Kabar Politik

DPRD Minta OPD Jeli Menangkap Visi dan Misi Wali Kota Terpilih

Loading

DPRD Minta OPD Jeli Menangkap Visi dan Misi Wali Kota Terpilih
Musrenbang dalam penyusunan RKPD Kota Bontang tahun 2022 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

DPRD minta OPD jeli menangkap visi dan misi Wali Kota terpilih. Agar memudahkan Wali Kota ke depan dalam mengerjakan programnya.

 Akurasi.id, Bontang – Musrenbang dalam penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bontang tahun 2022 digelar di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Selasa (30/3/2021) lalu.

Dalam kegiatan ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebutkan, Musrenbang kali ini merupakan tempat para stakeholder menyusun perencanaan kerja di pemerintah daerah yang diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) wali kota.

“Musrenbang tingkat kota adalah cara strategis bagi para pihak yang menyusun perencanaan undang-undang daerah yang melibatkan unsur pemerintah, legislatif dan juga pihak swasta dalam hal ini masyarakat,” ucap Andi Faizal, Selasa (30/3/2021).

Jasa SMK3 dan ISO

Dia menekankan, hal ini diperlukan kecermatan dalam menyusun perencanaan undang-undang yang di sesuaikan dengan skala prioritas yang tepat. Sehingga anggaran dapat di optimalkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang di sesuaikan oleh masyarakat, baik dari tingkat kelurahan, kecamatan, maupun dari aspirasi-aspirasi DPRD.

“Saya juga mengingatkan kepada kita semua, dalam menyusun struktur APBD tahun 2022 yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yaitu anggaran pendidikan sebanyak 20 persen, kesehatan 10 persen dan untuk belanja pegawai tidak boleh lebih dari 50 persen,” tegasnya.

Jadi sisanya kata dia, yang akan dibagi sesuai dengan skala prioritas. Yang mana dibutuhkan dan yang mana hanya sekadar keinginan.

DPRD Minta OPD Jeli Menangkap Visi dan Misi Wali Kota Terpilih
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

“Kita utamakan kebutuhan dibanding keinginan, di sini tempat untuk kita bertukar pendapat,” ucapnya.

Ada 2 hal yang menjadi sorotan Andi Faizal, yang pertama yakni persoalan banjir. Dia menyebut hal ini menjadi PR bersama terutama Komisi III DPRD, bersama Dinas PUPM, serta seluruh jajaran Pemkot Bontang bagaimana bisa pemetakan sumber-sumber banjir dari hulu hingga hilir.

“Sehingga perluasan banjir bisa segera bisa diatasi dan anggaran bisa tepat pada sasaran,” pesannya.

Yang kedua, yakni perkara sumber air bersih di Kota Bontang. Sumber air bersih bawah tanah ini kata Andi Faizal semakin lama semakin habis, diperkirakan sekitar 4 sampai 5 tahun lagi.

“Ini juga menjadi PR kita bersama. Saat ini ada 3 solusi alternatif yang di tawarkan pemerintah provinsi dan Kota Bontang yakni waduk Marangkayu, waduk Suka Rahmad dan bekas galian tambang PT Indominco Mandiri. Kami berharap salah satu dari 3 ini bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Bontang. Sehingga pada saat air bawah tanah sudah habis, sehingga kita sudah memiliki kesediaan air bersih,” harapnya.

Tak lupa sebagai ketua DPRD Bontang, Andi Faizal memberikan imbauan kepada seluruh OPD untuk lebih jeli dan cermat menangkap visi dan misi wali kota terpilih.

“Sehingga memudahkan wali kota ke depan dalam mengerjakan programnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button