Pariwara

Gastra 2020 Sukses Digelar, Ketua Umum Vidatra Tantang Tahun Depan Tampil di Luar ‘Pagar’

Loading

Gastra 2020
Salah satu penampilan cheerleader menunjukkan aksinya membuat piramid. (Dok Panitia Gastra 2020)

Akurasi.id, Bontang – ‘Barangkali di sana ada jawabnya. Mengapa di tanahku terjadi bencana. Mungkin Tuhan mulai bosan. Melihat tingkah kita. Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan. Bersahabat.’

Lantunan tembang lawas milik Ebiet G Ade mengalun syahdu di Gedung Multi Purpose Building (MPB), Sabtu (29/02/20) malam kemarin. Lagu berjudul ‘Berita Kepada Kawan’ itu dibawakan duet vokalis dan keyboardist siswi Sekolah Dasar (SD) Vidatra.

baca juga: Pembukaan Pelatihan Dokcil SD Vidatra Jaring 45 Murid Pilihan

Meskipun terbilang jadul (kuno), lagu bergenre balada ini masih tetap enak didengar. Penonton yang rata-rata pelajar pun tetap mampu dibuat bernyanyi bersama. Sorotan lampu ke arah panggung berganti-ganti warna merah, hijau, biru, menambah suasana khidmat malam Minggu siswa-siswi Vidatra-sebutan singkat Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP)- semalam.

Jasa SMK3 dan ISO

Tembang lawas ini menjadi penampil perdana di ajang Gebyar Apresiasi Seni Vidatra (Gastra) 2020 bertema ‘Bloodshed In Motherland.’ Sesuai tema, para penampil dan penonton yang hadir di Gastra 2020 pun ala-ala goblin di film Harry Potter. Alur cerita dan penampilan di atas panggung pun ikut menyesuaikan tema.

Dimulai tepat pukul 20.00 Wita, satu per satu penampil bergiliran unjuk kebolehannya dalam berolah seni. Ada yang memainkan perkusi, vokal grup, sampai tari modern. Di sela-sela penampilan, disisipkan teatrikal. Menceritakan tentang perseteruan antara kaum goblin dan manusia hanya karena gara-gara berebut seorang putri. Perseteruan tersebut sampai harus menumpahkan darah.

“Di cerita ini kami ingin memberikan pesan kepada penonton dan juga negeri ini, perseteruan itu tak harus diselesaikan dengan cara perang. Melalui jalan damai pun bisa,” beber Rasyid Adly, Ketua Panitia Gastra 2020.

Gastra merupakan ajang unjuk kebolehan seni siswa-siswi Vidatra. Mulai dari tingkat SD, SMP, sampai SMA. Semua level berkolaborasi mengadakan sebuah event yang mampu dinikmati seluruh warga sekolah. Yang tampil pun dari murid-murid itu sendiri. Rata-rata menampilkan ekstrakurikuler yang diikuti di sekolah. Persiapan dilakukan selama 3 bulan lamanya.

“Perjuangan mempersiapkan event ini sangat terasa. Karena gabungan dari murid SD sampai SMA,” ungkap pelajar yang juga Ketua OSIS SMA Vidatra ini.

gastra 2020
Penampilan bintang tamu, Ashira Zamita menutup Gastra 2020. (Dok Panitia Gastra 2020)

Gastra rutin diadakan setiap tahun, di dalam Perumahan PT Badak NGL. Tak terasa sudah 27 tahun ajang ini diadakan. Selain wadah unjuk seni, event ini juga bertujuan menarik minat masyarakat menyekolahkan anak-anaknya di Vidatra.

Karena itu, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP), Fany Arfianto dalam sambutannya malam itu memberikan challenge (tantangan) kepada seluruh siswa yang hadir. Agar di tahun depan dapat mengadakan di luar komplek Perumahan PT Badak NGL.

“Saya tantang Anda semua, tahun depan dapat mengadakan di luar ‘pagar’!” serunya kepada para siswa.

Dirinya ingin Gastra menjadi daya tarik bagi masyarakat luas untuk menyekolahkan anak-anaknya di Vidatra. Menurutnya, event yang sudah diadakan selama 27 tahun ini sudah saatnya unjuk gigi di dunia luar. Jangan lagi event sehebat ini hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja.

“Kalian bisa berkolaborasi dengan siapa pun di luar sana. Gencarkan promosinya. Bikin masyarakat tertarik dengan kegiatan positif semacam ini,” pungkasnya menutup sambutan. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin



Artikel Terkait

Back to top button