By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Corak > Ratusan Ayam Mati, Perternak Unggas di Kampung Jawa Merugi
CorakTrending

Ratusan Ayam Mati, Perternak Unggas di Kampung Jawa Merugi

akurasi 2019
Last updated: November 18, 2020 8:32 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Ratusan Ayam Mati, Perternak Unggas di Kampung Jawa Merugi
Ratusan ayam mati karena flu burung, Yadi menunjukkan ayamnya yang tersisa. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Ratusan Ayam Mati, Perternak Unggas di Kampung Jawa Merugi
Ratusan ayam mati karena flu burung, Yadi menunjukkan ayamnya yang tersisa. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Ratusan ayam mati, peternak unggas di Kampung Jawa merugi. Sudah dua kali terkena flu burung, peternak ayam tersebut mengalami kerugian mencapai ratusan juta.

Akurasi.id, Bontang – Musmulyadi (67) yang telah berkecimpung di dunia peternakan ayam kampung harus pasrah melihat ratusan unggas kesayangannya mati. Penyebabnya virus flu burung yang menyerang peliharaannya pada Oktober lalu.

Baca juga: Diterpa Covid-19 dan Virus Flu Burung, Para Penjual Ayam di Bontang Terancam Gulung Tikar

Bukan kali ini saja ayam miliknya mati akibat keganasan flu burung. Medio 2004, hal serupa pun pernah menimpanya. Kala itu, sekira 200 ayam kampung miliknya mati akibat terinfeksi virus flu burung yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia pada waktu itu.

“Seingat saya, dua bulan sebelum tsunami Aceh, semua ayam saya mati diserang flu burung. Dan yang ini kali kedua,” ucap Musmulyadi saat ditemui di rumahnya, Jalan Gamelan RT 19 Nomor 7, Kampung Jawa, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, pada Rabu (18/11/2020).

Alhasil unggas peliharaan yang berjenis ayam Bangkok Vietnam itu seluruhnya mati tanpa tersisa satu pun hingga dirinya mengalami kerugian ratusan juta.

”Waktu itu saya sudah pasrah. Namun karena hobi saya dari dulu memelihara ayam, saya tidak kapok. Saya kembali memelihara ayam. Ternyata sekarang kena lagi 150 ekor ayam saya mati lagi,” ucapnya.

Pria yang kerap disapa Yadi Batako itu diketahui sudah berternak ayam pada tahun 1967 ketika masih tinggal di Kabupaten Blitar.

“Tahun 1967 saya sudah mulai hobi memelihara ayam, hingga merantau ke Bontang pada tahun 1980 hingga sekarang masih tetap berternak ayam,” ujarnya.

Selama ini ayam ternak milik Yadi biasa dijual dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pembelinya pun kebanyakan dari luar kota. Seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur (Kutim), bahkan sampai luar pulau.

“Memelihara ayam ini, selain dijadikan hobi, saya jadikan bisnis juga, lantaran hasilnya cukup menjanjikan,” terangnya.

Yadi saat ini hanya berharap virus flu burung yang tengah menimpanya ini dapat segera berlalu, agar dirinya dapat berternak ayam kembali.

“Sekarang ayam saya tinggal 5 ekor, itu pun saat flu burung menyerang saya ungsikan ke tempat lain agar tak tertular. Sekarang saya cuma bisa pasrah, ya semoga saja flu burung ini usai,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Flu BurungPeternak AyamRatusan Ayam Mati
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kasasi Dikabulkan MA, Agnez Mo Menang Perkara Hak Cipta Lagu Bilang Saja
SelebritisTrending

Kasasi Dikabulkan MA, Agnez Mo Menang Perkara Hak Cipta Lagu Bilang Saja

By
Wili Wili
Tragis, Warga Purbalingga Tewas di Hutan Siregol Saat Berburu Kelelawar
PeristiwaTrending

Tragis, Warga Purbalingga Tewas di Hutan Siregol Saat Berburu Kelelawar

By
Wili Wili
banjir samarinda
Trending

Banjir Samarinda Belum Juga Turun, Para Korban Mulai Krisis Makanan

By
akurasi 2019
uu minerba
Trending

UU Minerba Dinilai Tidak Berpihak Pada Rakyat, Aji Mawar: DPR RI Hanya Untungkan Pemodal

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?