Sabtu-Minggu “Dilarang” Keluar Rumah, Warga Samarinda Ramai-Ramai Serbu Pasar Tradisional

![]()

Sabtu-Minggu “dilarang” keluar rumah, warga Samarinda ramai-ramai serbu pasar tradisional. Masyarakat merasa khawatir jika pada Sabtu dan Minggu besok mereka tidak dapat beraktivitas sama sekali, walau sekadar untuk keluar membeli sayur mayur di pasar.
Akurasi.id, Samarinda – Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk melakukan sterilisasi pada Sabtu dan Minggu besok, benar-benar telah memancing kepanikan warga, tidak terkecuali di Kota Samarainda. Apalagi peredaran wabah Covid-19 di Kota Samarinda juga mengalamo tren peningkatan.
Pada Jumat pagi (5/2/2021), ratusan warga Samarinda berlomba-lomba menyerbu sejumlah pasar tradisional, salah satunya di Pasar Segiri Samarinda. Kepanikan(panic buying) ini diduga terjadi sebagai imbas dari rencana pemerintah melakukan pembatasan atas kegiatan sosial masyarakat pada 6-7 Februari 2021 besok.
“Tadi habis baca berita, kalau dua hari kita enggak boleh keluar rumah, dan pasar akan ditutup, jadi sekarang beli banyak belanjaan kebutuhan dapur untuk 2 hari ke depan,” jelas salah seorang pembeli di Pasar Segiri bernama Sri saat ditemui Akurasi.id usai berbelanja pada Jumat (5/2/2021).
Warga Jalan Pahlawan Samarinda itu, mengakui panik lantaran takut jika besok toko-toko dan pasar akan tutup. “Kalau dibilang panik ya panik mas, soalnya takutnya besok toko-toko pada tutup dan enggak ada orang jualan makanan,” ucapnya.
Hal serupa pun dilakukan warga Samarinda lainnya, yakin Diah, yang terlihat banyak menenteng banyak belanja bawaan saat keluar di Pasar Segiri Samarinda. Ia mengaku memborong kebutuhan sehari-hari untuk seminggu ke depan.
“Ini persiapan buat seminggu ke depan, takutnya saja lebih dari dua hari (kebijakan sterilisasinya), jadi banyak-banyak menyetok persediaan makanan,” ucap Diah warga Jalan Pemuda.
Selain pembeli, kepanikan pun dirasakan penjual ikan di Pasar Segiri. Pria bernama Lutfi itu mengaku terpaksa menjual murah ikan dagangannya, lantaran takut jika besok pasar akan tutup selama dua hari ke depan.
“Mau enggak mau kami jual murah mas, dari pada enggak habis, yang ada malah rugi,” imbuhnya.
Lutfi menerangkan, jika hingga saat ini, dirinya dan para pedagang lainnya belum mendapatkan informasi kepastian penutupan pasar dari pihak pengelola. Makanya, sebagian besar pedagang dibuat panik dengan belum adanya informasi tersebut.
“Belum ada informasi resmi dari pengelola, tapi dapat informasinya dari mulut ke mulut dan di media sosial (Facebook), jadi liat saja besok,” tuturnya. (*)
Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin









