By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain
Trending

Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain

akurasi 2019
Last updated: Februari 3, 2021 9:09 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain
Dedy Supianto menjadi penyitas Covid-19 pertama yang berhasil mendonorkan plasmanya di UTD PMI Bontang. (Doc Humas PMI Bontang)
SHARE
Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain
Dedy Supianto menjadi penyitas Covid-19 pertama yang berhasil mendonorkan plasmanya di UTD PMI Bontang. (Dok Humas PMI Bontang)

Cerita Dedy Supianto, penyintas Covid-19 asal Bontang donorkan plasma darah pertama bagi pasien lain. Untuk bisa mendonorkan plasma terbilang tidak mudah, karena harus melewati tahapan. Dari 26 calon pendonor, hanya 1 orang yang memenuhi persyaratan. 

Akurasi.id, Bontang – Pelan tapi pasti, penyebaran wabah Covid-19 mulai dapat dikendalikan. Terlebih lagi setelah pemerintah mendapatkan vaksin Sinovac sebagai antibodi bagi masyarakat dalam mencegah penularan wabah tersebut. Tidak hanya itu, darah mereka yang pernah terpapar Covid-19 dan telah dinyatakan sembuh, juga dinilai jadi obat tersendiri yang bisa mempercepat kesembuhan pasien Covid-19.

Dedy Supianto, begitu nama pria asal Bontang yang menjadi orang pertama penyintas Covid-19 yang mendonorkan darahnya demi membantu kesembuhan pasien lain yang terpapar wabah tersebut. Sebelum menjadi pendonor plasma pertama di Kota Taman -sebutan Bontang-, Dedy telah melawati proses yang cukup panjang.

[irp]

Dia bercerita, semula, ia direkomendasikan oleh perusahaannya untuk bisa mendonorkan plasma darah kepada rekannya yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. “Awalnya, ada teman yang butuh (donor plasma), waktu itu saya langsung dihubungi perusahaan tapi harus lewat screening di Labkesda. Setelah screening, saya dihubungi bahwa saya bisa donor plasma,” tuturnya.

Berhasil lolos dari tahap screening di Labkesda, Dedy pun ternyata tidak langsung mendonorkan darahnya. Dedy diimbau untuk melakukan hal-hal yang telah dianjurkan sehingga proses pengambilan darah bisa berjalan baik.

“Saya diminta untuk istirahat cukup dan semalam saya tidur jam 10, lalu minum vitamin, dan makan buah,” ucanya.

Dedy tidak ingin memungkiri, kalau pada awalnya dia sempat gugup dan tegang. Terlebih dirinya adalah orang penyintas Covid-19 yang pertama kali mendonorkan plasmanya. Kendati demikian, karena dirinya sudah cukup terbiasa menjadi pendonor darah, rasa nervesnya sedikit berkurang.

“Walau saya belum tahu donor plasma seperti apa, saya enggak begitu khawatir lagi karena sudah biasa donor darah. Tapi sampai saat ini kondisi saya baik-baik saja, nyaman dan enggak ada masalah. Ya, walau awalnya sih agak tegang tapi setelah berjalan nyaman saja,” tuturnya.

[irp]

Ia berharap, para pasien Covid-19 bisa segera pulih dengan bantuan donor plasma ini, dan untuk penyintas Covid-19 bisa membantu mendonorkan plasma selanjutnya, sehingga membantu mempercepat kesembuhan pasien yang lain.

“Harapannya, semoga bukan hanya saya saja, tetapi teman-teman yang lain berkenan untuk mendonor plasmanya, dan apa yang saya lakukan semoga bermanfaat untuk temen-temen yang terkena Covid-19 agar bisa sembuh,” tutupnya.

Pendonor Plasma di Bontang Masih Minim

Penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Bontang terbilang terbilang masih tinggi. Hingga Januari 2021, kasus positif sudah mencapai 3.158 kasus, dengan pasien sembuh 2.108 kasus. Sementara kasus aktif yang dirawat sebanyak 91 kasus, dan diisolasi mandiri 904 orang.

Dengan meningkatnya jumlah Covid-19 di Bontang, donor plasma konvalesen diakui dapat membantu proses penyembuhan pasien Covid-19. Hanya saja, pendonor plasma ini sendiri masih sangat minim di Bontang. Padahal, untuk mengadakan alat terapi plasma darah atau plasma konvalesen nilainya mencapai Rp1,5 miliar.

Teknisi Laboratorium PMI Bontang, Tyas Drastyana berjar, tak mudah mendapatkan donor plasma darah dari penyitas Covid-19. Walaupun, cara ini terbilang memiliki efektivitas yang cukup tinggi bagi penyembuhan pasien Covid-19.

“Masih minimnya peminat untuk donor plasma ini, itu yang menjadi kendala saat ini,” ucap Tyas saat ditemui media ini di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bontang, Kamis (28/1/2021).

[irp]

Lanjut dia, saat ini baru ada beberapa yang mau mendonorkan plasmanya. Namun sampai saat ini baru ada 1 orang pendonor dari 26 calon pendonor yang telah terdaftar. Hal ini karena tidak semua penyitas Covid-19 dapat mendonorkan plasmanya, karena calon pendonor harus melewati beberapa tahap.

“Calon pendonor harus melalui pengecekan darah lengkap, filter antibody plasma, tinggi badan, leukosit, trombosit, dan juga diutuamakan untuk orang yang pernah mendonorkan darah sebelumnya,” jelasnya. (*) 

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin 

TAGGED:Dedy SupiantoDonor Plasma Darah Pertama BontangPenyintas Covid-19 Asal Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bosan Tunggu Perbaikan Pemerintah, Warga Insiatif Perbaiki Jalan Rusak di Tanah Datar
Trending

Bosan Tunggu Perbaikan Pemerintah, Warga Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak di Tanah Datar

By
Devi Nila Sari
Sah, Ibu Kota Negara ke Kaltim, PPU dan Kukar Jadi Lokasi Pembangunan
Trending

Sah, Ibu Kota Negara ke Kaltim, PPU dan Kukar Jadi Lokasi Pembangunan

By
akurasi 2019
Jadwal Timnas Indonesia vs Korea Selatan U-23 di Kualifikasi Piala Asia 2026
OlahragaTrending

Jadwal Timnas Indonesia vs Korea Selatan U-23 di Kualifikasi Piala Asia 2026

By
Wili Wili
Tol Sedyatmo Arah Bandara Soekarno-Hatta Masih Tergenang, Lalu Lintas Melambat
PeristiwaTrending

Tol Sedyatmo Arah Bandara Soekarno-Hatta Masih Tergenang, Lalu Lintas Melambat

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?