By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Pembunuhan Sadis Guru oleh Oknum TNI, Ini Alasan Pelaku Tak Ingin Menikahi Korban
Trending

Pembunuhan Sadis Guru oleh Oknum TNI, Ini Alasan Pelaku Tak Ingin Menikahi Korban

Devi Nila Sari
Last updated: April 26, 2021 11:31 am
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Pembunuhan Sadis Guru oleh Oknum TNI, Ini Alasan Pelaku Tak Ingin Menikahi Korban
Ayah Korban RR, Kuswanto (Istimewa)
SHARE
Pembunuhan Sadis Guru oleh Oknum TNI, Ini Alasan Pelaku Tak Ingin Menikahi Korban
Ayah Korban RR, Kuswanto (Istimewa)

Pembunuhan sadis guru oleh oknum TNI, ini alasan pelaku tak ingin menikahi korban. Sebelum dikabarkan hilang, korban cenderung menjadi pendiam.

Akurasi.id, Balikpapan – Pembunuhan sadis menimpa RR (30) seorang guru Sekolah Dasar (SD) oleh kekasihnya MA (32) yang merupakan oknum TNI Prajurit Kepala (Praka) dari satuan Yonif 600/R Kodam Mulawarman, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/4/2021) lalu.

Dihubungi Akurasi.id, Ayah RR, Kuswanto menceritakan alasan mengapa oknum TNI ini tidak ingin menikahi anaknya.

“Dua pekan sebelum dikabarkan menghilang, anak saya pernah bercerita bahwa MA didesak untuk menikahi wanita yang sudah dipersiapkan oleh orang tuanya. Lantaran orang tua MA tidak mau menikahkan anaknya dengan orang Kalimantan,” jelas Kuswanto, Selasa (20/4/2021).

Kuswanto menuturkan sejak kejadian itu, anaknya cenderung menjadi pendiam.

“Sempat saya pergoki dia (korban) menangis saat sambil menelepon, pas saya tanya dia enggan menjawab,” terangnya.

Selain itu, Kuswanto bercerita, pelaku MA mengaku tidak dapat segera menikahi anaknya lantaran memiliki banyak tanggungan.

[irp]

“Alasannya kepada saya ia memiliki tanggung lantaran beberapa tahun lalu ia sempat terlibat kecelakaan dan harus menanggung perawatan korban yang ditabrak hingga 2024, namun saat saya tanyakan ke teman-temannya di markas itu semua bohong,” terangnya.

Alasan lain, MA mengaku sebagai tulang punggung orang tuanya, dan tak memiliki gaji bulanan lantaran harus membayar seluruh pengeluaran yang disebutkannya itu.

“Akhir tahun 2020 juga, pelaku sempat meminta izin untuk menikahi secara siri anak saya, tapi hal itu pun tak kunjung dilakukan hingga peristiwa ini terjadi,” bebernya.

Kuswanto pun tak memikirkan alasan-alasan MA. Hingga mengakibatkan putri kesayangannya itu meninggal dunia di tangan MA sendiri. Apalagi semenjak dikabarkan menghilang pada 1 April 2020, selama 43 hari, pelaku MA pun ikut serta dalam melakukan pencarian kekasihnya itu.

“Hampir setiap hari dia (MA) mencari anak saya yang hilang dan kemudian mendatangi saya ke rumah, untuk memberikan kabar hasil pencariannya,” ucapnya.

Kuswanto mengatakan pencarian itu pun melibatkan oknum batalion TNI dari satuan MA bertugas hingga atasnya membebas tugaskan MA untuk fokus mencari putrinya yang hilang.

“Setiap pencarian MA ini selalu dikawal Danrem, tapi pencarian itu tak ada hasilnya,” jelasnya.

[irp]

“Tapi itu semua hanya akal-akalan dia, tanpa merasa bersalah dan berdosa, padahal dialah pelaku atas meninggalnya anak saya,” tambahnya.

Kuswanto menjelaskan misteri putrinya yang hilang terungkap setelah ia melapor langsung ke Kepala Staf Kodam (Kasdam) pada hari Sabtu (10/4/2021).

Hingga akhirnya Jasad RR ditemukan pada Senin malam (12/4) tepatnya di Jalan Transad KM 8 Balikpapan Utara, oleh pelaku MA sendiri.

“Itu laporan saya yang terakhir, langsung saya menghadap jendral dan Alhamdulillah 3 hari setelah laporan membuahkan hasil,” katanya.

Walaupun tak terima dengan kondisi anaknya yang ditemukan hanya menyisakan tulang belulang. Ia berharap MA mendapat ganjaran yang setimpal akan perbuatannya.

“Rencananya Rabu besok saya akan memenuhi panggilan untuk mengetahui kronologi kematian anak saya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Pembunuhan Sadis GuruPembunuhan Sadis Oknum TNITNIYonif 600/R Kodam Mulawarman
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Renovasi Kantor Nadiem, Kemendikbud Siapkan Rp 6,5 M
Trending

Renovasi Kantor Nadiem, Kemendikbud Siapkan Rp 6,5 M

By
Devi Nila Sari
Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani
PeristiwaTrending

Aksi Vandalisme di Purbalingga: Simbol Anarki dan Kontroversi Band Sukatani

By
Wili Wili
Fenomena Kilatan Petir di Gunung Guntur dan Papandayan Bukan Erupsi, Ini Penjelasan BPBD
PeristiwaTrending

Fenomena Kilatan Petir di Gunung Guntur dan Papandayan Bukan Erupsi, Ini Penjelasan BPBD

By
Wili Wili
Kasus Raihany Polisi Periksa Suami Sebagai Saksi, Ungkap Fakta Pencabulan dan Eksploitasi
Hukum & KriminalTrending

Kasus Raihany Polisi Periksa Suami Sebagai Saksi, Ungkap Fakta Pencabulan dan Eksploitasi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?