By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Jangan Lagi Panic Buying! Stok Pangan di Bontang Dipastikan Aman
Birokrasi

Jangan Lagi Panic Buying! Stok Pangan di Bontang Dipastikan Aman

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:23 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
pangan di bontang
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang usai melakukan sidak di pasar tradisional. (Istimewa)
SHARE

banner diskominfo

pangan di bontang
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang usai melakukan sidak di pasar tradisional. (Istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Masyarakat Bontang diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan di Kota Taman -sebutan Bontang. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang di pasar-pasar tradisional dan toko grosir, ketersediaan 11 jenis bahan pokok dapat bertahan 1-17 bulan ke depan.

baca juga: 137 Penumpang Turun dari KM Egon, Dishub Terlibat Pengecekan Suhu Cegah Wabah Corona

Guna mengetahui situasi pangan di Kota Bontang, DKP3 bersama pihak-pihak terkait melakukan sidak, Senin (30/3/20) kemarin. Pemantauan persediaan bahan pangan pokok dilakukan di 3 pasar tradisonal, yaitu Pasar Rawa Indah, Pasar Telihan dan Pasar Citra Mas, serta tidak ketinggalan toko-toko grosir yang menjual kebutuhan pokok.

DKP3 memantau 11 jenis bahan pokok, di antaranya beras, jagung, cabai keriting, cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, minyak goreng, gula pasir dan bawang putih.

“Ke-11 jenis bahan pokok ini mampu bertahan mulai dari 1 sampai 17 bulan,” ujar Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3, Debora Kristiani.

Ia merincikan, khusus untuk beras, cabai rawit merah dan daging sapi cukup untuk 1 bulan, sedangkan pangan pokok yang lain cukup 4 – 17 bulan.

Ketahanan pangan tersebut dengan menghitung stok pangan yang ada serta jumlah penduduk Bontang yang saat ini mencapai 177.722 jiwa. Sementara karakteristik penawaran dan permintaan (supplay dan demand)  pangan pokok di Kota Bontang tergantung dari jumlah kebutuhan.

Jika stok sudah berkurang baru para pedagang mendatangkan supply nya dari luar Kota Bontang. Rata-rata supply pangan pokok dilakukan oleh pedagang setiap minggunya.

“Stok berasal dari luar daerah datangnya per Minggu. Jumlahnya berdasarkan kebutuhan,” imbuh Debora.

Melihat kondisi tersebut maka DKP3 menjelaskan kepada masyarakat bahwa pemerintah dipastikan menjamin ketersediaan pangan di Kota Bontang. DKP3 pun mengimbau agar masyarakat jangan membeli pangan secara berlebihan dan menimbun, hal ini akan menyebabkan gejolak harga dan pasokan pangan.

Masyarakat diimbau untuk lebih cerdas memilah berita agar tidak menyebarkan hoaks sehingga menyebabkan panic buying. Ikuti imbauan pemerintah. Jangan panik, belilah pangan sesuai kebutuhan keluarga.

“Jika perlu keluar rumah untuk membeli kebutuhan pangan maka tetap wajib menerapkan standar keamanan diri terkait kasus Covid-19 ini,” ujarnya. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:bahan panganDiskominfo Bontangsidak pasar
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Sah, BPJS Jadi Syarat Urus SIM, STNK, Naik Haji, hingga Jual Beli Tanah
BirokrasiHeadline

Sah, BPJS Jadi Syarat Urus SIM, STNK, Naik Haji, hingga Jual Beli Tanah

By
akurasi 2019
ruang isolasi covid-19
Birokrasi

Berharap Tiada Penambahan Pasien Pasca Ruang Isolasi Covid-19 Diresmikan, Agus Haris: Fungsi DPRD Tetap Mengawasi

By
akurasi 2019
Berkunjung ke Perpustakaan Bontang Bisa Dapat Laptop, Begini Caranya
Birokrasi

Berkunjung ke Perpustakaan Bontang Bisa Dapat Laptop, Begini Caranya

By
Devi Nila Sari
Penonton Pertandingan Olahraga Tak Perlu Antigen Lagi, Pemerintah Sudah Hapus Aturan
BirokrasiHeadline

Penonton Pertandingan Olahraga Tak Perlu Antigen Lagi, Pemerintah Sudah Hapus Aturan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?