By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Jika Merasa Tak Bersalah, Madri Pani Tantang Direktur PDAM Berau Penuhi Undangan Hearing Dewan
Trending

Jika Merasa Tak Bersalah, Madri Pani Tantang Direktur PDAM Berau Penuhi Undangan Hearing Dewan

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 18, 2021 12:23 pm
By
Devi Nila Sari
Share
6 Min Read
Jika Merasa Tak Bersalah, Madri Pani Tantang Direktur PDAM Berau Penuhi Undangan Hearing Dewan
Ketua DPRD Berau Madri Pani menantang Direktur PDAM Batiwakkal menghadiri undangan hearing dewan. (Dok Humas DPRD Berau)
SHARE
Jika Merasa Tak Bersalah, Madri Pani Tantang Direktur PDAM Berau Penuhi Undangan Hearing Dewan
Ketua DPRD Berau Madri Pani menantang Direktur PDAM Batiwakkal menghadiri undangan hearing dewan. (Dok Humas DPRD Berau)

Jika Merasa Tak Bersalah, Madri Pani Tantang Direktur PDAM Berau Penuhi Undangan Hearing Dewan. Sebab, keengganan Saipul Rahman memenuhi panggilan DPRD Berau untuk mengklarifikasi laporan dugaan pelanggaran hingga korupsi yang dialamatkan kepadanya semakin memunculkan banyak pertanyaan di masyarakat.

Akurasi.id, Berau – Kasus dugaan pelanggaran hingga isu korupsi yang menyelimuti Saipul Rahman selaku direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal, Berau, hingga kini masih belum menuai titik terang. Keengganan Saipul Rahman menghadiri undangan hearing dari DPRD maupun Pemkab Berau menjadi musabab persoalan itu belum juga kunjung terurai hingga kini.

Bagaimana tidak, untuk diketahui, pada Januari dan Februari 2021, Saipul Rahman sudah dua kali diundang untuk memberikan klarifikasi ke DPRD dan Pemkab Berau. Namun dua kali itu juga Saipul memilih tidak menghadiri alias mangkir.

Dua alasan yang diajukan Saipul yakni dirinya pada panggilan pertama, sedang menjalani isolasi mandiri usai terpapar Covid-19. Pada panggilan kedua, Saipul beralasan, bahwa pada saat itu dirinya sudah terlanjur mengiyakan untuk menghadiri salah satu kegiatan yang ada di Kota Samarinda.

Sikap Saipul Rahman yang memilih tidak hadir di kedua undangan itu, semakin menyulut tanya dan teka teki, apa sebenarnya yang terjadi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batiwakkal milik Pemkab Berau tersebut. Terutama di tengah gencarnya laporan ragam dugaan pelanggaran yang dilakukan Saipul.

Keengganan Saipul menghadiri undangan hearing dari DPRD Berau misalnya, turut memancing rasa kekecewaan dari DPRD Berau. Ketua DPRD Berau itu, dibuat terheran-heran dan bertanya-tanya atas sikap Saipul Rahman. Apalagi, laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan Saipul datang dari orang dalam Perumda Air Minum Batiwakkal, yakni Ramlan Asri selaku sekretaris Dewan Pengawas (Dewas) perusahaan tersebut.

Kepada media ini, Madri Pani berujar, dalam pengelolaan Perumda atau PDAM, bupati merupakan bagian dari keterwakilan pemilik modal (KPM). Menurutnya, semestinya, pada saat Pemkab Berau mengundang Saipul untuk menjelaskan masalah yang dilaporkan atas dirinya, harusnya hadir. Karena undangan bupati ketika itu sama halnya mengatasnamakan Pemkab Berau.

“Yang aneh, selaku direktur utama, (Saipul Rahman) enggak mau hadir saat diundang hearing dengar pendapat. Kalau dia merasa benar dan tidak ada kesalahan, harusnya ada (datang) klarifikasi dong,” cakapnya, Senin (15/3/2021).

[irp]

Pada saat diundang DPRD pun, semestinya Saipul Rahman bisa memenuhi undangan tersebut. Setidaknya-tidaknya, jika memang berhalangan hadir, maka selaku direktur, Saipul bisa mengutus wakil pada panggilan tersebut.

