By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Dampak Corona, Peminat Buah Impor Asal Tiongkok Turun, Masyarakat Beralih ke Buah Lokal
Trending

Dampak Corona, Peminat Buah Impor Asal Tiongkok Turun, Masyarakat Beralih ke Buah Lokal

akurasi 2019
Last updated: Februari 7, 2020 8:28 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Buah Lokal
Virus corona yang merebak di Kota Wuhan, Tiongkok (China), membuat buah-buahan lokal kini banyak diminati. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
Buah impor
Suasana toko buah impor di Sangatta Utara, Kutim, tampak terlihat sepi pembeli. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Merebaknya virus corona tidak hanya menghantui masyarakat. Dampak dari penyebaran virus tersebut juga ikut dirasakan para pedagang buah impor asal Tiongkok. Selama sebulan terakhir, penghasilan para penjual buah impor itu turun cukup signifikan. Lantaran para pedagang merasa khawatir produk buah impor tersebut terinfeksi virus corona.

baca juga: Imbas Virus Corona, Stok Masker di Bontang Menipis, Banyak Dikirim ke China

Seperti yang banyak dirasakan para pedagang buah impor yang berjualan di wilayah Sangatta, Kutai Timur. Mereka terpaksa mengurangi stok buah karena waswas adanya virus corona. Begitu pula dengan peminat buah-buahan impor semakin berkurang setiap harinya. Hal ini tentunya berimbas pada menurunnya omzet penjualan para pedagang.

“Iya (penghasilan) menurun karena sudah banyak berkurang pembeli. Ya gitu takut (buah) terjangkit virus corona, karena dari China itu,” kata Adi, salah seorang penjual buah impor yang membuka lapak di Jalan Yos Sudarso 3, Rabu (5/2/20).

Kepada media ini, Adi mengaku, omset dagangannya mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga 30 persen dibandingkan sebelum virus corona viral di media sosial dan masyarakat.

“Sekitar 30 persen menurunnya. Sudah pada sepi pembeli, stok juga udah dikurangi,” ujarnya.

Karena stok buah impor yang sudah semakin berkurang, beberapa pedagang eceran terpaksa menaikkan harga buah. Hal itu demi menjaga agar penghasilan setiap harinya tetap terjaga.

“Harganya naik, sudah 2 minggu ini, karena stoknya kan berkurang. Tapi ya enggak terlalu jauh bedanya,” jelas Adi.

Hal serupa juga diungkapkan Hesti, pedagang buah impor yang turut merasakan dampak pemberitaan virus corona yang telah memakan ratusan korban jiwa di Kota Wuhan, Tiongkok tersebut.

“Sudah semakin sepi, kami juga jadi waswas jualnya. Jadi mau enggak mau kami kurangi stoknya, dan lebih tambah stok buah lokal saja dulu,” kata Hesti kepada Akurasi.id.

Meski demikian, Hesti meyakinkan produk buah yang dijualnya aman dan tak terinfeksi virus corona. Ia mengaku sudah membeli dalam stok banyak, sebelum penyebaran virus terjadi.

“Buah di sini sudah pasti aman. Kami sudah stok dari sebelum rame virus corona. Jadi aman, pembeli enggak perlu takut,” tegasnya.

Para pedagang berharap penyebaran virus corona dapat secepatnya diatasi dan tak berkepanjangan, agar hasil jualan mereka bisa kembali normal. “Adanya pemberitaan virus corona ini sangat berdampak, semoga bisa secepatnya diatasi,” pungkasnya.

Buah Lokal Jadi Primadona

buah lokal
Virus corona yang merebak di Kota Wuhan, Tiongkok (China), membuat buah-buahan lokal kini banyak diminati. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Virus corona yang merebak belakangan ini, membuat buah-buah lokal banyak diminati. Sebagai informasi, buah impor asal Tiongkok selama ini cukup mendominasi, khususnya saat Imlek.

Haris (55) seorang pedagang buah lokal khususnya buah lokal Kalimantan mengatakan, seminggu ini buah lokal laris dan lebih diminati ketimbang buah impor asal Tiongkok. Merebaknya virus corona membuat buah lokal kembali manjadi primadona bagi masyarakat.

“Sekarang pelanggan jarang mau beli buah impor, ya karena mahal, terus karena takut tidak aman kayak ada virus corona itu, jadi banyak pilih buah lokal,” katanya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Dia menyebutkan, buah yang paling diminati pembeli saat ini adalah durian, elai serta buah duku. Terlebih, rasa dan harga kedua komoditas ini bersaing serta dinilai lebih aman dikonsumsi.

“Kebetulan ini juga lagi musim buah lokal khas Kalimantan seperti elai, duku, jadi banyak pilihan,” tutupnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Buah ImporBuah LokalIsu TerkiniVirus corona
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Warga Berbas Pantai Kantongi Sabu, Ditangkap Polisi di Tanjung Laut
Trending

Warga Berbas Pantai Kantongi Sabu, Ditangkap Polisi di Tanjung Laut

By
Devi Nila Sari
Nikita Mirzani Ditegur Hakim Saat Sidang Perdana Kasus Pemerasan Rp 4 M, Sampaikan Pesan ke Presiden Prabowo
SelebritisTrending

Nikita Mirzani Ditegur Hakim Saat Sidang Perdana Kasus Pemerasan Rp 4 M, Sampaikan Pesan ke Presiden Prabowo

By
Wili Wili
rsib
Trending

Usai Rawat Anak PDP Covid-19 yang Meninggal, RSIB Resmi Tutup Pelayanan

By
akurasi 2019
ANAK 13 TAHUN
Trending

Kematian Anak 13 Tahun Berstatus PDP Covid-19 di Samarinda Disertai Sejumlah Penyakit Bawaan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?