
![]()
Akurasi.id – Tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter terlihat menggunung di area Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Volume sampah yang menumpuk diperkirakan mencapai sekitar 6.970 ton atau setara ratusan truk besar. Penumpukan ini diduga terjadi akibat terbatasnya armada pengangkut sampah yang mengalami kendala teknis sejak awal Maret.
Akibat keterbatasan armada tersebut, proses pengangkutan sampah menuju tempat pengolahan menjadi terhambat. Sampah dari aktivitas harian pasar pun terus menumpuk tanpa dapat segera dipindahkan ke tempat pembuangan akhir.
Salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, mengatakan kondisi tumpukan sampah membuat akses jalan di sekitar pasar semakin sempit.
Menurutnya, selain membuat akses jalan sulit dilalui kendaraan, bau menyengat dari sampah juga mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli yang datang ke pasar.
Pada Minggu (29/3), tumpukan sampah di area TPS terlihat semakin tinggi hingga mencapai sekitar enam meter. Bahkan ketinggian sampah tersebut dilaporkan telah melampaui lampu penerangan jalan di sekitar lokasi.
Selain itu, tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan sampah pada hari tersebut. Genangan air di sekitar tumpukan sampah juga membuat kondisi jalan menjadi becek dan licin sehingga berisiko bagi pedagang maupun pekerja yang melintas.
Pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut agar aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati dapat kembali berjalan normal.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









