By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Duduk Perkara Karyawan PT PAMA yang Diduga Tewas Tertimbun Lumpur di Lokasi Tambang PT KPC
Trending

Duduk Perkara Karyawan PT PAMA yang Diduga Tewas Tertimbun Lumpur di Lokasi Tambang PT KPC

akurasi 2019
Last updated: Februari 16, 2020 8:15 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
tambang pt pama
Sejumlah karyawan PT PAMA menunggu jenazah salah seorang rekan mereka yang menjadi korban tertimbun lumpur di kawasan pertambangan PT KPC di depan Klinik Pratama PT KPC. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
tambang pt pama
Sejumlah karyawan PT PAMA menunggu jenazah salah seorang rekan mereka yang menjadi korban tertimbun lumpur di kawasan pertambangan PT KPC di depan Klinik Pratama PT KPC. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Sebuah insiden kecelakaan kerja diduga kembali terjadi di wilayah pertambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC), Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Sabtu (15/2/20) sekira pukul 11.30 Wita. Pada insiden kecelakaan kerja tambang ini menimpa salah seorang bernama Arsyad yang bertugas sebagai leader (Oscar) lapangan PT PAMA.

baca juga: Gara-Gara Ban Pecah, Mobil Avanza Terjun Bebas ke Parit

Akibat insiden tersebut, pria yang biasa disapa Bang Kumis itu ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa atau meninggal dunia, setelah tenggelam dalam lumpur di lokasi tambang tempat dia bekerja.

Data dihimpun, kecelakaan kerja itu berawal saat Arsyad yang bertugas sebagai leader lapangan melakukan pemantauan terhadap sejumlah karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya. Namun saat meninjau salah satu titik lokasi kerja, jalan atau tanah yang ditempati korban tiba-tiba amblas dan ternyata lumpur cair.

Tak pelak, korban kemudian terjatuh dan terjebak dalam lumpur tambang. Sementara itu, para pekerja tambang yang lain berusaha menyelamatkan korban. Namun naas, upaya itu sia-sia, korban yang terjebak dalam timbunan lumpur pun meregangkan nyawa.

Dari pantauan media ini, rekan kerja korban yang lain yang mengetahui insiden kecelakaan kerja itu, tampak langsung berdatangan ke Klinik Pratama PT KPC. Mereka tampak menunggu dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga korban terjatuh dan tertimbun dalam lumpur tambang.

“Sementara ini, informasinya untuk aktivitas kerja di lokasi kejadian sudah dihentikan, proses pencarian dilakukan dari siang hingga sekitar jam 4 sore (pada Sabtu/15/2/20). Dan kabarnya korban sudah ditemukan,” ungkap salah seorang rekan kerja korban membenarkan kejadian tersebut.

Kepada media ini, pria yang enggan dipublikasikan namanya ini menceritakan kronologis kejadian. Pada awal insiden itu, korban sedang melakukan tugas sebagai leader lapangan mengawasi anak buahnya, namun tanah yang diinjak korban amblas dan terperosok masuk ke lumpur.

“Sementara proses mengawasi pekerjaan, tiba-tiba tanahnya amblas dan parahnya ternyata lumpur cair, padahal jalan datar saja,” terangnya.

Kata dia, ketika insiden tertimbunnya Arsyad terdengar pekerja lain, langsung membuat para pengawas di setiap Pit Dapertemen juga langsung ikut melakukan inspeksi di semua lokasi dumping atau tempat korban tertimbun lumpur. “Terutama, inpit dan high dump dilakukan inspeksi,” katanya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Hingga Sabtu (15/2/20) pukul 00.23 Wita, tampak hanya sejumlah karyawan PT PAMA yang banyak berkumpul menunggu jenazah di depan klinik. Sementara menurut informasi keluarga korban, untuk anak dan istri korban diketahui sedang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pihak PT KPC, yakni Manager Eksternal Relation PT KPC Yorden Ampung yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengaku belum mengetahui sama sekali tentang adanya insiden tersebut. Dia mengaku, dirinya akan segera mencari tahu tentang itu.

“(Saya) belum tahu (kalau ada insiden kecelakaan kerja di lokasi tambang), nanti saya cari tahu lagi,” tulis Yorden dalam pesan singkatnya kepada media ini. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Karyawan PT PamaKecelakaan KerjaPT KPC
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: dari Tradisi hingga Hari Besar Umat Islam

Akurasi.id - Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati…

Kualitas Udara Memburuk, Malaysia dan Brunei Bawa Kasus Kabut Asap ke ASEAN

Akurasi.id, Jakarta - Kabut asap lintas batas kembali menjadi sorotan utama di…

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla

Akurasi.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan pada Sabtu (22/08/2026)…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Bangkok Bakal Berubah Nama Jadi Krung Thep Maha Nakhon
HeadlineTrending

Bangkok Bakal Berubah Nama Jadi Krung Thep Maha Nakhon

By
akurasi 2019
3 Bintang Diprediksi Meledak, Satu Ledakan pada September 2024
LingkunganTrending

3 Bintang Diprediksi Meledak, Satu Ledakan pada September 2024

By
akurasi 2019
Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Dianiaya hingga Koma Dua Kali, Pelaku Ditangkap setelah 12 Hari Kabur
Hukum & KriminalTrending

Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Dianiaya hingga Koma Dua Kali, Pelaku Ditangkap setelah 12 Hari Kabur

By
Wili Wili
Sekda Irawansyah dan 4 Pejabat di Kutim Diperiksa KPK selama 13 Jam
Trending

Sekda Irawansyah dan 4 Pejabat di Kutim Diperiksa KPK selama 13 Jam, Total 10 Kantor Digerebek, Ada Uang Ikut Diamankan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?