HeadlinePeristiwa

Ratusan Siswa di Banggai Kepulauan Diduga Keracunan Usai Santap Menu Program MBG

Distribusi Program MBG Dihentikan Sementara untuk Investigasi

Loading

Banggai Kepulauan, Akurasi.id — Sebanyak 277 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (18/9/2025).

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Salakan, Erick Alfa Handika Sangule, mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab keracunan berasal dari menu ikan tuna goreng saus. Sampel makanan telah dipersiapkan untuk diuji di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Faktor penyebab kemungkinan permasalahan tersebut diduga diakibatkan makanan ikan tuna goreng saus. Sampel makanan sudah dipersiapkan untuk dikirim uji di BPOM Palu,” kata Erick dalam keterangan resminya, Jumat (19/9/2025).

Berdasarkan data sementara, dari 277 siswa yang terdampak, 32 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Trikora, sementara 245 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang namun tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Jasa SMK3 dan ISO

Menanggapi insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau kondisi terkini. Pemerintah daerah juga menghentikan sementara distribusi menu MBG hingga hasil investigasi selesai.

“Hari ini terjadi pemberhentian distribusi MBG sementara akibat permasalahan yang diduga keracunan makanan. Permasalahan ini telah kami laporkan ke Polres Banggai Kepulauan,” lanjut Erick.

Sebagai langkah antisipasi, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Puskesmas Salakan menyiapkan tenda perawatan darurat untuk menangani siswa yang mengalami gejala mual, sakit perut, dan pusing.

Penanggung jawab program MBG, Zulkifli Lamiju, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas insiden ini. Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam penyajian makanan kepada para siswa.

“Kejadian ini benar-benar di luar kemampuan kami sebagai pengelola. Kami sangat menyesal dan meminta maaf kepada para siswa dan orang tua,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Rusli Moidady selaku Bupati Banggai Kepulauan memastikan seluruh tenaga kesehatan telah dikerahkan untuk menangani siswa terdampak, dan tidak ada pasien yang dinyatakan dalam kondisi kritis.

“Kami juga akan melakukan observasi selama 1×24 jam. Jika tidak ada gejala alergi, siswa akan dipulangkan,” ujar Rusli, seraya berharap seluruh siswa dapat segera pulih dan kembali beraktivitas.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button