Corak

Ubah Konsep Ruang Baca Santai, Pengunjung Perpustakaan Bontang Meningkat

Loading

konsep santai
Pengunjung bisa membaca dan berdiskusi santai di ruang baca santai perpustakaan daerah Bontang. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Wajah baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang kini diubah dengan konsep santai dan nyaman. Sejak mengubah penampilan, jumlah pengunjungnya pun turut meningkat.

Ruang baca di lantai dasar mulanya hanya berisi puluhan kursi dan meja. Usai dirombak September lalu, kini di ruang perpustakaan diubah dengan konsep lebih santai. Di ruangan tersebut dilengkapi dengan karpet, sofa, dan bantal duduk untuk pengunjung. Bahkan ada beberapa ayunan rotan yang dapat digunakan jika ingin membaca sambil berayun-ayun. Tetapi di ruangan tersebut pengunjung wajib melepaskan alas kaki.

Baca Juga: Modal Nekat, Pengusaha Interior Lulusan SMP Beromzet Puluhan Juta

Sekretaris sekaligus melangkap Plt Kepala DPK Bontang Retno F mengatakan konsep santai di lantai dasar tak hanya sekadar untuk ruang membaca saja. Namun juga bisa digunakan sebagai tempat diskusi untuk pengunjung. Bahkan pelajar dan mahasiswa ramai mengunjungi perpustakaan hanya untuk berdiskusi atau kerja kelompok. Pengunjung umum pun banyak yang berkunjung ke perpustakaan untuk membaca sembari bersantai bersama keluarga.

Jasa SMK3 dan ISO

“Konsep diubah lebih seperti rumah sendiri dan tidak kaku. Di Kalimantan Timur, perpustakaan dengan konsep ruang baca santai baru diterapkan di Perpustakaan Provinsi Kaltim dan DPK Bontang,” katanya kepada Akurasi.id belum lama ini.

konsep santai
Sekretaris merangkap Plt Kepala DPK Bontang Retno F. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Bahkan sejak ruang baca santai diresmikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Retno membeberkan jumlah pengunjung meningkat hampir 10 kali lipat. Pada September jumlah pengunjung hanya 1,891 orang. Berbanding besar saat November jumlah pengunjung meningkat hingga 11,329 orang yang meliputi kunjungan dari murid TK, pelajar SD-SMA, mahasiswa, dan umum.

Retno menuturkan peningkatan jumah pengunjung juga dikarenakan beberapa program yang diterapkan di perpustakaan. Seperti keliling dunia bersama Bunda PAUD yang dilaksanakan 161 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK di Kota Taman –sebutan Bontang-. Di mana program tersebut merupakan kunjungan murid PAUD dan TK ke perpustakaan setiap setahun sekali.

Selain itu dengan mengusung tema ‘Millenials, let’s go to library’, DPK juga membuka layanan Night Library. Layanan perpustakaan malam tersebut dibuka hingga pukul 21.00 Wita. Retno menuturkan, sebelumnya perpustakaan hanya membuka layanan mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Namun pada jam tersebut justru jarang didatangi pengunjung. Sebab kebanyakan pelajar dan pekerja masih sibuk sekolah dan bekerja.

“Ketika layanan malam kami buka, pengunjung dari pelajar dan pekerja mulai banyak yang datang ke perpustakaan. Kami juga buka Sabtu dan Minggu tapi sampai sore saja,” ungkap Retno. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button