By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Catatan > Dengarkan Ahlinya, Pemerintah Harus Segera Putuskan Lockdown!
Catatan

Dengarkan Ahlinya, Pemerintah Harus Segera Putuskan Lockdown!

akurasi 2019
Last updated: Maret 30, 2020 8:22 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
lockdown
Yusva Alam (dok pribadi)
SHARE
lockdown
Yusva Alam (dok pribadi)

Ditulis oleh: Yusva Alam

Bontang, 30 Maret 2020

SAMPAI sekarang jumlah pasien positif terinfeksi covid-19 terus mengalami peningkatan. Update per Minggu (29/03/2020) jumlah kasus positif corona di Indonesia mencapai 1.285 kasus. Sementara korban meninggal dunia bertambah menjadi 114 orang. Sedangkan pasien yang sembuh 64 orang.

baca juga: Moderasi Beragama  (Islam)

Tidak hanya warga biasa, tenaga medis pun banyak yang terkena dampaknya. Terpapar hingga meregang nyawa. Tiga dokter spesialis, yakni dokter spesialis saraf, Hadio Ali Khatzatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra harus menghembuskan napas terakhir akibat terserang covid-19 setelah menangani pasien yang positif.

Melihat angka pasien meninggal mencapai ratusan orang itu seharusnya sudah sangat mengkhawatirkan. Seharusnya pula pemerintah segera mengambil langkah tegas, lockdown. Langkah yang sudah disarankan oleh para pakar dan ahli di bidang kesehatan.

Para pakar dan ahli ini sudah ‘berteriak-teriak’ menyerukan lockdown. Karena itulah cara yang harus ditempuh mengatasi wabah.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyetujui jika lockdown diterapkan. “Sangat setuju banget lockdown dan minta segera, itu penting,” kata Ketua Satgas covid-19 IDI. Menurut IDI, social distancing yang saat ini diterapkan akan mengalami kegagalan apabila masyarakat tidak disiplin. Apabila terus dibiarkan upaya pencegahan ini bisa gagal.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) cabang Jakarta, melalui ketuanya, Erlina Burhan mengatakan, pertimbangan lockdown harus menjadi prioritas, beserta memerhatikan konsekuensinya. “Mungkin itu harus dilakukan, jangan sampai terlambat. Tapi tentu saja dipikirkan juga bagaimana distribusi makanan, obat-obat, bagaimana rakyat kecil yang dapat uangnya secara harian. Kalau ada kompensasinya, mungkin orang akan patuh untuk tinggal di rumahnya,” kata Erlina.

Bahkan puluhan professor medis Indonesia juga menyerukan lockdown. Mengatakan kebijakan pemerintah melakukan aturan jarak fisik tidak efektif. Seruan ini muncul setelah banyaknya pekerja dan sarjana medis yang meninggal dunia di saat berjuang melawan covid-19.

“Lebih dari 500 sarjana di dunia medis menyatakan bahwa aturan jarak fisik tidak cukup untuk mengendalikan penyebaran covid-19, jadi yang kita perlukan untuk langkah pembatasan lebih lanjut diperlukan aturan ketat untuk memastikan orang-orang untuk tinggal di rumah. Pemerintah harus menerapkan denda untuk perorangan atau perusahaan yang melanggar peraturan,” tulis Ketua Dewan Siti Setiati.

Melihat penjelasan para pakar tersebut, seharusnya presiden jangan lagi berpikir panjang, segera mengambil langkah lockdown. Karena hilangnya nyawa itu seharusnya jauh lebih dipikirkan daripada perekonomian. Karena perekonomian yang ambruk bisa dibangun kembali, tetapi nyawa yang sudah hilang tidak akan bisa dikembalikan lagi. Seperti kata Presiden Ghana, Nana Addo Dankwa Akufo-Addo yang sedang viral itu.

Terkait social distancing, seharusnya bisa berjalan efektif kalau dibuat sebuah aturan legalnya. Pemerintah bisa represif mencegah, dan masyarakat akan taat dan patuh. Tetapi kalau hanya sekedar imbauan, masih banyak yang bakal meremehkan.

Begitu pula rasa kekhawatiran masyarakat menengah ke bawah untuk urusan ‘perut,’ saat lockdown diterapkan, seharusnya negara bisa mengatasinya. Mengalihkan sementara dana program lain, ke program pencegahan corona misalnya. Karena wabah corona ini yang paling urgent saat ini untuk diselesaikan. (*)

Editor: Dirhanuddin

Sekilas: Yusva Alam, begitu jenawa yang banyak orang kenal tentang sosok yang satu ini. Bagi Alam, sapaan karibnya, mimbar menyalin bukan barang baru, apalagi pentas yang asing. Tujuh tahun silam, pria berpostur tinggi telah menggeluti dunia jurnalistik.

Karirnya menyadur informasi, dimulainya dengan menjadi juru tinta di sebuah koran lokal, Bontang Post. Di bawah anak perusahaan Kaltim Post dan Jawa Pos Grup, Alam, mendalami bentala menyurat informasi menjadi sebuah ulasan pers, atau yang akrab disebut dengan berita.

Saat ini, dia beralih menjadi pewarta di media dering Akurasi.id. Sebuah media konten lokal di Tanah Benua Etam –sebuatn Kaltim. Dia juga menjadi seorang pemerhati masalah sosial dan politik di Indonesia dan mencarikan solusinya dalam Islam.


TAGGED:catatanCovid-19lockdownpemerintahYusva Alam
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Staf Terkonfirmasi Positif Covid-19, Balai Kota Samarinda Tutup Sementara
Trending

Staf Terkonfirmasi Positif Covid-19, Balai Kota Samarinda Tutup Sementara

By
akurasi 2019
positif covid-19
Trending

BREAKING: 5 Warga Kutim Dinyatakan Positif Covid-19, Semua Dirawat di RSUD Kudungga

By
akurasi 2019
pasien 03btg
Trending

Hasil Swab Negatif, Pasien 03BTG Sembuh dari Covid-19

By
akurasi 2019
Berpotensi Terjadi Kerumunan, MUI: Salat Idulfitri Sebaiknya di Rumah
Trending

Berpotensi Terjadi Kerumunan, MUI: Salat Idulfitri Sebaiknya di Rumah

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?