By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Kisah Pedagang yang Tetap Berjualan di Tengah Wabah Covid-19
Corak

Kisah Pedagang yang Tetap Berjualan di Tengah Wabah Covid-19

akurasi 2019
Last updated: April 2, 2020 6:26 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
pedagang
Pedagang es ini tetap berjualan di tengah wabah virus korona. (Ismail/Akurasi.id)
SHARE
pedagang
Pedagang es ini tetap berjualan di tengah wabah virus korona. (Ismail/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak hanya berdampak pada kelangkaan barang medis, namun juga memengaruhi perekonomian pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Seperti yang terjadi di Kota Taman –sebutan Bontang-.

baca juga: Fenomena Halo Matahari Menyapa dari Langit Bontang, Inilah Penyebabnya

Seperti halnya yang dirasakan Andi Hamzah. Pedagang masker ini tak patah semangat untuk tetap berjualan. Meski pun dirinya sudah diimbau tetap berada di rumah ketika Bontang ditetapkan sebagai kota Kejadian Luar Biasa (KLB) usai diumumkan adanya pasien positif virus korona. Bukan tak menghiraukan, Andi –sapaannya- ini mengaku terpaksa berjualan di tengah wabah lantaran hidupnya bergantung pada penghasilan sehari-hari dengan berdagang.

“Terpaksa, karena hidup saya bergantung pada penghasilan berdagang untuk makan,” ucapnya, Kamis (2/4/20).

Meski sadar rentan terpapar Covid-19 saat berada di luar, Andi tak dapat meliburkan diri. Baginya, mendapatkan hasil saat berdagang cukup membuatnya lega lantaran dapat mencukupi kebutuhannya hari itu. Sehari-hari, Andi berjualan di pinggir jalan sekitar Stadion Bessai Berinta (Lapangan Lang-lang, Red.) Jalan KS Tubun, Kecamatan Bontang Utara. Demi makan, Andi menjual masker dengan harga mulai Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu per lembarnya.

“Masker ini saya dapat dari Bandung untuk dijual kembali,” jelasnya.

Andi berharap situasi ini cepat kembali normal. Sebab dirinya khawatir jika keadaannya terus seperti ini, bisa berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi keluarganya.

“Semoga kondisi di Bontang bisa pulih dan kondusif,” harapnya.

Begitu juga dengan penjaja minuman manis Es Cendol Durian Massapoda yang berjualan di sekitar stadion tersebut. Penjual yang akrab disapa Om Gondrong ini tak mempedulikan kondisi virus korona yang mulai mewabah di Kota Taman. Dirinya nekat berjualan bersama istrinya. Alasannya simpel, untuk menghidupi kebutuhan keluarga.

“Dari dagangannya inilah salah satu penghasilan yang hanya bisa saya dapat,” akunya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Meski dalam kondisi darurat akibat pandemi Covid-19, Om Gondrong mengaku dagangan yang dijualnya tidak mengalami kenaikan harga. Misalnya untuk segelas cendol durian berkisar Rp 10 ribu, sedangkan es cincau dan es buah Rp 5 ribu. Dia berharap kondisi virus korona, terutama di Bontang segera berakhir. Sebab dirinya berharap lekas berdagang dengan normal seperti biasanya. Di tambah sebentar lagi akan memasuki bulan suci ramadhan.

“Mudah-mudahan kondisi ini cepat berakhir, agar kami bisa berdagang seperti biasa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ismail
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Covid-19klb bontangPedagangUMKM
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tim Panselnas BKN melakukan pemeriksaan langsung seluruh perangkat dan fasilitas untuk seleksi PPPK. (ist)
CorakRagam

Pemkot Bontang Optimistis Gelar Seleksi PPPK Secara Mandiri

By
Rachman Wahid
pasien mengamuk dan menolak
Trending

Pasien yang Sempat Mengamuk dan Menolak Diisolasi di Samarinda Positif Covid-19

By
akurasi 2019
Bangun Sistem Pembayaran Berstandar Internasional, BI Luncurkan Aplikasi QRIS
Corak

Bangun Sistem Pembayaran Berstandar Internasional, BI Luncurkan Aplikasi QRIS

By
akurasi 2019
DPRD Bontang Perusahaan
Birokrasi

DPRD Bontang Ingatkan Perusahaan Penuhi Hak-Hak Karyawan Meski di Tengah Pandemi Covid-19

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?