By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Pengusaha Kian “Sesak Nafas” Hadapi Pandemi Tiada Akhir, Aturan Berjilid Perlahan Mencekik
Trending

Pengusaha Kian “Sesak Nafas” Hadapi Pandemi Tiada Akhir, Aturan Berjilid Perlahan Mencekik

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 11:56 am
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Pengusaha Kian “Sesak Nafas” Hadapi Pandemi Tiada Akhir, Aturan Berjilid Perlahan Mencekik
Pemberlakuan aturan PPKM yang berjilid-jilid membuat banyak pelaku usaha seperti kafe dibuat sesak napas. (Ilustrasi)
SHARE
Pengusaha Kian “Sesak Nafas” Hadapi Pandemi Tiada Akhir, Aturan Berjilid Perlahan Mencekik
Pemberlakuan aturan PPKM yang berjilid-jilid membuat banyak pelaku usaha seperti kafe dibuat sesak napas. (Ilustrasi)

Pengusaha Kian “Sesak Nafas” Hadapi Pandemi Tiada Akhir, Aturan Berjilid Perlahan Mencekik. Pengetatan aturan yang seolah tiada berkesudahan, memaksa pelaku usaha mutar otak demi menghindari usaha gulung tikar. Misalnya memangkas gaji hingga karyawan. Kondisi itu membuat pengusaha kian “sesak nafas”.

Akurasi.id, Samarinda – Terjangan pandemi yang sejatinya dimulai pada 2020 lalu, kini memasuki babak baru. Disaat seluruh elemen tengah mencoba memulihkan diri, lantaran kasus Covid-19 sempat landai, dipaksa harus kembali merasakan terjangan kasus yang lebih dahsyat.

Imbasnya membuat seluruh sektor tedampak, makin keras berjuang bahkan ada yang memilih untuk mengalah dan gulung tikar. Seperti yang dirasakan Andri, salah satu pemilik kafe di Samarinda. Ia mengungkapkan sulit mempertahankan usaha di tengah pandemi. Terlebih dengan adanya perpanjangan PPKM Level IV ini.

Memang sejatinya kafe-kafe di Samarinda masih diizinkan buka dengan aturan pengurangan jumlah pengunjung hingga 50 persen. Ditambah dengan aturan prokes ketat dan jam malam hingga pukul 21.00 Wita. Namun, hal ini tentu saja mengurangi pendapatan bisnis yang komoditas utamanya sebagai tempat santai masyarakat pada malam hari.

“Pada siang hari biasanya orang-orang itu kan bekerja. Nah, malam harinya baru ramai. Karena waktunya mereka santai sambil ketemu teman-teman atau rekan kerja,” terangnya.

Ia mengaku, selama pandemi pendapatan kafenya berkurang hingga 50 persen. Lantaran pengunjung berkurang. Untuk itu ia pun harus memangkas gaji karyawan hingga setengahnya. “Jadi dampaknya tidak hanya di kami pelaku usaha. Namun juga karyawan turut terdampak,” ucapnya.

Kendati demikian, ia masih bersyukur lantaran usaha yang dimulainya sejak 2 tahun lalu itu, masih mampu bertahan di tengah gempuran ketidakpastian pandemi saat ini. Tidak seperti usaha lainnya yang mengalami kerugian hingga 90 persen bahkan terpaksa harus gulung tikar. “Banyak loh kafe-kafe yang bahkan memutuskan untuk tutup,” ujarnya.

Sementara itu, Viko salah satu pekerja swasta di Kota Tepian merasa santai dengan pemberlakuan PPKM Level IV yang kini kembali diperpanjang. Ia hanya menganggap ini salah satu pemberlakukan kebijakan lanjutan pemerintah. Namun, yang membuatnya tidak nyaman dengan adanya PPKM ini, dikarenakan banyaknya pembatasan-pembatasan. Seperti mal yang hampir rata-rata seperti bangunan mati. Lantaran sepi tak ada pengunjung.

[irp]

Toko-tokonya pun banyak tutup. Hanya diramaikan dengan adanya beberapa restoran dan pusat perbelanjaan. Kemudian aturan pembukaan kafe atau tempat makan. “Bahkan banyak meme-nya, buka kafe terasa seperti buka booking order (BO), takut digrebek,” ujarnya.

Ia pun merasa prihatin dengan apa yang terjadi kepada masyarakat saat ini. Kemudian, berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan masyarakatnya yang mengalami kesulitan perekonomian.

[irp]

“Ya harapannya semoga bantuan-bantuan yang diberikan berupa bansos tepat sasaran. Karena kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak merasakan bantuan itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Kalimantan TimurPandemi Covid-19Pengusaha Gulung TikarPengusaha MenjeritPPKM diperpanjangSamarinda
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

96.111 masyarakat
Trending

Segera!! 96.111 Masyarakat Kaltim Terdampak Corona Bakal Kebagian Sembako Senilai Rp500 Ribu

By
akurasi 2019
Mengenali Bahaya Penyakit Epilepsi dan Larangan Bagi Pengidapnya, Mulai Renang hingga Berkendaraan
KesehatanTrending

Mengenali Bahaya Penyakit Epilepsi dan Larangan Bagi Pengidapnya, Mulai Renang hingga Berkendaraan

By
Devi Nila Sari
Alexander Zwiers Resmi Jadi Direktur Teknik PSSI, Fokus Dampingi Timnas Indonesia
OlahragaTrending

Alexander Zwiers Resmi Jadi Direktur Teknik PSSI, Fokus Dampingi Timnas Indonesia

By
Wili Wili
Terkonfirmasi Positif, Istri Pemilik Warung Kopi Cangkir di Samarinda Dijemput Tim Satgas Covid-19
Trending

Terkonfirmasi Positif, Istri Pemilik Warung Kopi Cangkir di Samarinda Dijemput Tim Satgas Covid-19

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?