By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Masyarakat Keluhkan Program Keluarga Harapan, DPRD: Pemkot Bontang Tak Salah
Kabar Politik

Masyarakat Keluhkan Program Keluarga Harapan, DPRD: Pemkot Bontang Tak Salah

Devi Nila Sari
Last updated: April 13, 2021 8:58 pm
By
Devi Nila Sari
Share
4 Min Read
Masyarakat Keluhkan Program Keluarga Harapan, DPRD: Pemkot Bontang Tak Salah
Komisi I DRPD Bontang menggelar rapat kerja terkait data penerima Program PKH. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
Masyarakat Keluhkan Program Keluarga Harapan, DPRD: Pemkot Bontang Tak Salah
Komisi I DRPD Bontang menggelar rapat kerja terkait data penerima Program PKH. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Masyarakat keluhkan Program Keluarga Harapan, DPRD: Pemkot Bontang tak salah. Sebanyak 2356 warga Bontang mendapat PKH.

Akurasi.id, Bontang – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Bontang menggelar rapat kerja terkait data penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Selasa (13/4/2021).

Rapat ini dihadiri oleh Plh Wali Kota Bontang Aji Erlynawati, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, seluruh camat Bontang, dan seluruh lurah Bontang.

Ketua Komisi I DPRD Bontang Muslimin menyebutkan, fokus dari pertemuan itu karena adanya beberapa aduan dari masyarakat Bontang. Beberapa dari mereka ada yang pernah merasa mendapatkan PKH di tahu 2019, sementara tidak dapat di tahun 2020.

“Menurut hasil penjelasan dari Dinas Sosial, itu murni keputusan dari kementerian sosial, kalau data seluruh Kota Bontang sudah valid, tetapi keputusan final itu ada di pusat,” jelas Muslimin

Jadi kalau ada mengirimkan dokumen sudah lengkap lanjut dia, lalu ada beberapa masyarakat yang tidak terakomodir untuk mendapat program PKH, kata Muslimin itu bukan kesalahan Pemkot Bontang, tetapi semua hasil itu berasal dari keputusan pemerintah pusat.

Masyarakat Keluhkan Program Keluarga Harapan, DPRD: Pemkot Bontang Tak Salah
Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin (Rezki Jaya/Akurasi.id)

“Pemkot tak salah. Data dari koordinator PKH sebanyak 2356 warga Bontang yang mendapat program PKH dari seluruh Bontang. PKH ini program pemberian bantuan sosial bersyarat, awalnya itu ada di tingkat RT untuk verifikasi bekerja sama dengan BPS, kemudian ke lurah, dan camat, baru ke Dinas Sosial baru dikirim ke pusat,” bebernya.

[irp]

Menurut dia, kendala yang dialami oleh tim yang mengurus PHK di Bontang, karena sarana dan prasarana yang tidak memadai. Sehingga tidak bisa mendapatkan hasil yang maksimal untuk pengurusan tersebut.

“Mereka ada 16 koordinator PKH di Bontang hanya mendapatkan anggaran Rp20 juta, itu tidak cukup, kemudian sarana dan prasarana tidak memadai sehingga hasilnya tidak maksimal. Kami dari komisi I menginginkan karena ini persoalan sosial, agar kinerjanya bisa maksimal, anggarannya bisa ditambah, kalau tidak ditambah jangan sampai tidak sesuai dengan harapan kita,” ucapnya.

Senada dengan Muslimin, Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris pun menyebutkan rapat ini digelar karena banyaknya keluhan laporan masyarakat terkait dengan program PKH.

“Kami dari Komisi I tidak mau hanya sekedar menerima keluhan dari masyarakat tanpa komunikasi dengan dinas terkait. Sehingga kami adakan rapat ini,” ucap Abdul Haris.

“Nanti kami dari komisi I akan mengadakan rapat lagi, dan akan mengundang Disdukcapil, sebab persoalan tadi mungkin muncul karena persoalan NIK yang tidak sinkron dengan Kemendagri. Begitu di verifikasi di Kemensos, tidak terdapat di pusat. Nah ini yang akan kami cocokkan datanya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berikut skema bantuan per tahap menurut data dari Kemensos yakni.

[irp]

  • Ibu hamil Rp3.000.000 per tahun, Rp750.000 per 3 bulan
  • Anak usia 0 sampai 6 tahun Rp3.000.000 per tahun, Rp750.000 per 3 bulan.
  • Anak sekolah SD Rp900.000 per tahun, Rp225.000 per 3 bulan
  • anak sekolah SLTP Rp1.500.000 per tahun, Rp375.000 per 3 bulan
  • Anak sekolah SLTA Rp2.000.000 per tahun, Rp500.000 per 3 bulan
  • Disabilitas berat Rp2.400.000 per tahun, Rp600.000 per 3 bulan
  • Lanjut usia 70 tahun ke atas Rp2.400.000 per tahun, Rp600.000 per 3 bulan
  • Keluarga pasien tuberkolosis Rp3.000.000 per tahun, Rp750.000 per 3 bulan. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

 

TAGGED:DPRD BontangKabar PolitikKeluhkan Program Keluarga HarapanKomisi I DPRD Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bicara Infrastruktur Pendidikan dan Tenaga Pengajar, Andi Harun Berjanji Tuntaskan Bila Terpilih
Kabar Politik

Bicara Infrastruktur Pendidikan dan Tenaga Pengajar, Andi Harun Berjanji Tuntaskan Bila Terpilih

By
akurasi 2019
Gibran Rakabuming Raka Hadiri Penutupan Sidang Raya PGI di Toraja, Didampingi Andi Amar Ma'ruf Sulaiman
HeadlineKabar Politik

Gibran Rakabuming Raka Hadiri Penutupan Sidang Raya PGI di Toraja, Didampingi Andi Amar Ma’ruf Sulaiman

By
Wili Wili
Kabar Politik

Tatap Pilkada 2020, Kasmidi Enggak Mau Ngotot Jadi Bupati, Pilih Jadi Wakil

By
akurasi 2019
Pemilu Serentak dalam Sorotan (1)
Kabar Politik

Menuai Sukses di Pemilu 2019, Menimba Pelajaran Demi Suksesi Pilkada

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?