
![]()
Akurasi.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Hingga Selasa (2/12/2025) siang, jumlah korban meninggal dunia mencapai 659 jiwa, sementara 475 orang masih dinyatakan hilang.
Data ini disampaikan melalui situs resmi Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) sebagai bagian dari Rekapitulasi Terdampak Bencana. Selain korban jiwa, BNPB mencatat 2.600 warga mengalami luka-luka dan total 3,2 juta jiwa terdampak banjir besar yang melanda tiga provinsi tersebut. Adapun warga yang mengungsi mencapai 1,1 juta jiwa.
Rincian Korban di Tiga Provinsi
Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sekitar 50 kabupaten/kota, menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah. Berikut rincian korban per provinsi:
Aceh: 173 meninggal, 204 hilang, 1.800 luka-luka
Sumatera Barat: 193 meninggal, 117 hilang, 112 luka-luka
Sumatera Utara: 293 meninggal, 154 hilang, 614 luka-luka
Sebelumnya, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan peningkatan jumlah korban meninggal di Aceh menjadi 173 orang hingga Selasa dini hari. Ketua Tim Posko, M. Nasir, menyebut data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti proses pencarian.
Sementara itu, BPBD Sumatera Utara mencatat 1.669.996 jiwa terdampak di 17 kabupaten/kota. Hingga pukul 08.00 WIB, korban meninggal di Sumut mencapai 290 orang versi data daerah, sebelum diperbarui BNPB menjadi 293 orang.
Kerusakan Infrastruktur dan Pemukiman
Bencana hidrometeorologi ini juga menyebabkan kerusakan parah pada ribuan rumah dan fasilitas publik. BNPB mencatat:
3.500 rumah rusak berat
2.000 rumah rusak sedang
3.500 rumah rusak ringan
322 fasilitas pendidikan rusak
277 jembatan rusak
Kerusakan luas ini membuat akses ke sejumlah lokasi terdampak masih terhambat. Petugas gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian korban, serta penyaluran bantuan ke pos-pos pengungsian.
Pemerintah pusat dan daerah bersama TNI–Polri masih dikerahkan untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk pembukaan akses jalan, pendistribusian logistik, dan pencarian korban hilang.(*)
Penulis: Nicky
Editor: Willy









