By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Banyak PUS Belum Jadi Peserta KB, DPPKB Bontang Ingatkan Pentingnya Atur Jarak Kehamilan
Birokrasi

Banyak PUS Belum Jadi Peserta KB, DPPKB Bontang Ingatkan Pentingnya Atur Jarak Kehamilan

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:23 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
peserta kb
Pelatihan konseling KB bagi kader sub petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Kelurahan (PPKBK) dari DPPKB Bontang. (istimewa)
SHARE

banner diskominfo

peserta kb
Pelatihan konseling KB bagi kader sub petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Kelurahan (PPKBK) dari DPPKB Bontang. (istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Masih ada 8.443 pasangan usia subur (PUS) di Kota Taman -sebutan Bontang- yang belum menjadi peserta keluarga berencana (KB) pada 2019 lalu. Di antaranya ibu hamil sebanyak 897 orang, pasangan ingin memiliki anak segera sebanyak 2.625, pasangan ingin anak ditunda sebanyak 2.404, dan pasangan tidak ingin anak lagi ada 2.517.

baca juga: Atur Masa Kehamilan, Banyak Warga Bontang Pilih Gunakan MKJP IUD

Dari 8.443 orang tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi DPPKB Bontang. Bahtiar menyatakan pasangan usia subur yang belum menggunakan KB riskan terjadi kehamilan lagi jika tidak menggunakan alat kontrasepsi. Oleh sebab itu, petugas di lapangan harus menjemput bola PUS yang belum ber-KB.

“Yang diantisipasi itu PUS hamil 897 orang. Setelah melahirkan langsung disarankan untuk pakai KB,” paparnya.

Bahtiar mengungkapkan pada fasilitas kesehatan (faskes) di klinik, puskesmas, dan rumah sakit pasti menyarankan pasangan yang sudah melahirkan anak untuk segera menggunakan alat kontrasepsi. Terutama bagi warga pra sejahtera atau tidak mampu.

Kata Bahtiar, efek dari tidak ber-KB dapat berdampak buruk bagi kehidupan sebuah keluarga. Dia menjabarkan jika pasangan sudah memiliki banyak anak namun tidak menggunakan alat kontrasepsi bisa berdampak pada kesehatan.

“Ada 4T yang diwaspadai. Terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu dekat atau rapat. Itu bisa memengaruhi kesehatan,” jelasnya.

Dari segi ekonomi, KB juga memengaruhi kehidupan keluarga. Kata Bahtiar, jika memiliki banyak anak namun penghasilan sedikit dapat memengaruhi rumah tangga. Semakin banyak anak misalnya, maka untuk memenuhi kebutuhan anak semakin besar.

“Kebutuhan sekolah salah satu yang wajib dipenuhi. Kalau anaknya banyak, penghasilan sedikit bagaimana mengaturnya. Maka dikhawatirkan berdampak pada jumlah perceraian di Bontang tinggi,” jelasnya.

Bahtiar mengimbau terutama untuk pasangan pra sejahtera untuk menggunakan salah satu metode KB. Disarankan menggunakan MKJP seperti IUD.

Dengan mengikuti progam KB, maka dapat menekan angka perceraian hingga meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Bahtiar mengungkapkan KB juga memiliki dampak positif. Misalnya sebuah rumah tangga memiliki 3 anak dengan jarak kelahiran cukup jauh, maka istri dapat membantu suami menambah penghasilan dengan bekerja atau berdagang.

“Dengan begitu suami istri bisa saling membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” tutupnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Diskominfo BontangDPPKBPUSregional
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

PAD Bontang Menurun, Bapenda Siapkan 'Amunisi' Tingkatkan Pendapatan
Birokrasi

PAD Bontang Menurun, Bapenda Siapkan ‘Amunisi’ Tingkatkan Pendapatan

By
akurasi 2019
DPR Usulkan Revisi UU Desa soal Masa Jabatan Kades
BirokrasiHeadlineRagam

Komisi II DPR Usulkan Revisi UU Desa soal Masa Jabatan Kades

By
Devi Nila Sari
Kota Taman Terpilih dalam Aksi Cinta Lingkungan di 12 Provinsi
Birokrasi

Kota Taman Terpilih dalam Aksi Cinta Lingkungan di 12 Provinsi

By
akurasi 2019
pekerja TA
Birokrasi

Raking Pertanyakan Skill Pekerja TA yang Didatangkan, Sub Kontraktor Berikan Penjelasan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?