By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Dilema Sekolah Swasta di Bontang Hadapi Sistem Zonasi, Kurang Diminati hingga Terancam Tutup
Trending

Dilema Sekolah Swasta di Bontang Hadapi Sistem Zonasi, Kurang Diminati hingga Terancam Tutup

Devi Nila Sari
Last updated: Juni 26, 2021 7:45 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Dilema Sekolah Swasta di Bontang Hadapi Sistem Zonasi, Kurang Diminati hingga Terancam Tutup
Ragam kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam sistem pendidikan berimbas pada sekolah swas, misalnya SMK YKPP Bontang yang kini kesulitan mendapatkan siswa. (Istimewa)
SHARE
Dilema Sekolah Swasta di Bontang Hadapi Sistem Zonasi, Kurang Diminati hingga Terancam Tutup
Ragam kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam sistem pendidikan berimbas pada sekolah swas, misalnya SMK YKPP Bontang yang kini kesulitan mendapatkan siswa. (Istimewa)

Dilema Sekolah Swasta di Bontang Hadapi Sistem Zonasi, Kurang Diminati hingga Terancam Tutup. Jumlah siswa yang terus berkurang, memaksa pihak sekolah putar otak. Tidak sedikit guru harus angkat bendera putih lantaran gaji yang terbatas imbas minimnya siswa yang diajar.

Akurasi.id, Bontang – Kurangnya peminat pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, membuat sejumlah sekolah swasta SMA/SMK sederajat di Bontang, terancam tutup. Sistem zonasi hingga kebijakan penambahan jumlah rombel dari SMA negeri disinyalir menjadi penyebab menurunnya jumlah pendaftaran di setiap tahun ajaran baru.

Salah satu sekolah yang merasakan hal itu, yakni SMK YKPP Bontang. Biasanya sekolah ini menerima murid per tahunnya 80 hingga 100 siswa. Namun belakangan, jumlah siswa yang mendaftar menurun drastis, hanya sekitar 45 siswa dan siswi per tahun.

Menurunya jumlah pendaftaran ini tentunya juga berdampak pada upah guru yang bekerja di sekolah swsata. Selama ini beberapa sekolah swasta bisa bertahan hanya karena mengandalkan anggaran Bantuan Oprasional Sekolah (BOS).

Kepala SMK YKPP Bontang, Syahril mengatakan kondisi jumlah murid yang sedikit, akan berdampak pada kekosongan jam pelajaran. Hal itu juga akan mempengaruhi upah guru. “Tahun lalu sudah ada beberapa guru yang mengundurkan diri karena siswa kami sedikit,” ungkap Syahril, Sabtu (26/06/2021).

Kata dia, PPDB 2021 telah dibuka sejak awal Juni. Kendati demikian, sejauh ini jumlah pendaftaran baru mencapai 45 siswa. Sebenarnya jika mengikuti jadwal PPDB sekolah negeri, mestinya pendaftaran telah ditutup sejak beberapa hari lalu. Akan tetapi jumlah siswa dan kelas dirasa belum cukup. “Baru ada 45 yang daftar. Kami buka 4 kelas. Sementara setiap kelas minimal diisi 15 orang,” jelasnya.

Untuk menyiasati agar ada tambahan jumlah pendaftar, pihaknya harus memperpanjang waktu PPDB. Sebab jumlah kuota yang tersedia di SMK YKPP, sebanyak 135 siswa. Katanya, pendaftaran akan terus dibuka hingga pembelajaran kembali aktif awal Juli mendatang.

[irp]

“Kami masih buka hingga belajar mengajar dimulai. Karena kemungkinan ada siswa yang gagal di sekolah negeri, jadi bisa kami terima. Kalau tidak begitu, siswa kami kurang. Karena siswa kami belum cukup 50 persen dari kuota yang tersedia,” ujarnya.

Hampir seluruh sekolah swata di Bontang mengalami kesulitan yang sama setiap kali tahun ajaran baru. Terkecuali sekolah swasta milik perusahaan. Selain karena sistem zonasi, turunnya jumlah pendaftaran ini juga diakibatkan lantaran sejumlah sekolah negeri diketahui ada yang menerima siswa melebihi jumlah kuota rombel yang ditetapkan dipetunjuk teknis PPDB.

Dia juga mengatakan, jumlah kuota siswa per rombel itu maksimal 36 siswa. Dengan demikian, apabila ada sekolah negeri yang menerima lebih dari rombel yang ditentukan, maka yang dirugikan adalah sekolah swasta. “Masih ada sekolah negeri menerima siswa lebih dari jumlah maksimal rombel. Kalau begini kami pasti yang dirugikan,” katanya.

Ia pun hanya bisa berharap, pemerintah kembali merancang aturan yang sedikit berpihak ke sekolah swasta. Sebab kalau terus dibiarkan seperti ini, banyak sekolah swasta di Bontang akan tutup. “Kami di sekolah swasta juga harus dipikirkan nasibnya. Karena kalau sampai tutup pasti banyak tenaga guru kehilangan pekerjaan,” ujarnya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:BontangDilema Sekolah SwastaSekolah SwastaSekolah Swasta BontangSekolah Terancam TutupSistem Zonasi Sekolah
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kronologi Kematian Tragis ABG Open BO Akibat Dicekoki Narkoba Inex Dicampur Air Sabu
Hukum & KriminalTrending

Kronologi Kematian Tragis ABG Open BO Akibat Dicekoki Narkoba Inex Dicampur Air Sabu

By
Yori Akurasi
Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Rp25.000, Tembus Rp2,6 Juta per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Rp25.000, Tembus Rp2,6 Juta per Gram

By
Wili Wili
Rp11,8 triliun
Trending

Siap-siap!! APBD Kaltim Rp11,8 Triliun Bakal Terjun Bebas ke Rp6,7 Triliun

By
akurasi 2019
BMKG Tetapkan Status Waspada Tsunami di 10 Wilayah Indonesia Akibat Gempa M8,7 di Rusia
PeristiwaTrending

BMKG Tetapkan Status Waspada Tsunami di 10 Wilayah Indonesia Akibat Gempa M8,7 di Rusia

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?