Pandemi Covid-19, Tak Jadi Penghalang Dunia Teater di Samarinda Berkarya

![]()

Pandemi Covid-19, tak jadi penghalang dunia teater di Samarinda berkarya. Universitas Mulawarman Samarinda mengelar talk show .
Akurasi.id, Samarinda – Dunia teater disebut wadah bagi kaum muda untuk menunjukkan eksistensinya. Meskipun teater bisa terbilang tergolong media tradisional, namun bagi mereka yang menjadi penikmat yasih cukup dinamis beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Untuk terus dapat eksis di hari jadi ke-30, UKM Teater Yupa dari Universitas Mulawarman Samarinda mengelar talk show membahas eksistensi komunitas teater Samarinda di masa depan.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (23/5) di CGV Plaza Mulia Samarinda. menghadirkan Dahri Dahlan Akademisi Kebudayaan dari Universitas Mulawarman, dan Anwar Sanusi Kepala Disdikbud Kaltim.
“Budaya pop dan digitalisasi sebenarnya bukan musuh yang harus dikalahkan. Tapi barangkali jadi lawan yang mesti dijinakkan. Sekarang tinggal bagaimana cara kita menyusun langkah kecil menuju masa depan teater yang mencerahkan,” kata Fachri Mahayupa, seorang jurnalis yang juga merupakan sutradara muda Kaltim.
“Ini jadi pesan satir yang menarik, menjamurnya bioskop di Samarinda dianggap jadi salah satu penyebab tergerusnya penonton teater,” tambah Fachri.
Sementara itu Dahri Dahlan, Akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya Unmul, secara singkat memaparkan pertunjukan teater mengalami perubahan seiring kondisi dan zaman.
“Perubahan di antara ranah pertunjukan awalnya berada di ranah ritual menjadi pertunjukan hiburan. Terlebih saat sekarang di pandemi Covid-19, para pelaku teater dipaksa melaksanakan pertunjukan secara virtual,” papar Dahri.
Menurutnya, perubahan dalam pertunjukan teater bahkan sudah terjadi sejak lama. Pada masa lalu, kaum perempuan protes lantaran kaum hawa saat itu dilarang menjadi pelaku teater. Protes-protes dilayangkan, hingga saat sekarang semua bisa bermain teater.
“Orang protes teater hanya milik istana, bahkan perempuan tidak bisa main teater, kalau sekarang semua bisa main teater, itu bagian dari perubahan,” tegasnya.
Anwar Sanusi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, dalam pemaparannya, menekankan daya saing insan seni teater, terlebih jelang berpindahnya Ibu Kota Negara ke Kaltim.
Ini menjadi tantangan bagaimana insan seni mempersiapkan sumber daya manusia, agar mampu bersaing dengan para pelaku kesenian yang dipastikan turut berpindah seiring dengan berpindahnya IKN.
“Menyambut IKN berpindah, jangan takut Kaltim akan diserbu para seniman. Justru kita yang jadi pelaku seni di IKN. ini jadi tantangan untuk Teater Yupa,” paparnya.
Dari segi dukungan, Anwar Sanusi menegaskan pihaknya pada 2021 ini memiliki anggaran Rp2,1 triliun. Namun seluruh anggaran telah terpatok dalam rancangan program yang telah diatur sebelumnya.
Pada 2022 mendatang, Kadisdikbud meyakinkan akan ada pos anggaran untuk kesenian khususnya seni teater.
“Tahun 2022, ada beberapa yang bisa dimanfaatkan, kalau Yupa mau nampil saya siapkan gedung yang lebih besar,” tegasnya.
Infrastruktur kesenian di Taman Budaya Kaltim juga akan dibenahi, rehabilitasi total. Hal itu dengan harapan memberikan wadah yang representatif bagi pelaku kesenian.
“Sound system, semua alat diperbaiki, dibelikan yang kelasnya nasional,” pungkasnya. (*)
Penulis Muhammad Budi KurniawanÂ
Editor: Rachman wahid







