By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kesehatan > Beginilah Cara Tepat Mengelola Marah yang Baik
Kesehatan

Beginilah Cara Tepat Mengelola Marah yang Baik

akurasi 2019
Last updated: Maret 23, 2020 2:24 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
marah
ilustrasi marah. (stockio.com)
SHARE
marah
ilustrasi marah. (stockio.com)

 Akurasi.id, Bontang – Marah merupakan sebuah emosi yang tidak dapat dihindari. Menurut Wikipedia, marah ialah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan noradrenalin. Namun, rasa amarah ini tentunya dapat dikendalikan dan dikelola dengan baik.

baca juga: 5 Makanan Penambah Kualitas Sperma

Sarwendah Indrarani, Psikolog Klinik Fajar Farma asal Balikpapan ini membagikan tips dalam mengelola marah dengan benar dalam sebuah diskusi grup WhatsApp. Dia menyatakan pengelolaan emosi ini penting dalam kehidupan sehari-hari.

Perempuan yang akrab disapa Awen ini menjelaskan ada banyak hal pemicu amarah. Misalnya seorang wartawan saat dikejar deadline menulis 5 berita per hari dan editor yang harus mengedit tulisan 15 kali sehari. Namun kesalahan dalam tulisan meski berkali-kali diajarkan kerap memicu emosi untuk marah.

“Jadi sering marah-marah, bisa darah tinggi. Namun, kalau ditahan kesehatan akan terganggu,” ungkap perempuan yang juga mengadvokasi air susu ibu (ASI) di Balikpapan ini.

Ketika emosi marah itu muncul, kata Awen, seseorang kerap lupa diri. Bahkan tanpa disadari hal itu bisa menyakiti perasaan orang di sekitar. Awen menerangkan beberapa cara mengelola emosi ketika marah.

Di antaranya mencari tahu penyebabnya. Penyebab marah misalnya berada dalam keadaan yang tidak mengenakkan atau perlakuan orang lain yang kurang menyenangkan. Selain itu, saat setres memicu emosi menjadi marah. Terkadang, ucap Awen, marah juga bisa menjadi ancaman bagi diri sendiri bahkan orang lain.

“Karena marah merupakan gambar sisi lain dari diri kita,” katanya.

Nah, agar kemarahan tidak berdampak negatif dan menghindari perbuatan agresif, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Hal yang dapat dilakukan saat sedang marah:

Cobalah mengatur volume suara dan pernapasan.

Bicaralah perlahan dengan volume suara yang sedang, bahkan berbisik jika diperlukan. Hindari membentak atau berteriak. Tarik nafas dalam dan hitung pelan-pelan sampai 10 atau 20 dengan tujuan memberikan waktu bagi diri untuk merefleksikan keadaan, apakah situasi layak atau tidak dalam mengekspresikan kemarahan.

Jangan langsung mengekspresikan kemarahan

Jangan mengekspresikan kemarahan baik secara lisan maupun tulisan. Jika sudah tenang, barulah fokus pada permasalahan, kemukakan hal yang menjadi harapan dan keinginan kita.

Tinggalkan saja

Jika belum bisa tenang, tinggalkan saja dulu tempat atau orang yang membuat kita marah. Berdiam diri atau “time-out”, berdoa, minum air putih, atau sekedar jalan-jalan dapat membantu menetralkan perasaan. Kita juga dapat menetralkan perasaan dengan mengatakan bahwa orang tersebut sedang memiliki masalah, lelah, capek dan sejenisnya. (*)

Penulis: Ninsi Sri Rahayu
Editor: Suci Surya Dewi


TAGGED:kesehatan
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta: Fokus untuk Siswa dan Ibu Hamil Mulai Januari 2025
HeadlineKesehatan

Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta: Fokus untuk Siswa dan Ibu Hamil Mulai Januari 2025

By
Wili Wili
oreo supreme
DestinasiKesehatan

Oreo Supreme Bikin Heboh Harga Rp 500 Ribu Hanya Isi 3

By
akurasi 2019
Fungsi Utama Kalsium Selain Menyehatkan Tulang, Perlu Anda Ketahui
Kesehatan

Fungsi Utama Kalsium Selain Menyehatkan Tulang, Perlu Anda Ketahui

By
Devi Nila Sari
Ribuan Anak Stunting Ditemukan di Kutim
News

Ribuan Anak Stunting Ditemukan di Kutim

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?