Trending

Tiga Remaja Asal PPU Peserta Ijtima Ulama Juga Dinyatakan Positif Corona

Loading

ijtima ulama
Jumlah pasien corona di Kaltim kembali bertambah 6 kasus positif. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Samarinda – Kegiatan Ijtima Ulama Dunia yang batal dilaksanakan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 19 Maret 2020 lalu, benar-benar membawa dampak yang cukup besar terhadap peningkatan kasus pasien positif corona atau Covid-19 di Kaltim.

baca juga: 3 Penumpang Kapal yang Dikabarkan Lepas Pencatatan, Ternyata Sudah Didata KKP Samarinda, Berasal dari Kukar

Bagaimana tidak, per tanggal 6 April 2020 ini saja, ada tambahan 6 kasus positif corona. Mirisnya, dari 6 kasus itu, 4 pasien adalah warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang melakukan perjalanan untuk menghadiri kegiatan Ijtima Ulama Dunia di Gowa.

Tidak sampai di situ saja, sebanyak 3 orang di antara pasien corona asal PPU itu adalah mereka yang masih berusia remaja, yakni dari 16 tahun hingga 19 tahun. Saat ini, keempat pasien kini tengah menjalani isolasi di RSUD Aji Putri Botung PPU.

Jasa SMK3 dan ISO

Sementara tambahan 2 pasien positif corona lainnya, diketahui berasal dari Kota Balikpapan. Dengan demikian, untuk wilayah Balikpapan sendiri, jumlah pasien corona sudah ada sebanyak 17 kasus. Untuk se-Kaltim, jumlahnya sudah mencapai 31 kasus positif corona.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Andi Muhammad Ishak menjelaskan, untuk pasien corona pertama atau selanjutnya disebut PPU1, merupakan seorang pria berusia 30 tahun.

Berdasarkan tracing atas riwayat perjalanan pasien, diketahui, jika PPU1 berangkat dari PPU menuju Makassar pada 15 Maret 2020. Setelah mendapati kegiatan Ijtima Ulama gagal digelar, pasien memutuskan kembali ke PPU pada 25 Maret 2020.

“Pada 24 Maret, pasien mengeluhkan batuk-batuk dan memeriksakan kesehatan di salah satu puskesmas. Petugas puskesmas kemudian meminta pasien melakukan isolasi mandiri di rumah,” ungkap Andi, Senin (6/4/20) sore.

Kemudian pada 1 April 2020, pasien kembali memeriksakan kesehatan di RSUD Aji Putri Botung, lantaran pasien masih mengeluhkan penyakitnya tidak kunjung sembuh. Atas dasar itu, petugas medis lalu memutuskan mengisolasi pasien.

“Dari hasil rapid tes, awalnya pasien negatif. Tetapi karena keluhan batuk, demam, dan pilek, maka dilakukan lagi tes. Dari hasil tes Swab, ternyata pasien positif corona,” ungkapnya.

Sementara untuk tiga pasien lain, yakni PPU2 berusia 16 tahun, PPU3 berusia 17 tahun, dan PPU4 berusia 19 tahun, diketahui dari hasil tracing kontak dengan pasien PPU1. Baik PPU2 hingga PPU4, diketahui sama-sam melakukan perjalanan ke acara Ijtima Ulama Dunia di Gowa, dan satu rombongan dengan PPU1.

“Pada saat pulang ke PPU, pasien PPU1 ini pulang lebih awal menggunakan kapal laut pada 23 Maret, Kemudian PPU2, PPU3, dan PPU4 menyusul pada 24 Maret,” jelas Andi.

Seperti halnya pasien PPU1, ketiga pasien yang tergolong masih sangat remaja itu, juga didapatkan gejala corona, berupa batuk, pilek, dan demam. Sehingga, diputuskan dilakukan isolasi di RSUD Aji Putri Botung.

“Dari hasil rapid tes pada 1 April 2020, ketiga pasien itu sudah positif. Kemudian dari hasil tes Swab yang dilakukan di Balai Besar Kesehatan Surabaya (BBLK) Surabaya yang hasilnya keluar 6 April ini, pun menyatakan ketiganya positif corona,” bebernya.

Sedangkan untuk 2 pasien positif corona asal Balikpapan, sambung Andi, pasien BPN16 diketahui sempat melakukan perjalanan ke Kabupaten Sukabumi. Pasien adalah seorang perempuan berusia 30 tahun dan saat ini menjalani perawatan isolasi di RS Bhayangkara.

“Kemudian untuk tambahan pasien positif corona lainnya, atau BPN17, merupakan seorang perempuan berusia 60 tahun. Sebelumnya, pasien diketahui sempat mengikuti kegiatan kerohanian di Balikpapan pada 9 Maret 2020,” tuturnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Hanya saja, dalam kasus ini sendiri, Andi belum dapat memastikan apakah pasien BPN17 memiliki riwayat kontak dengan pasien positif corona yang lain atau tidak. Namun dari segi perjalanan ke luar daerah, sejauh ini belum ditemukan. Saat ini, pasien dirawat di RSUD Kanudjoso.

“Sejauh ini kami belum melihat keterkaitannya (dengan kegiatan kerohanian). Atau kontak dengan pasien mana. Masih perlu pendalaman. Kondisi di Balikpapan saat ini, memang sudah harus ekstra lebih waspada lagi,” imbuhnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Artikel Terkait

Back to top button