
![]()
Akurasi.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga Rabu (3/12/2025) sore pukul 15.05 WIB, jumlah korban meninggal dunia meningkat signifikan menjadi 807 jiwa.
BNPB juga mencatat 647 orang masih hilang dan 2.600 orang mengalami luka-luka. Sementara jumlah warga yang mengungsi melonjak menjadi 582.500 orang, tersebar di tiga provinsi tersebut.
Korban Meninggal Terus Bertambah
Data terbaru yang dirilis BNPB menunjukkan peningkatan drastis dari laporan sebelumnya pada pagi hari yang menyebut angka korban meninggal di kisaran 753 jiwa.
Rincian sebelumnya per provinsi:
Aceh: 218 meninggal, 227 hilang
Sumatera Utara: 299 meninggal, 163 hilang
Sumatera Barat: 234 meninggal, 260 hilang, serta 111 luka-luka
Selain itu, total warga terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah mencapai 3,3 juta jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, sebelumnya menyampaikan bahwa per Selasa (2/12), korban meninggal mencapai 708 jiwa. Angka tersebut melonjak seiring pembaruan data lapangan dari tim SAR gabungan.
Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Warga
BNPB juga merilis data kerusakan fasilitas umum serta rumah warga akibat banjir bandang dan longsor masif:
Kerusakan fasilitas umum:
299 jembatan rusak
132 fasilitas peribadatan rusak
9 fasilitas kesehatan rusak
Kerusakan rumah warga:
3.600 unit rusak berat
2.100 unit rusak sedang
4.900 unit rusak ringan
Kerusakan tersebut tersebar luas di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan dampak terparah di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Distribusi Logistik Diperkuat dari Darat, Laut, hingga Udara
Abdul Muhari menyebut distribusi bantuan untuk wilayah Sumut dilakukan melalui tiga jalur transportasi:
1. Jalur darat
Enam truk dengan masing-masing membawa 15 ton logistik diberangkatkan menuju Sumut.
2. Jalur laut
Pengiriman logistik dari Jakarta membawa 100 ton beras menuju Pelabuhan Sibolga untuk selanjutnya disebar ke kabupaten/kota terdampak.
3. Jalur udara
Di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, 7 helikopter telah disiagakan, ditambah rencana penambahan:
3 helikopter TNI
4 helikopter BNPB
Helikopter tersebut digunakan untuk menjangkau wilayah terisolasi yang tidak dapat ditembus lewat darat.
Instruksi Presiden Prabowo: Penanganan Jadi Prioritas Nasional
Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanganan bencana di Sumatera dilakukan sebagai prioritas nasional.
Menurut Pratikno, Presiden meminta agar Dana Siap Pakai (DSP) digunakan secara maksimal guna mendukung operasi penyelamatan, evakuasi, dan pemulihan.
“Bapak Presiden memberikan instruksi agar situasi ini diperlakukan sebagai prioritas nasional termasuk jaminan bahwa dana dan logistik nasional tersedia secara penuh,” ujar Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma.
Ia menegaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, dikerahkan untuk memastikan percepatan penanganan dan pemulihan fasilitas vital.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









