Wali Kota Andi Harun Resmikan Kampung Tangguh Pertama di Samarinda Lawan Covid-19

![]()


Wali Kota Andi Harun Resmikan Kampung Tangguh Pertama di Samarinda Lawan Covid-19. Kampung Tangguh ini menjadi salah satu pusat informasi dan pengendalian paling awal bagi wabah Covid-19. Termasuk dalam mendorong ketahanan pangan masyarakat kedepannya.
Akurasi.id, Samarinda – Kampung Tangguh pertama di Samarinda akhirnya resmi diluncurkan pemerintah. Launching itu bahkan diresmikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun pada Selasa (16/3/2021). Kampung Tangguh Covid-19 itu berada di RT 82, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun mengatakan, bahwa RT 82 menjadi Kampung Tangguh pertama yang ada di Kota Tepian -sebutan Samarinda. Dalam peresmian itu terdapat sebuah posko yang akan diperuntukkan untuk menekan Covid-19 dan mengimplementasikan PPKM mikro di tingkat RT.
“Dari sini akan menjadi contoh Kampung Tangguh yang ada di Samarinda,” ucap pria yang karib disapa AH ini kepada awak media, Selasa (16/3/2021).
Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, nantinya dalam posko yang disediakan pemerintah itu, akan menjadi pusat informasi penanganan Covid-19 di tingkat RT. Dengan demikian, masyarakat di tingkat RT menjadi pusat informasi dan pengendalian atas wabah tersebut.
“Kampung Tangguh merupakan perpanjangan dari PPKM mikro di tingkat RT sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Mari kita sukseskan program ini,” ajaknya.
Lebih lanjut AH menjelaskan, Kampung Tangguh adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan taat protokol kesehatan masyarakat selama pendemi Covid-19 berlangsung. “Sebelum pandemi ini berakhir, Kampung Tangguh akan terus berlangsung, agar masyarakat semakin sadar tentang pentingnya menjalankan prokes,” katanya.
Selain itu, ketahanan pangan disebutnya menjadi salah satu indikator berdirinya Kampung Tangguh. Dirinya menyebut, seluruh RT di Samarinda akan didorong untuk menjadi Kampung Tangguh dimulai dari masa 100 hari kerjanya setelah dilantik.
Dalam peresmian tersebut, AH pun tak lupa berkeliling melihat progres kemajuan RT 82. Di mana beberapa masyarakat ada yang melakukan budidaya ikan lele, gurami, hingga perkebunan pepaya yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Ketua RT 82 Loa Bakung, Muhammad Hafid Zaenal menyebut, pengelolaan budidaya ikan dan perkebunan pepaya dilakukan secara swadaya. Ia berujar, keaktifan warga yang membuat kegiatan itu berjalan.
“Alhamdulillah sudah berjalan 2 tahun, kami jaga dengan melakukan musyawarah (rembuk warga) setiap 3 bulan sekali untuk membahas kegiatan yang akan dilakukan. Itu sekaligus evaluasi,” terang Hafid.
Mengenai pendaan, Hafid menyebut didapatkan dari hasil “jimpitan”. Jimpitan merupakan kaleng yang ditaruh di setiap rumah warga dan diambil setiap malam oleh penjaga malam, yang merupakan donasi dan keiklasan warga.
“Kebetulan kampung kami dilirik oleh pemerintah, sebenarnya kami juga tidak menyangka untuk dijadikan Kampung Tangguh. Ini jadi motivasi sih buat kami,”ucapnya. (*)
Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin









