PeristiwaTrending

Status Semeru Naik ke Level IV Awas, Jalur Malang–Lumajang Ditutup dan 187 Pendaki Dipastikan Aman

Evakuasi Pendaki dan Upaya Penanganan dari TNBTS serta Basarnas

Loading

Akurasi.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat signifikan pada Rabu (19/11/2025). Setelah rangkaian erupsi awan panas dan guguran lava sejak siang hari, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB.

Awan Panas Beruntun dan Peningkatan Amplitudo

Erupsi pertama tercatat pada pukul 14.13 WIB dengan amplitudo maksimal 25 mm dan jarak luncur mencapai 5 kilometer. Aktivitas vulkanik terus meningkat hingga pukul 15.37 WIB amplitudo bertambah menjadi 38 mm dengan jarak luncur 5,5 kilometer.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa awan panas yang terjadi berlangsung beruntun dan visual puncak gunung sempat tertutup kabut. “Awan panas masih berlangsung dengan amplitudo maksimum 37 mm hingga laporan ini dibuat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/11/2025).

Sejalan dengan peningkatan status, masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan hingga radius 20 kilometer dari puncak.

Jasa SMK3 dan ISO

Polres Malang Perketat Kesiapsiagaan

Di wilayah Malang, Polres Malang langsung memperketat pengamanan terutama di Kecamatan Ampelgading yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang. Dua peleton atau sekitar 60 personel disiagakan untuk membantu penanganan kedaruratan.

“Kami sudah menyiagakan dua peleton personel untuk antisipasi. Mereka siap digerakkan sewaktu-waktu ke wilayah rawan,” kata Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar.

Jalur penghubung Ampelgading–Lumajang telah ditutup demi keselamatan pengguna jalan. Pengendara dari arah Malang diminta putar balik, sementara pemantauan lapangan terus dilakukan bersama BPBD, SAR, dan Polres Lumajang.

Evakuasi Warga dan Respons Pemerintah Daerah

Di wilayah yang terdampak langsung, relawan bersama pemerintah provinsi mengevakuasi warga di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang. Pemerintah Jawa Timur menurunkan dua alat berat serta tenaga penanggulangan bencana untuk mempercepat penanganan area yang terdampak material erupsi.

Bambang menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas. “Kami siap bertindak cepat jika situasi meningkat,” tegasnya.

187 Pendaki Semeru Berhasil Dievakuasi dan Dalam Kondisi Aman

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan seluruh 187 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo berada dalam kondisi aman. Mereka terdiri dari 129 pendaki beserta pemandu, porter, dan petugas pendamping.

Para pendaki telah mulai turun sejak Kamis (20/11/2025) pagi dan diperkirakan tiba di Ranu Pani pada sore hari. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha memastikan bahwa para pendaki tidak terdampak langsung karena material erupsi bergerak ke arah selatan–tenggara menuju Kecamatan Pronojiwo.

TNBTS mengimbau wisatawan untuk mematuhi zona berbahaya yang telah ditetapkan PVMBG. Tim Basarnas juga telah bersiaga di Ranu Pani untuk menyambut para pendaki yang dievakuasi.

“Evakuasi berjalan terkendali dan dikoordinasikan oleh petugas TNBTS bersama PPGST,” ujar Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama.

Warga di kawasan selatan Semeru, khususnya Ampelgading dan daerah sekitar aliran sungai berhulu Semeru, diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas mengingat aktivitas vulkanik masih tinggi.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button