“Tapi alasannya Covid-19 kemarin. Diudang lagi, tiba-tiba di Samarinda. Ini sama saja mencederai hati masyarakat,” imbuhnya.

Madri Pani Tantang Saipul Rahman Klarifikasi di Hearing

Kala berbincang dengan wartawan media ini melalui sambungan telepon pada Senin (15/3/2021) siang, sebagai Ketua DPRD Berau, Madri Pani tidak memungkiri jika ada sederet catatan laporan persoalan Perumda Air Minum Batiwakkal yang disampaikan padanya. Di mana, semua laporan itu menyeret nama Saipul Rahman.

Masalah pertama yang dilaporkan kepada politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini, yakni terkait program pemasangan air bersih bagi 1.473 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari program itu, yang dibayarkan Kementerian PUR hanya sebanyak 737 sambungan. Program MBR ini berdasarkan hasil verifikasi pusat.

Yang menjadi pertanyaan Madri Pani, dari sisa program yang ditanggung pusat itu, lalu siapa yang akan membayarnya. Sementara jika dibebankan dari dana penyertaan modal sebesar Rp5,9 miliar, maka itu sudah berbeda peruntukan. Karena penyertaan modal tersebut khusus untuk jaringan dan sambungan rumah.

“(Dana penyertaan modal itu) bukan untuk MBR. Itu pelanggarannya, masalah hukumnya di situ,” ketusnya.

[irp]

Persoalan kedua yang turut dikomentari orang nomor satu di legislatif Berau itu, ialah terkait dugaan pelanggaran karena telah membagi-bagikan dan menerima jasa produksi tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018 yang dilakukan Saipul Rahman. Di mana, dana sebesar Rp315 juta itu juga diduga ikut mengalir kepada ketua Dewas.

Sedang berdasarkan laporan dari sekretaris Dewas Perumda Air Minum Batiwakkal Ramlan Asri, untuk Saipul Rahman sebagai direktur dan M Gazali selaku ketua Dewas yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, sama sekali tidak berhak menerima jasa produksi tersebut, karena mereka diangkat dan mulai menjabat terhitung 2019.

“SK dia (Saipul) saat menjadi dirut, dan (M Gazali) ketua Badan Pengawas diberikan pada 2019. Betul kalau alasannya itu kebijakan dia. Tapi jasa produksi itu dikasihkan dong kepada pemegang hak pada 2016, 2017, dan 2018 itu. Karena itu bukan hak dia,” ujarnya.

[irp]

Ketiga, dugaan pelanggaran yang turut diterima Madri Pani, berkaitan dengan dugaan pembelian 3 unit mobil. Yang mana, pembelian kendaraan roda empat itu tidak masuk dalam rencana kerja anggaran (RKA) Perumda Air Minum Batiwakkal Berau tahun 2020.

“Yang jadi masalah, ini haknya masyarakat, tolong ini menjadi perhatian. Kalau dia memang benar, ya hadir dong saat kami undang. Kalau dia tidak bisa hadir, (minimal utus) perwakilannya dong, kan ada namanya wakil, namanya bendahara,” ucapnya. (*)

Penulis: Tim Redaksi Akurasi.id
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Jika Merasa Tak BersalahKetua DPRD BerauMadri PaniPenuhi Undangan Hearing DewanTantang Direktur PDAM BerauTantang Perumda Batiwakkal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: dari Tradisi hingga Hari Besar Umat Islam

Akurasi.id - Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati…

Kualitas Udara Memburuk, Malaysia dan Brunei Bawa Kasus Kabut Asap ke ASEAN

Akurasi.id, Jakarta - Kabut asap lintas batas kembali menjadi sorotan utama di…

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan pada Sabtu (22/08/2026)…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tragedi Penembakan di Way Kanan: Tiga Polisi Gugur Saat Gerebek Judi Sabung Ayam, Oknum TNI Ditangkap
PeristiwaTrending

Tragedi Penembakan di Way Kanan: Tiga Polisi Gugur Saat Gerebek Judi Sabung Ayam, Oknum TNI Ditangkap

By
Wili Wili
OTT KPK di 3 Lokasi, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Ditangkap Terkait Dugaan Suap DAK Rumah Sakit
PeristiwaTrending

OTT KPK di 3 Lokasi, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Ditangkap Terkait Dugaan Suap DAK Rumah Sakit

