan terhadap komunitas muslim. Kendati angkanya terlihat mengerikan, Elsheikh memberi catatan bahwa praktik diskriminasi terhadap muslim merupakan fenomena yang bahkan sudah ada sebelum 9/11.

“Kita tahu bahwa Islamofobia memiliki sejarah panjang di Amerika Serikat, dan itu tidak muncul setelah 9/11,” ujar dia, sekaligus menyampaikan bahwa islamofobia merupakan bagian dari rasisme struktural di Negeri Paman Sam.

Masih dikutip dari artikel yang dilansir IDNTimes.com, pada kesempatan yang sama, Elsheikh juga menyampaikan bahwa islamofobia tidak hanya merugikan muslim AS. “Tetapi juga seluruh masyarakat AS secara keseluruhan,” tambah dia.

[irp]

Data Biro Investigasi Federal (FBI) menunjukkan bahwa kejahatan dan kebencian terhadap Muslim telah menurun selama beberapa tahun terakhir. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan sebaliknya, bahwa insiden Islamofobia telah meningkat baru-baru ini.

[irp]

Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR), yang mendukung survei tersebut, mengatakan awal tahun ini bahwa lebih dari 500 insiden antimuslim dilaporkan pada paruh pertama 2021. Insiden tersebut termasuk serangan terhadap individu dan masjid, yang tampaknya meningkat pada Mei, ketika Israel melancarkan serangan 11 hari yang menghancurkan di Gaza yang menewaskan 248 warga Palestina. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Amerika SerikatIslamIslamofobianSurveiUmat Muslim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Hakim Vonis Putri Candrawathi 20 Tahun Penjara
HeadlineHukum & KriminalNewsTrending

Hakim Vonis Putri Candrawathi 20 Tahun Penjara

By
Devi Nila Sari
KPK Sita Rp2,8 Miliar dan Senjata Api di Rumah Kadis PUPR Sumut, Terkait Korupsi Proyek Jalan
Hukum & KriminalTrending

KPK Sita Rp2,8 Miliar dan Senjata Api di Rumah Kadis PUPR Sumut, Terkait Korupsi Proyek Jalan

By
Wili Wili
Ingin Mengurus Surat Jalan dari Kelurahan? Ini Cara dan Kategori Agar Diperbolehkan Keluar Kota
Trending

Ingin Mengurus Surat Jalan dari Kelurahan? Ini Cara dan Kategori Agar Diperbolehkan Keluar Kota

By
Devi Nila Sari
Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana di Tiongkok Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
OlahragaTrending

Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana di Tiongkok Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?