By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Imbas Corona, Lang-Lang Bontang Ditutup, Pedagang: Kami Makan Apa?
News

Imbas Corona, Lang-Lang Bontang Ditutup, Pedagang: Kami Makan Apa?

akurasi 2019
Last updated: Maret 19, 2020 8:43 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
lang-lang ditutup
Para pedagang di area Lang-Lang mengeluhkan surat edaran penutupan. Karena jadi mata pencaharian satu-satunya. (Yusva Alam/Akurasi.id)
SHARE
lang-lang
Para pedagang di area Lang-Lang mengeluhkan surat edaran penutupan. Karena jadi mata pencaharian satu-satunya. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang –  Para pedagang makanan dan minuman di area Stadion Bessai Berinta atau Lang-Lang berharap solusi terkait surat edaran dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang yang menutup seluruh fasilitas sarana dan prasarana olahraga di Kota Taman -sebutan Bontang. Pasalnya, usaha mereka di area Lang-Lang itu merupakan mata pencaharian satu-satunya.

baca juga: Awal Mula 3 Pasien Positif Corona Asal Kaltim Berawal saat Bepergian ke Bogor, Satu Pasien Ada yang Sempat ke Kutim

Seperti dikeluhkan Bahtiar, Pemilik Kafe Rahmat. Ia sangat mengharap Disporapar dapat membantu memecahkan masalah ‘piring nasi’ pedagang pasca perintah penutupan tersebut dikeluarkan. Lantaran dirinya termasuk pedagang yang hanya mengandalkan berjualan makanan dan minuman di area itu untuk kehidupan sehari-hari.

“Kalau ditutup bagaimana dengan kebutuhan hidup kami. Belum lagi bayar cicilan,” keluhnya.

Dirinya pun beralasan surat edaran tersebut tidak kuat dalam memerintahkan penutupan. Lantaran terdapat beberapa poin yang janggal menurutnya. Sehingga tak mampu menguatkan perintah penutupan.

Pertama, surat edaran tersebut didasarkan pada surat edaran Wali Kota Bontang nomor 188.65/472/DINKES/2020 tentang pencegahan penyebaran corona virus disease (covid-19). Menurutnya, di surat tersebut tidak ada wali kota menyebutkan penutupan hanya imbauan.

“Wali kota saja tidak memerintahkan menutup hanya mengimbau. Kenapa Disporapar melakukan penutupan,” ungkapnya saat ditemui Akurasi.id Rabu, (18/3/20).

Alasan kedua, tembusan dari surat edaran Disporapar tersebut juga tidak menujukan ke pihak terkait seperti kepolisian maupun DPRD Bontang. Sehingga baginya, tidak kuat untuk mengeluarkan keputusan menutup.

“Seharusnya kalau kami dilarang berjualan, pedagang-pedagang lain di seluruh Bontang ini juga harus ditutup. Karena ini bukan hanya wabah lokal tetapi sudah jadi wabah dunia,” bebernya.

Namun begitu Ia mengaku hanya bisa pasrah jika Disporapar benar-benar melakukan penutupan. Karena dirinya dan pedagang lain di area itu juga tidak bisa berbuat apa-apa. Yang jelas para pedagang di area Lang-Lang membutuhkan solusi untuk menghidupi dapur mereka sehari-hari.

“Waktu penutupan 14 hari itu lama. Kalau diperpanjang terus kami makan apa,” sambatnya.

Keluh kesah itu juga diungkapkan Ike Suhartini, Pemilik Kedai Ike. Ia juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa jika Disporapar sebagai pihak yang berwenang akan area tersebut menutup. Namun secara hitungan ekonomi dirinya mengaku menolak surat edaran tersebut. Karena berjualan makanan dan minuman di kawasan olahraga tersebut merupakan mata pencaharian satu-satunya.

“Kami tidak punya pekerjaan lain. Kami hanya berharap solusi,” keluh Ike.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Sampai Rabu kemarin para pedagang ini mengaku belum mendapat fisik dari surat edaran tersebut. Mereka hanya mendapatkan pemberitahuan tersebut melalui grup WhatsApp. Yang mengumumkan, mulai Kamis (19/03/2020) ini komplek olahraga Lang-Lang ditutup termasuk para pedagang yang berjualan.

“Biasanya kalau ada pemberitahuan apapun kami mendapatkan fisik surat edaran itu. Tapi kami belum juga dapat sampai Rabu sore ini,” sebut Bahtiar.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Disporapar Bontang, Bambang Cipto Mulyono belum bisa dimintai konfirmasi oleh Akurasi.id. Kami sudah berupaya menelepon namun tidak diangkat. Kemudian menghubungi via chat WhatsApp juga hanya dibaca namun tidak dibalas. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin



TAGGED:CoronaCovid-19lang-langViral
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Viral Video Syur Pegawai PUPR Kaltim Bersama Rekan Wanita Tersebar di Media Sosial
HeadlineHukum & Kriminal

Viral Video Syur Pegawai PUPR Kaltim Bersama Rekan Wanita Tersebar di Media Sosial

By
Devi Nila Sari
Balita Jatuh dari Bus Bertulisan Mabes AD di Tol JORR Joglo, Polisi Lakukan Penyelidikan
PeristiwaTrending

Balita Jatuh dari Bus Bertulisan Mabes AD di Tol JORR Joglo, Polisi Lakukan Penyelidikan

By
Wili Wili
349 paket sembako
Pariwara

Yayasan Yabis Peduli Terdampak Wabah Corona, Distribusikan 349 Paket Sembako untuk Warga Sekitar

By
akurasi 2019
10 pasien covid-19 sembuh
Trending

Kabar Baik, 10 Pasien Covid-19 di Kukar Sembuh, dari 46 Kasus Positif Tersisa 7 Dirawat

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?