By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Destinasi > Pemasangan “Kontrasepsi” Dapat Mengurangi Risiko Kematian
DestinasiKesehatan

Pemasangan “Kontrasepsi” Dapat Mengurangi Risiko Kematian

akurasi 2019
Last updated: Juli 7, 2023 4:15 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Pemasangan “Kontrasepsi” Dapat Mengurangi Risiko Kematian
I Putu Satrya Wijaya. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)
SHARE
Pemasangan “Kontrasepsi” Dapat Mengurangi Risiko Kematian
I Putu Satrya Wijaya. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau intra uterine device (IUD) pada ibu pasca bersalin bisa menurunkan angka kematian. Sebab kehamilan di tahun pertama pasca persalinan memiliki risiko tinggi keguguran (abortus) dan anak lahir dalam keadaan prematur.

Selain itu, risiko seperti berat badan lahir rendah (BBLR), pendarahan hemorrhagic postpartum (HPP), kematian bayi, dan kematian ibu hamil (maternal) pun acap mengintai perempuan yang baru melahirkan anak.

Hal ini dijelaskan Spesialis Obstetri & Ginekologi Rumah Sakit (RS) Pupuk Kaltim Bontang, dr I Putu Satrya Wijaya, dalam Seminar Efektifitas IUD Pasca Salin dan Insersinya serta Coaching dalam Layanan KB, di Ruang Auditorium RS PKT, Selasa (23/7/19).

Dia menjelaskan, pemasangan IUD terbagi menjadi  dua: postpartum segera dan postpartum lanjut. Postpartum segera terbagi lagi menjadi AKDR pasca plasenta pemasangan IUD 10 menit setelah plasenta lahir, AKDR postpartum dini yang dilakukan lebih dari 10 menit hingga 28 jam setelah plasenta lahir, serta pemasangan IUD intra caesarea (operasi sesar) dan pasca keguguran.

Sedangkan postpartum lanjut merupakan AKDR yang dipasang 40 hari setelah ibu melahirkan anak. Satrya menyebut, jenis pemasangan IUD ini memiliki perbedaan.

IUD lebih mudah dipasang setelah melahirkan karena ukuran rahim lebih besar dari ukuran normalnya. “Sehingga saat pemasangan bisa meminimalisir rasa nyeri,” jelasnya.

Setelah 40 hari ibu melahirkan anak, banyak orang yang ingin memasang alat kontrasepsi IUD. Namun tertunda karena berbagai alasan seperti sibuk mengurus bayi dan tidak ada yang mengantarnya ke rumah sakit atau klinik.

Karenanya, Satrya berharap para ibu yang bersalin pulang dalam keadaan memakai kontrasepsi jangka panjang. “IUD memiliki kelebihan dipakai dalam jangka panjang lima hingga 10 tahun. Jadi ibu enggak perlu bolak-balik ke RS untuk suntik atau minum pil yang berisiko lupa minum,” ungkapnya.

Namun IUD juga memiliki kekurangan. Di awal-awal, sebagian ibu tidak cocok dengan IUD. Penyebabnya, ibu merasa nyeri setelah IUD dipasang. Sebelum ibu memasang IUD, biasanya dokter akan memberi evaluasi. Evaluasi pertama dilakukan dengan mengecek rahim ibu saat pemeriksaan kandungan ketika hamil.

“Evaluasi kedua ketika IUD akan dipasang setelah melahirkan,” kata dokter kelahiran 1982 ini.

Setelah pemasangan IUD, perempuan tidak perlu takut melakukan hubungan badan dengan suami. Jika IUD dipasang setelah melahirkan anak, maka perlu dievaluasi setelah 40 hari untuk mengetahui kesiapan ibu. Apabila IUD dipasang setelah 40 hari, ibu bisa berhubungan sesuai kesiapan fisiknya.

“Saat ibu sudah merasa nyaman, itu tanda sudah siap. Jika ibu merasa nyeri, tandanya belum siap dan perlu dievaluasi lagi,” terangnya.

Disinggung mitos kanker akibat penggunaan IUD, Satrya menampiknya. Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang diperoleh dari luar dan di dalam tubuh. IUD bisa menciptakan radang lokal dalam rahim sehingga mekanisme pertahanan tubuh lebih meningkat.

“Dengan meningkatnya pertahanan tubuh tersebut, bisa mencegah masuknya virus HPV yang menyebabkan kanker seperti kanker serviks,” bebernya. (*)

Penulis: Suci Surya Dewi
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:Gaya HidupIbu HamilkesehatanKontrasepsi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Waspadai Gagal Jantung, Begini Tips dari Dokter RSUD Taman Husada Bontang
Birokrasi

Waspadai Gagal Jantung, Begini Tips dari Dokter RSUD Taman Husada Bontang

By
akurasi 2019
Fungsi Vitamin C Dalam Tubuh Sebagai Kekebalan Tubuh
Kesehatan

Fungsi Vitamin C Dalam Tubuh Sebagai Kekebalan Tubuh

By
Devi Nila Sari
Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget, Penting untuk Orangtua Ketahui
DestinasiKesehatanRagam

Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget, Penting untuk Orangtua Ketahui

By
Devi Nila Sari
Cek Kesehatan Gratis Diluncurkan, Kado Ulang Tahun dari Negara untuk Rakyat Indonesia
KesehatanTrending

Cek Kesehatan Gratis Diluncurkan, Kado Ulang Tahun dari Negara untuk Rakyat Indonesia

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?