By
Wili Wili
Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki Jakarta, 22 Juli 2024 - Instagram Nagita Slavina baru-baru ini dibanjiri hujatan dari warganet setelah postingan yang menunjukkan Wanda Hara mengenakan cadar saat mengikuti kajian bersama Ustadz Hanan Attaki. Dalam unggahan tersebut, banyak netizen menilai bahwa Nagita Slavina seharusnya mengingatkan Wanda Hara untuk tidak mengenakan cadar dalam acara tersebut. Reaksi Warganet dan Wanda Hara Komentar negatif membanjiri kolom komentar Instagram istri Raffi Ahmad ini. Beberapa netizen merasa kecewa karena melihat Wanda Hara, seorang pria, mengenakan cadar saat mengikuti kajian. "Bersahabat dengan siapapun silahkan. Tapi kalau sudah menormalisasi penyimpangan dengan alasan urus diri dan dosa masing-masing itu salah banget sih... padahal baru pulang haji lho, sedih aja sih liatnya," tulis akun @ka*****. "Mba Gigi dan yang lain emang gak ngingetin? Agak lain emang," tulis akun @se*****. "Gunanya teman adalah untuk saling mengingatkan. Kalau nggak gitu, kayaknya jangan berteman aja malu pak haji bu haji, coba tanya anaknya cowok boleh nggak kayak si WH ini?" tulis akun @ng****. "Plis mbak, jangan menormalisasikan penyimpangan, ini kajian loh bukan karnaval," tulis akun @ba****. Wanda Hara sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini. Namun, ia telah membatasi kolom komentar di akun Instagram pribadinya @wanda_haraa setelah insiden tersebut. Dalam beberapa unggahan Instagram Story, Wanda masih terlihat menjalani aktivitas sehari-harinya, termasuk berolahraga bersama Nagita Slavina, Raffi Ahmad, dan teman-temannya. Panitia dan Nikita Mirzani Sentil Nagita Slavina Panitia acara kajian Ustadz Hanan Attaki pun menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram @ayah_amanah pada Minggu (22/7/2024). "Menanggapi yang sedang viral, mohon maaf ketika acara berlangsung, kami sebagai panitia dan Ustadz Hanan Attaki tidak mengetahui siapa yang ada di balik cadar. Kami baru tahu jika sosok tersebut adalah laki-laki setelah viral," tulis akun tersebut. Panitia juga berjanji akan lebih selektif dalam proses registrasi peserta untuk acara-acara mendatang. "Terima kasih masukannya teman-teman, menjadi evaluasi untuk kami agar bisa lebih selektif lagi dalam proses registrasi peserta," jelasnya. Nikita Mirzani turut memberikan kritik kepada Nagita Slavina atas kejadian ini. Dalam Instagram Story-nya, Nikita menyayangkan bahwa Nagita tidak memberikan saran kepada Wanda Hara, mengingat Wanda adalah seorang pria. "Yang nggak gue habis pikir itu adalah kenapa si Wanda ini bisa bercadar. Berarti kan teman-teman di sekelilingnya itu mensupport. Kalau nggak mensupport, nggak mungkin si Wanda Hara ini ada di tengah-tengah perempuan," jelas Nikita Mirzani. Nikita juga menambahkan bahwa teman-teman Wanda seharusnya bisa lebih peka dan memberi tahu Wanda untuk tidak mengenakan cadar dalam kajian tersebut. "Sesederhana itu ya," tambahnya. Profil Wanda Hara Wanda Hara adalah seorang stylist terkenal di kalangan artis. Dia pernah bekerja di sebuah majalah perempuan di Jakarta dan mulai menekuni dunia fashion sejak tahun 2006. Meski awalnya ingin menjadi makeup artist, Wanda lebih senang dengan tata busana. Kini, Wanda kerap menangani gaya busana artis papan atas dan sering berbagi momen bersama selebritas di Instagram pribadinya @wanda_haraa. Tags: Nagita Slavina, Wanda Hara, Ustadz Hanan Attaki, Instagram, Kritik Warganet, Cadar, Nikita Mirzani, Kajian Islam Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki Jakarta, 22 Juli 2024 - Instagram Nagita Slavina baru-baru ini dibanjiri hujatan dari warganet setelah postingan yang menunjukkan Wanda Hara