By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Pandemi Covid-19, Tak Jadi Penghalang Dunia Teater di Samarinda Berkarya
Ragam

Pandemi Covid-19, Tak Jadi Penghalang Dunia Teater di Samarinda Berkarya

Devi Nila Sari
Last updated: Mei 26, 2021 9:45 am
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Pandemi Covid-19, Tak Jadi Penghalang Dunia Teater di Samarinda Berkarya
Memperingati hari jadi ke 30 UKM Teater Yupa menggelar talk show di di CGV Plaza Mulia Samarinda (istimewa)
SHARE
Pandemi Covid-19, Tak Jadi Penghalang Dunia Teater di Samarinda Berkarya
Memperingati hari jadi ke 30 UKM Teater Yupa menggelar talk show di di CGV Plaza Mulia Samarinda (istimewa)

Pandemi Covid-19, tak jadi penghalang dunia teater di Samarinda berkarya. Universitas Mulawarman Samarinda mengelar talk show .

Akurasi.id, Samarinda – Dunia teater disebut wadah bagi kaum muda untuk menunjukkan eksistensinya. Meskipun teater bisa terbilang tergolong media tradisional, namun bagi mereka yang menjadi penikmat yasih cukup dinamis beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Untuk terus dapat eksis di hari jadi ke-30, UKM Teater Yupa dari Universitas Mulawarman Samarinda mengelar talk show membahas eksistensi komunitas teater Samarinda di masa depan.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (23/5) di CGV Plaza Mulia Samarinda. menghadirkan Dahri Dahlan Akademisi Kebudayaan dari Universitas Mulawarman, dan Anwar Sanusi Kepala Disdikbud Kaltim.

“Budaya pop dan digitalisasi sebenarnya bukan musuh yang harus dikalahkan. Tapi barangkali jadi lawan yang mesti dijinakkan. Sekarang tinggal bagaimana cara kita menyusun langkah kecil menuju masa depan teater yang mencerahkan,” kata Fachri Mahayupa, seorang jurnalis yang juga merupakan sutradara muda Kaltim.

“Ini jadi pesan satir yang menarik, menjamurnya bioskop di Samarinda dianggap jadi salah satu penyebab tergerusnya penonton teater,” tambah Fachri.

Sementara itu Dahri Dahlan, Akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya Unmul, secara singkat memaparkan pertunjukan teater mengalami perubahan seiring kondisi dan zaman.

[irp]

“Perubahan di antara ranah pertunjukan awalnya berada di ranah ritual menjadi pertunjukan hiburan. Terlebih saat sekarang di pandemi Covid-19, para pelaku teater dipaksa melaksanakan pertunjukan secara virtual,” papar Dahri.

Menurutnya, perubahan dalam pertunjukan teater bahkan sudah terjadi sejak lama. Pada masa lalu, kaum perempuan protes lantaran kaum hawa saat itu dilarang menjadi pelaku teater. Protes-protes dilayangkan, hingga saat sekarang semua bisa bermain teater.

“Orang protes teater hanya milik istana, bahkan perempuan tidak bisa main teater, kalau sekarang semua bisa main teater, itu bagian dari perubahan,” tegasnya.

Anwar Sanusi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, dalam pemaparannya, menekankan daya saing insan seni teater, terlebih jelang berpindahnya Ibu Kota Negara ke Kaltim.

Ini menjadi tantangan bagaimana insan seni mempersiapkan sumber daya manusia, agar mampu bersaing dengan para pelaku kesenian yang dipastikan turut berpindah seiring dengan berpindahnya IKN.

“Menyambut IKN berpindah, jangan takut Kaltim akan diserbu para seniman. Justru kita yang jadi pelaku seni di IKN. ini jadi tantangan untuk Teater Yupa,” paparnya.

Dari segi dukungan, Anwar Sanusi menegaskan pihaknya pada 2021 ini memiliki anggaran Rp2,1 triliun. Namun seluruh anggaran telah terpatok dalam rancangan program yang telah diatur sebelumnya.

[irp]

Pada 2022 mendatang, Kadisdikbud meyakinkan akan ada pos anggaran untuk kesenian khususnya seni teater.

“Tahun 2022, ada beberapa yang bisa dimanfaatkan, kalau Yupa mau nampil saya siapkan gedung yang lebih besar,” tegasnya.

Infrastruktur kesenian di Taman Budaya Kaltim juga akan dibenahi, rehabilitasi total. Hal itu dengan harapan memberikan wadah yang representatif bagi pelaku kesenian.

“Sound system, semua alat diperbaiki, dibelikan yang kelasnya nasional,” pungkasnya. (*)

Penulis Muhammad Budi Kurniawan 

Editor: Rachman wahid

TAGGED:Dahri DahlanKadisdikbudTeater
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fasilitas Olahraga Eks Porprov Bernilai Miliaran Tak Terurus
CorakTrending

Fasilitas Olahraga Eks Porprov Bernilai Miliaran Tak Terurus

By
akurasi 2019
Kep1er Lanjutkan Promosi dengan 7 Anggota, Mashiro dan Yeseo Hengkang
KpopTrending

Kep1er Lanjutkan Promosi dengan 7 Anggota, Mashiro dan Yeseo Hengkang

By
Adine Sabrina
Pariwara

Hadirkan Motivator Gisneo Pratala, Badak LNG Siap Cetak 1001 Pengusaha Muda Bontang

By
akurasi 2019
Wanginya Bisnis Tanaman Hias, Omzet Rp 60 Juta saat Pandemi
CorakRagam

Wanginya Bisnis Tanaman Hias, Omzet Rp 60 Juta saat Pandemi

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?