By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Bontang Terancam Kehabisan Air Bersih 20 Tahun Lagi, Ini Saran DPRD
Birokrasi

Bontang Terancam Kehabisan Air Bersih 20 Tahun Lagi, Ini Saran DPRD

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 15, 2021 10:55 am
By
Devi Nila Sari
Share
2 Min Read
Bontang Terancam Kehabisan Air Bersih 20 Tahun Lagi, Ini Saran DPRD
Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik ketika diwawancara para wartawan. (Dok Akurasi.id)
SHARE
Bontang Terancam Kehabisan Air Bersih 20 Tahun Lagi, Ini Saran DPRD
Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik ketika diwawancara para wartawan. (Dok Akurasi.id)

Bontang terancam kehabisan air 20 tahun lagi, ini saran DPRD. Ini lantaran Kebutuhan air bersih semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Akurasi.id, Bontang – Pengendalian dan pemanfaatan air bawah tanah merupakan alternatif sumber air baku, yang digunakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Ini dilakukan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pasokan air bersih, akibat terbatasnya sumber air baku permukaan.

Kebutuhan akan air bersih yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, menyebabkan pengambilan air tanah semakin meningkat sehingga dikhawatirkan Bontang terancam kehabisan air bersih.

Krisis cadangan air bawah tanah Bontang dengan kebutuhan air 15 juta liter kubik untuk setiap tahunnya, diperkirakan akan habis hingga 20 tahun mendatang.

Hal ini diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Abdul Malik. Dia mengaku prihatin dengan kondisi air bawah tanah yang berpotensi habis di Kota Bontang.

“Agar Pasokan air bawah tanah bisa selalu tercukupi untuk masyarakat Bontang, kami akan berusaha maksimal untuk mencari solusinya,” ungkap Abdul Malik kepada awak media, Rabu (10/3/2021) lalu.

Dia juga menambahkan, berdasarkan penelitian Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2006, menyatakan Bontang untuk 20 tahun mendatang akan alami krisis air, karena masih mengandalkan air bawah tanah.

[irp]

Selaku perwakilan rakyat, pihaknya berusaha untuk memastikan regulasi terkait dengan solusi cadangan air permukaan tanah. Dengan catatan, cadangan air itu telah tidak akan mengganggu kondisi air bawah tanah di Bontang.

“Salah satu yang diupayakan yaitu potensi menggunakan danau bekas tambang PT Indominco Mandiri (IMM),” ucapnya.

Abdul Malik mengatakan, bahwa dari kunjungan kerja Pemkab Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) terkait dengan ketersediaan air Danau Karangan Marangkayu dan Bendungan Suka Rahmat, yang memungkinkan yakni danau bekas tambang IMM.

“Tapi tidak mudah mengalirkan air dengan kuantitas 18 juta liter ke Bontang, pasalnya mesti ada 12 regulasi harus dituntaskan terlebih dahulu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Abdul MalikBirokrasiBontang Terancam Kehabisan AirDPRD Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

maloy
Birokrasi

Pembangunan Maloy Tinggal Dirampungkan APBN, Agus Suwandy: Dari Dana APBD Sudah Kami Selesaikan dari 2018

By
akurasi 2019
DPRD Bontang Minta Universitas Lokal Diberdayakan dalam Pembuatan Naskah Akademik Perda
Birokrasi

DPRD Bontang Minta Universitas Lokal Diberdayakan dalam Pembuatan Naskah Akademik Perda

By
akurasi 2019
Daerah Nyerakat Kiri Bakal Jadi Projek Awal Penanaman Berbasis Pekarangan DKP3 Bontang
Birokrasi

Daerah Nyerakat Kiri Bakal Jadi Projek Awal Penanaman Berbasis Pekarangan DKP3 Bontang

By
akurasi 2019
Ikut Bangun Kota Bontang, Ketua DPRD Andi Faiz Dukung Penuh Pelaksanaan TMMD Ke-112
Kabar Politik

Ikut Bangun Kota Bontang, Ketua DPRD Andi Faiz Dukung Penuh Pelaksanaan TMMD Ke-112

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?