By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Anak 8 Tahun Rapid Test Positif Meninggal, Orangtua Diduga Berbohong
Trending

Anak 8 Tahun Rapid Test Positif Meninggal, Orangtua Diduga Berbohong

akurasi 2019
Last updated: Juli 12, 2022 12:29 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
rapid tes orangtua
Proses pemakaman anak PDP Covid-19. (ist)
SHARE

Akurasi.id, Bontang – Anak usia 8 tahun yang diketahui hasil tes rapid positif Covid-19 dikabarkan meninggal pukul 02.00 Wita, Jumat (24/4/20), di RSUD Taman Husada Bontang. Diduga, orang tua berbohong kepada petugas medis saat mempertanyakan riwayat perjalanan.

Baca juga: Beredar Informasi Anak 8 Tahun Positif Covid-19 Akibat Kebohongan Orang Tua, RSIB Klarifikasi Melalui Flyer

Berdasarkan informasi yang dihimpun Akurasi.id, anak tersebut dirawat di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) sejak 6 April 2020 lalu. Pihak RSIB telah melakukan screening kepada pasien sesuai prosedur di lobi pintu masuk, poli rawat jalan, dan rawat inap dengan menanyakan riwayat perjalanan pasien atau orang tua pasien ke luar kota. Namun informasi yang dijawab dari orang tua pasien ialah tidak ada riwayat perjalanan keluar kota.

“Pasien tersebut dirawat selama 18 hari sampai 23 April 2020. Rupanya baru diketahui hasil rapid tes positif. Dalam situasi pandemi ini, kejujuran menjadi satu acuan penting untuk dipahami bersama,” begitu klarifikasi Management RSIB melalui flyer di media sosial, Kamis (23/4/20).

Media ini pun mencari tahu informasi lebih lanjut. Rupanya pasien anak tersebut dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang pada Kamis sore. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati membenarkan bahwa anak tersebut positif rapid tes Covid-19 dan meninggal dunia pukul 02.20 Wita.

Anak 8 Tahun Rapidtest Positif Meninggal
Proses pemakaman pasien rapid tes positif sesuai protokol Covid-19. (ist)

Dia menyatakan pasien meninggal saat belum sempat melakukan pemeriksaan swab. Toetoek menuturkan pihaknya mendapat informasi bahwa orang tua pasien memiliki riwayat perjalanan dari daerah endemi.

“Belum sempat di swab pasien meninggal. Riwayat orang tua berpergian ke daerah endemi Jakarta sehingga yang bersangkutan di tes rapid dan hasilnya positif,” kata Toetoek.

Penyebab meninggalnya pasien anak tersebut, kata Toetoek, selain hasil rapid tes menunjukkan positif, pasien memiliki riwayat penyakit. Seperti yang dikabarkan, pasien memiliki penyakit ginjal.

“Bila pada pasien terdapat penyakit penyerta, seperti jantung, ginjal, paru, diabetes, dan lainnya, itu merupakan kondisi yang memperparah dan rentan tertular infeksi Covid-19. Bahkan infeksi lain karena pengaruh sistem imun,” jelasnya.

Toetoek pun membeberkan pasien sudah dimakamkan di pemakaman Bontang Lestari dengan protap penguburan jenazah Covid-19 serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Saat pemakaman, petugas RSUD yakni driver dan pengurus jenazah diturunkan untuk memakamkan anak usia 8 tahun tersebut.

“Sekitar jam 02.20 Wita (meninggal, Red.), petugas RSUD driver dan petugas jenazah dengan APD lengkap sampai di pemakaman,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

Baca juga : Manfaat Kurma dan Beragam Jenisnya yang Ada di Indonesia

TAGGED:anak 8 tahun rapid test positif meninggalcorona viruscovid-19 bontangcovid-19 indonesiacovid-19 kaltimPasien coronapositif corona bontangRSUD Taman Husada Bontangsuspek corona
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

akibat produksi sampah yang tinggi
Trending

Akibat Produksi Sampah yang Tinggi, TPA di Sangatta Kini Mulai Overload

By
akurasi 2019
Polisi Ungkap Motif Ayah Tiri Culik Alvaro Hingga Meninggal: Sakit Hati dan Dendam
Hukum & KriminalTrending

Polisi Ungkap Motif Ayah Tiri Culik Alvaro Hingga Meninggal: Sakit Hati dan Dendam

By
Wili Wili
Diancam Disomasi Kerabat Kesultanan, Isran Tak Mau Ambil Pusing, Pilih Siapkan Payung Hukum untuk Lahan IKN
Trending

Diancam Disomasi Kerabat Kesultanan, Isran Tak Mau Ambil Pusing, Pilih Siapkan Payung Hukum untuk Lahan IKN

By
akurasi 2019
RSUD Taman Husada Bontang Adakan Webinar Kesehatan Jantung
Birokrasi

RSUD Taman Husada Bontang Adakan Webinar Kesehatan Jantung

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?