By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Kejamnya Corona, 90 Persen Penjualan UMKM Anjlok, 49 Persen Karyawan di PHK
Trending

Kejamnya Corona, 90 Persen Penjualan UMKM Anjlok, 49 Persen Karyawan di PHK

akurasi 2019
Last updated: Mei 15, 2020 12:26 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
penjualan umkm anjlok
Penjualan UMKM di Kaltim anjlok hingga 90 persen sebagai dampak Covid-19. (Dirhan/Akurasi.id)
SHARE
penjualan umkm anjlok
Penjualan UMKM di Kaltim anjlok hingga 90 persen sebagai dampak Covid-19. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kaltim benar-benar dibuat pesakitan oleh wabah virus corona baru atau Covid-19. Bagaimana tidak, 90 persen penjualan UMKM anjlok selama masa pandemi Covid-19.

baca juga: Brutalnya Covid-19, 22.027 Pekerja di PHK, 10 Hotel Tutup, Ledakan Pengangguran Hantui Kaltim

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Tutuk SH Cahyono, dalam video telekonferensinya dengan awak media, Selasa (12/5/20) lalu, memaparkan, jika ada banyak UMKM di Kaltim yang terkena imbas Covid-19.

Dari hasil survei yang dilakukan BI kepada 384 UMKM di Kaltim, terdiri dari UMKM binaan BI Kaltim dan BI Balikpapan, mendapati data, hampir semua UMKM terdampak Covid-19, pada umumnya masyarakat golongan bawah.

“90,10 persen UMKM mengalami penurunan penjualan dikarenakan keterbatasan aktivitas jual beli di tengah implementasi social distancing atau physical distancing yang dikeluarkan pemerintah,” ungkap Tutuk.

Kondisi itu memaksa pelaku UMKM mengambil berbagai langkah ekstrim, misalnya dengan membanting harga serendah mungkin. Semua demi bisa menarik pembeli. Agar usaha mereka tidak sampai gulung tikar.

“47,40 persen UMKM melakukan penurunan harga jual untuk meningkatkan minat pembeli yang biasanya dilakukan dalam bentuk diskon produk/jasa. Dan 59,60 persen menyebutkan bahwa ketersediaan bahan baku juga mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi normal dikarenakan terbatasnya proses distribusi,” jelasnya.

Tutuk menyebutkan, pandemi Covid-19 ini memang memaksa pelaku usaha, utamanya UMKM untuk memutar otak lebih ekstra lagi. Selain menyelamatkan usaha yang mereka kelola, pelaku UMKM juga dipaksa berpikir untuk menyelamatkan para pekerja yang ada di tempat mereka.

“49,20 persen UMKM melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam rangka efisiensi di tengah penjualan yang kian menurun. Kemudian 86,20 persen UMKM yang memiliki cicilan menyebutkan kurang sanggup membayar cicilan selama Covid-19 ini masih berlangsung,” paparnya.

Dalam kondisi yang begitu sulit ini, Tutuk menyebutkan, peran serta dan campur tangan dari pemerintah, baik dari pusat maupun daerah sangat dibutuhkan. Sebab jika tidak ada stimulus, maka dapat dipastikan akan ada banyak UMKM yang gulung tikar.

“Kebijakan pemerintah pusat yakni Perpu No 1 Tahun 2020 direspons positif oleh UMKM, walau masih banyak UMKM yang belum mengetahui kebijakan tersebut. Bantuan langsung dan keringanan pembayaran cicilan serta biaya rutin (listrik, air, dan pajak) menjadi kebijakan yang sangat diharapkan oleh para UMKM,” tuturnya.

Meski dirasakan belum begitu maksimal, solusi yang bisa diambil pelaku UMKM untuk tetap bisa survive di tengah kondisi ekonomi yang serba tidak menentu saat ini sebagai imbas pandemi Covid-19, yakni memaksimal penjualan berbasis dering atau online.

“Sebagai salah satu solusi, sebagian besar UMKM mencoba melakukan jual beli menggunakan platform digital dengan skema delivery. Kita berharap, pandemi Covid-19 ini dapat segera berlalu, sehingga kegiatan ekonomi masyarakat kembali dapat bergeliat lagi,” cakapnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

TAGGED:corona kaltimCovid-19dampak coronaPenjualanPHKUMKM
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS di India

Akurasi.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengahadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18…

Kapan Foto KTP Boleh Diganti? Ini 3 Kondisi yang Diperbolehkan

Akurasi.id - Foto di KTP-el atau e-KTP ternyata tidak bisa diganti sembarangan.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Terkait Hasil Olah TKP Pasar Citra Mas Loktuan, Kapolres: Mohon untuk Bersabar
Trending

Terkait Hasil Olah TKP Pasar Citra Mas Loktuan, Kapolres: Mohon untuk Bersabar

By
Devi Nila Sari
Sah, Ibu Kota Negara ke Kaltim, PPU dan Kukar Jadi Lokasi Pembangunan
Trending

Sah, Ibu Kota Negara ke Kaltim, PPU dan Kukar Jadi Lokasi Pembangunan

By
akurasi 2019
Penemuan Jasad Wanita Setengah Badan di Semak-semak Karangsari Brebes, Polisi Lakukan Penyelidikan
Hukum & KriminalTrending

Penemuan Jasad Wanita Setengah Badan di Semak-semak Karangsari Brebes, Polisi Lakukan Penyelidikan

By
Wili Wili
Nursalam Sebut Pemkot Lalai dan Ingkar dalam Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan Bontang
Kabar Politik

Nursalam Sebut Pemkot Lalai dan Ingkar dalam Pembayaran Insentif Tenaga Kesehatan Bontang

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?