mengenakan cadar saat mengikuti kajian bersama Ustadz Hanan Attaki. Dalam unggahan tersebut, banyak netizen menilai bahwa Nagita Slavina seharusnya mengingatkan Wanda Hara untuk tidak mengenakan cadar dalam acara tersebut. Reaksi Warganet dan Wanda Hara Komentar negatif membanjiri kolom komentar Instagram istri Raffi Ahmad ini. Beberapa netizen merasa kecewa karena melihat Wanda Hara, seorang pria, mengenakan cadar saat mengikuti kajian. "Bersahabat dengan siapapun silahkan. Tapi kalau sudah menormalisasi penyimpangan dengan alasan urus diri dan dosa masing-masing itu salah banget sih... padahal baru pulang haji lho, sedih aja sih liatnya," tulis akun @ka*****. "Mba Gigi dan yang lain emang gak ngingetin? Agak lain emang," tulis akun @se*****. "Gunanya teman adalah untuk saling mengingatkan. Kalau nggak gitu, kayaknya jangan berteman aja malu pak haji bu haji, coba tanya anaknya cowok boleh nggak kayak si WH ini?" tulis akun @ng****. "Plis mbak, jangan menormalisasikan penyimpangan, ini kajian loh bukan karnaval," tulis akun @ba****. Wanda Hara sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi ini. Namun, ia telah membatasi kolom komentar di akun Instagram pribadinya @wanda_haraa setelah insiden tersebut. Dalam beberapa unggahan Instagram Story, Wanda masih terlihat menjalani aktivitas sehari-harinya, termasuk berolahraga bersama Nagita Slavina, Raffi Ahmad, dan teman-temannya. Panitia dan Nikita Mirzani Sentil Nagita Slavina Panitia acara kajian Ustadz Hanan Attaki pun menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram @ayah_amanah pada Minggu (22/7/2024). "Menanggapi yang sedang viral, mohon maaf ketika acara berlangsung, kami sebagai panitia dan Ustadz Hanan Attaki tidak mengetahui siapa yang ada di balik cadar. Kami baru tahu jika sosok tersebut adalah laki-laki setelah viral," tulis akun tersebut. Panitia juga berjanji akan lebih selektif dalam proses registrasi peserta untuk acara-acara mendatang. "Terima kasih masukannya teman-teman, menjadi evaluasi untuk kami agar bisa lebih selektif lagi dalam proses registrasi peserta," jelasnya. Nikita Mirzani turut memberikan kritik kepada Nagita Slavina atas kejadian ini. Dalam Instagram Story-nya, Nikita menyayangkan bahwa Nagita tidak memberikan saran kepada Wanda Hara, mengingat Wanda adalah seorang pria. "Yang nggak gue habis pikir itu adalah kenapa si Wanda ini bisa bercadar. Berarti kan teman-teman di sekelilingnya itu mensupport. Kalau nggak mensupport, nggak mungkin si Wanda Hara ini ada di tengah-tengah perempuan," jelas Nikita Mirzani. Nikita juga menambahkan bahwa teman-teman Wanda seharusnya bisa lebih peka dan memberi tahu Wanda untuk tidak mengenakan cadar dalam kajian tersebut. "Sesederhana itu ya," tambahnya. Profil Wanda Hara Wanda Hara adalah seorang stylist terkenal di kalangan artis. Dia pernah bekerja di sebuah majalah perempuan di Jakarta dan mulai menekuni dunia fashion sejak tahun 2006. Meski awalnya ingin menjadi makeup artist, Wanda lebih senang dengan tata busana. Kini, Wanda kerap menangani gaya busana artis papan atas dan sering berbagi momen bersama selebritas di Instagram pribadinya @wanda_haraa. Tags: Nagita Slavina, Wanda Hara, Ustadz Hanan Attaki, Instagram, Kritik Warganet, Cadar, Nikita Mirzani, Kajian Islam Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki
SelebritisTrending

Instagram Nagita Slavina Dihujani Kritik: Imbas Wanda Hara Pakai Cadar Saat Kajian Ustadz Hanan Attaki

By
Wili Wili
Begini Kronologi Kelompok Radikal Hindu India Hancurkan Patung Yesus
HeadlineTrending

Begini Kronologi Kelompok Radikal Hindu India Hancurkan Patung Yesus

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?