Kabar Politik

Punya Potensi Laut yang Luar Biasa, Kutim Justru Tak Punya Pelabuhan Ikan, Sutomo Jabir: Tahun Ini Dibangun

Loading

Punya Potensi Laut yang Luar Biasa, Kutim Justru Tak Punya Pelabuhan Ikan, Sutomo Jabir: Tahun Ini Dibangun
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir menyampaikan jika pembangunan pangkalan penampungan ikan di Kutim harus bisa diwujudkan. (Dok Humas DPRD Kaltim)

Punya Potensi Laut yang Luar Biasa, Kutim Justru Tak Punya Pelabuhan Ikan, Sutomo Jabir: Tahun Ini Dibangun. Menurut anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir, baik Pemkab Kutim dan Pemprov Kaltim bisa serius menggarap potensi perikanan tersebut.

Akurasi.id, Samarinda – Kekayaan maritim yang berlimpah nyatanya tak menjamin kelangsungan hidup masyarakat di pesisirnya. Seperti yang dirasakan para nelayan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yang begitu ironi dengan fasilitas melaut dan tempat penampungan ikan yang tak memadai.

Potensi yang begitu melimpah dari pesisir Kutim ini sangat disesalkan oleh Sutomo Jabir. Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini menilai begitu lambannya respons pemerintah setempat maupun di tingkat provinsi.

“Tidak hanya di Kutim, bahkan di Berau dan Bontang itu memiliki potensi perikanan dan pariwisata yang begitu luar biasa. Potensi ini jika dimaksimalkan tentu akan berimbas baik pada nilai ekonomi masyarakatnya,” tegas politikus Fraksi PKB ini, Senin (29/3/2021).

Jasa SMK3 dan ISO

Menurut Sutomo Jabir, potensi ekonomi sektor pesisir ini harusnya mampu dimaksimalkan sebaik mungkin. Terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

“Nah potensi itu harus dikembangkan dan tentunya sudah kami dorong. Tahun ini rencananya pangkalan ikan di sana akan dibangun dan dibenahi agar lebih baik lagi dan mampu mengakomodir semua kebutuhan di sana,” urainya.

Lanjut Sutomo, hingga saat ini perairan Kutim yang sebenarnya begitu kaya justru berbanding terbalik. Sebab perairan tersebut saat ini terkesan minim tangkapan ikan, yang mana sebenarnya permasalahan justru datang akibat minimnya fasilitas perahu dan alat tangkap para nelayannya.

Belum lagi permasalahan pelabuhan penampungan ikan yang dirasa tidak maksimal dan terkesan tidak ada sama sekali fungsionalnya.

“Ironinya itu, ikan yang muncul dari sana (perairan Kutim) justru dibawa ke Selili (Samarinda) baru dibawa lagi ke Kutim, dan itu tentunya membuat harga jual ikan semakin mahal,” tegasnya.

Kendati demikian, Sutomo menegaskan, jika penganggaran tahun ini guna membangun atau membenahi pangkalan ikan untuk menjawab kebutuhan para nelayan di Kutim akan segera terealisasikan.

“Sudah dianggarkan pembangunan tahun ini di Kenyamukan (Kutim), bukan hanya pendaratan ikan tapi juga nantinya pembangunan ini diharapkan berdampak positif pada potensi pariwisatanya juga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button