By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Hari Kebaya Nasional: Merayakan Keanggunan dan Warisan Budaya Perempuan Indonesia
PeristiwaTrending

Hari Kebaya Nasional: Merayakan Keanggunan dan Warisan Budaya Perempuan Indonesia

Wili Wili
Last updated: Juli 24, 2025 5:04 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Hari Kebaya Nasional: Merayakan Keanggunan dan Warisan Budaya Perempuan Indonesia
Hari Kebaya Nasional: Merayakan Keanggunan dan Warisan Budaya Perempuan Indonesia. Foto: Kemenlu RI.
SHARE

Akurasi.id – Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 Juli menjadi momentum penting dalam pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023, antusiasme masyarakat terhadap peringatan ini terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.

Tak hanya para pegiat budaya, generasi muda pun turut bangga mengenakan kebaya sebagai identitas nasional. Salah satu sosok inspiratif adalah Arbida Nila, pegiat kebaya yang telah membiasakan diri mengenakan kebaya sejak 2022. Kecintaannya terhadap kebaya tumbuh dari sang nenek yang terbiasa memakainya dalam keseharian.

“Awalnya cinta dahulu, aku mengenal kebaya dari nenekku. Dan aku mulai memakai kebaya pada sehari-hari pada 2022,” ungkap Arbida.

Arbida juga aktif mengeksplorasi ragam kebaya tradisional seperti kebaya kutubaru yang dikenal memiliki stagen khas dari Jawa Tengah. Ia dan rekannya bahkan menciptakan inovasi kebaya dari kain perca sebagai kampanye keberlanjutan dalam dunia fesyen. Kebaya hasil karya mereka dikenakan dalam momen spesial seperti ulang tahun, sekaligus menunjukkan bahwa kebaya bisa tampil modern dan ramah lingkungan.

Tak hanya kutubaru, Arbida turut memperkenalkan kebaya janggan, salah satu busana khas keraton Jawa yang menonjolkan kerah tinggi dan kancing menyamping. Kebaya ini dikenakan oleh aktris Maudy Ayunda dalam film Kita Berkebaya, dan sempat populer melalui serial Gadis Kretek yang dibintangi Dian Sastro.

Ragam Kebaya Nusantara, Simbol Keanggunan dan Identitas Budaya

Kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan simbol kelembutan, keteguhan, dan peran penting perempuan dalam sejarah bangsa. Desember 2024 menjadi momen bersejarah saat kebaya resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO, menegaskan statusnya sebagai aset budaya yang layak dilestarikan dunia.

Sejak abad ke-15, kebaya telah dikenal dalam lingkungan kerajaan dan bangsawan Jawa. Seiring waktu, kebaya bertransformasi sesuai perkembangan zaman, dari busana para permaisuri hingga pilihan gaya perempuan modern masa kini.

Ciri khas kebaya terletak pada bahan yang lembut seperti brokat, sutra, atau katun halus. Potongannya mengikuti lekuk tubuh namun tetap sopan, umumnya dipadukan dengan bawahan kain batik, songket, atau tenun.

Beberapa jenis kebaya populer di Indonesia antara lain:

  1. Kebaya Kartini – Mewakili perjuangan dan kesederhanaan, terinspirasi RA Kartini.

  2. Kebaya Encim – Perpaduan budaya Tionghoa dan Betawi dengan kerah V dan bordiran halus.

  3. Kebaya Kutubaru – Khas dengan kerah persegi dan stagen, banyak dipakai dalam acara adat.

  4. Kebaya Janggan – Bergaya panjang dan tertutup, kerap dikenakan dalam upacara keraton.

  5. Kebaya Bali – Potongan sederhana namun sarat makna spiritual, digunakan dalam upacara adat.

  6. Kebaya Sunda – Elegan dan lembut, dihiasi renda dan payet, sering digunakan dalam pernikahan adat.

Hari Kebaya Nasional bukan hanya tentang pakaian, tetapi tentang merayakan warisan budaya yang mengakar dalam kehidupan perempuan Indonesia. Dengan semangat pelestarian dan inovasi, kebaya diyakini akan terus hidup dan berkembang lintas generasi.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:Arbida NilaBusana Adat IndonesiaFashion BerkelanjutanHari Kebaya NasionalKebaya BaliKebaya EncimKebaya JangganKebaya KartiniKebaya KutubaruKebaya SundaKebaya TradisionalKeppres 19 Tahun 2023Pelestarian BudayaUNESCOWarisan Budaya Indonesia
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dikabarkan Sakit, Ratu Elizabeth II Meninggal di Usia 96 Tahun
CorakHeadlineTrending

Dikabarkan Sakit, Ratu Elizabeth II Meninggal di Usia 96 Tahun

By
Devi Nila Sari
AS Tolak Akui Pemerintahan Afghanistan, Taliban Memanas
HeadlineTrending

AS Tolak Akui Pemerintahan Afghanistan, Taliban Memanas

By
Devi Nila Sari
Perbaikan Jalan Kukar-Kubar “Jalan di Tempat”, Libatkan 3 Kontraktor Besar, Habiskan Rp366 Miliar
HeadlineTrending

Perbaikan Jalan Kukar-Kubar “Jalan di Tempat”, Libatkan 3 Kontraktor Besar, Habiskan Rp366 Miliar

By
Redaksi Akurasi.id
KPK Tegaskan Rehabilitasi Presiden Prabowo untuk Eks Dirut ASDP Bukan Preseden Buruk
HeadlinePeristiwa

KPK Tegaskan Rehabilitasi Presiden Prabowo untuk Eks Dirut ASDP Bukan Preseden Buruk

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?