By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Bertambah 20 PDP di Samarinda, 16 Kasus Diduga Transmisi Lokal
Trending

Bertambah 20 PDP di Samarinda, 16 Kasus Diduga Transmisi Lokal

akurasi 2019
Last updated: Mei 7, 2020 10:34 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
20 PDP Samarinda
Ilustrasi. (ist)
SHARE
20 PDP Samarinda
Ilustrasi. (ist)

Akurasi.id, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim kembali merilis update terbaru perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim. Terhitung Kamis (7/5/20), tidak ada penambahan kasus positif. Namun terdapat 20 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang seluruhnya berasal dari Samarinda.

baca juga: Hasil Swab Keluar, 61 Nakes Bontang dan Samarinda Negatif Covid-19

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak menjelaskan 20 kasus PDP berasal dari Samarinda yang seluruhnya ditetapkan PDP oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dan Dinkes Kota Tepian –sebutan Samarinda-. Dari 20 kasus, 16 kasus diantaranya diduga sebagai transmisi lokal, lantaran tidak ada riwayat perjalanan dan kontak erat dari kluster manapun.

“16 kasus yang diduga sebagai transmisi lokal yaitu laki-laki 26 tahun, 30 tahun, 33 tahun, 35 tahun, perempuan 29 tahun, 47 tahun, 25 tahun, 25 tahun, 24 tahun, 34 tahun, 27 tahun, 55 tahun, dan 4 kasus laki-laki belum ada keterangan,” jelas Andi saat melakukan video telekonferensi kepada awak media.

Andi menuturkan seluruhnya memiliki hasil rapid test reaktif. Dan saat ini melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda.

“Sedangkan 4 kasus lainya, pertama perempuan 44 tahun yang memiliki riwayat perjalanan dari Balikpapan. Sebelumnya PDP yang ditetapkan oleh DPJP dan Dinkes Samarinda yang memiliki hasil rapid test reaktif,” tuturnya.

Selain itu, PDP kedua asal Samarinda seorang perempuan 15 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Bojonegoro. Kata Andi, kasus merupakan PDP yang ditetapkan oleh DPJP dan Dinkes Samarinda yang memiliki hasil rapid test reaktif. Saat ini yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri.

“Kasus PDP ketiga asal Samarinda, laki-laki 16 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Magelang, kasus PDP yang ditetapkan oleh DPJP dan Dinkes Samarinda yang memiliki hasil rapid test reaktif. Saat ini pasien dirawat di RS Karantina Bapelkes,” jelasnya.

Terakhir, seorang laki-laki 36 tahun merupakan kasus PDP yang dilaporkan meninggal Kamis (7/5/20) yang memiliki keluhan demam sejak 27 April lalu. Andi menerangkan PDP tersebut memiliki penyakit penyerta atau comorbid penyakit stroke dan hipertensi. Lalu pada 2 Mei pasien dibawa ke RS Dirgahayu untuk dirawat serta dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif.

“Namun kasus memburuk dan pada 3 Mei 2020 PDP tersebut meninggal dunia,” bebernya.

Andi menegaskan bahwa jika tidak ada penambahan kasus positif hari ini, bukan berarti Kaltim aman. Sebab masih ada 216 sampel yang masih menunggu hasil. Dengan demikian kasus positif di Kaltim berjumlah 182 kasus, dan PDP berjumlah 626 kasus. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:corona kaltimcorona samarindaCovid-19PDPtransmisi lokal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Terungkap! Sindikat Perdagangan 25 Bayi dari Jabar ke Singapura, 13 Tersangka Ditangkap
Hukum & KriminalTrending

Terungkap! Sindikat Perdagangan 25 Bayi dari Jabar ke Singapura, 13 Tersangka Ditangkap

By
Wili Wili
Tragedi Desak-desakan di Festival Keagamaan Uttar Pradesh: 121 Orang Tewas
PeristiwaTrending

Tragedi Desak-desakan di Festival Keagamaan Uttar Pradesh: 121 Orang Tewas

By
akurasi 2019
Ratusan Siswa di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Program MBG
PeristiwaTrending

Ratusan Siswa di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Program MBG

By
Wili Wili
gejala virus corona
Trending

Tunjukkan Gejala Corona, Satu Warga Kutim Diisolasi di RSUD Kudungga, Begini Kronologisnya!

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?