By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Mendikbud Khawatir Pernikahan Dini Naik jika Tak Belajar Tatap Muka, Abdul Haris: Itu Khawatir Berlebihan
Kabar Politik

Mendikbud Khawatir Pernikahan Dini Naik jika Tak Belajar Tatap Muka, Abdul Haris: Itu Khawatir Berlebihan

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 24, 2021 10:33 am
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Mendikbud Khawatir Pernikahan Dini Naik jika Tak Belajar Tatap Muka, Abdul Haris: Itu Khawatir Berlebihan
Anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
Mendikbud Khawatir Pernikahan Dini Naik jika Tak Belajar Tatap Muka, Abdul Haris: Itu Khawatir Berlebihan
Anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Mendikbud khawatir pernikahan dini naik jika tak belajar tatap muka. Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris beranggapan itu berlebihan.

Akurasi.id, Bontang – Baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan salah satu alasan mengizinkan belajar tatap muka di sekolah kembali digelar saat pandemi Covid-19 melanda, yakni khawatir akan ada peningkatan pada pernikahan dini.

“Dampak riil dan permanen yang bisa terjadi anak putus sekolah, persepsi orang tua banyak yang liat tidak ada peran sekolah apabila tak tatap muka, learning lost akan terus berkembang jika tidak memulai pembelajar tatap muka terbatas, kekerasan pada anak, kekerasan domestik, pernikahan dini,” kata Nadiem di Rapat Komisi X DPR RI, gedung DPR, Jakarta, dikutip dari laman Detik.com, Kamis (18/3/2021) lalu.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Abdul Haris beranggapan itu hanya kekhawatiran yang berlebihan dari Mendikbud. Dia beranggapan tidak ada tolok ukur yang memperkuat tanggapan bahwa terlalu lama belajar online dapat menyebabkan naiknya angka nikah di usia dini.

“Itu kekhawatiran yang berlebihan. Tidak ada alat ukur yang bisa kita jadikan patokan bahwa belajar daring ini dikhawatirkan banyak anak-anak yang melakukan pernikahan dini, khususnya di Bontang ini,” ucap Abdul Haris saat ditemui media ini, Senin (22/3/2021) kemarin.

Laki-laki yang pernah menjadi kepala di salah satu sekolah swasta itu menjelaskan memang seharusnya sekolah tatap muka segera dilaksanakan, walaupun Covid-19 masih ada, tetapi trennya mulai melandai, tinggal tunggu instruksi dari Dinas Kesehatan, terkhusus di Kota Bontang.

“Memang disisi lain, kalau kita bandingkan pelajaran online dan offline, lebih baik sebaiknya pembelajaran tatap muka di sekolah itu segera dilaksanakan, karena yang di khawatirkan pengetahuan anak-anak akan berkurang. Apalagi peran guru di sini bukan hanya sebagai orang yang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi guru juga menjadi teladan baik untuk siswa,” beber Haris.

[irp]

Dia menekannya, peran guru sangatlah besar untuk mengajarkan terkait etika dan moral untuk siswa.

“Hal itu yang akan mengurangi kualitas pendidikan di Indonesia khususnya di Bontang, menurut saya bukan nikah di usia dininya,” pungkas Haris. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:BirokrasiDPRD BontangMendikbudMendikbud Khawatir Pernikahan DiniNadiem Makarim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Baharuddin Demmu Kritik Keras Sikap Pemprov yang Menutupi Jalannya Seleksi Perusda Kaltim
Kabar Politik

Baharuddin Demmu Kritik Keras Sikap Pemprov yang Menutupi Jalannya Seleksi Perusda Kaltim

By
Devi Nila Sari
Pemerintah Akan Tempatkan Dana SAL di Bank Jakarta, Purbaya: Bisa Tembus Rp 20 Triliun
HeadlineKabar Politik

Menkeu Purbaya Siap Tempatkan Dana SAL di Bank Jakarta, Siapkan Rp10-20 Triliun

By
Wili Wili
Jemput Aspirasi Warga Teluk Singkama, Sutomo Jabir: Akan Saya Kawal Agar Ditindaklanjuti
Kabar Politik

Jemput Aspirasi Warga Teluk Singkama, Sutomo Jabir:  Akan Saya Kawal Agar Ditindaklanjuti

By
Redaksi Akurasi.id
Nadiem Makarim Klarifikasi Dugaan Korupsi Chromebook, Didampingi Hotman Paris: “Tidak Ditujukan untuk Daerah 3T”
PeristiwaTrending

Nadiem Makarim Klarifikasi Dugaan Korupsi Chromebook, Didampingi Hotman Paris: “Tidak Ditujukan untuk Daerah 3T”

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?