By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Pembongkaran Bangunan di Puncak: Upaya Pemulihan Resapan Air dan Hutan
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Pembongkaran Bangunan di Puncak: Upaya Pemulihan Resapan Air dan Hutan

Wili Wili
Last updated: Maret 7, 2025 2:49 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Pembongkaran Bangunan di Puncak: Upaya Pemulihan Resapan Air dan Hutan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Pembongkaran Bangunan di Puncak: Upaya Pemulihan Resapan Air dan Hutan. Foto: Kompas.
SHARE

Akurasi.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung pembongkaran bangunan di kawasan wisata Hibisc Fantasy, Puncak, Bogor. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai area resapan air dan hutan hijau.

Contents
  • Tindakan Tegas untuk Menjaga Ekosistem
  • Penyegelan Bangunan yang Melanggar
  • Komitmen Pengembalian Fungsi Hutan

Dedi menegaskan bahwa upaya pemulihan kawasan ini harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. “Komitmen awal kita adalah mengembalikan kawasan ini menjadi area perbukitan dan hutan. Namun, hal tersebut tidak bisa serta-merta dilakukan karena ada proses hukum yang harus dijalani,” ujar Dedi kepada wartawan pada Jumat (7/3/2025).

Menurutnya, ranah hukum tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Ia menekankan bahwa KLH akan menentukan apakah terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang wisata di wilayah tersebut. Meski begitu, secara pribadi, Dedi berharap seluruh bangunan di kawasan wisata itu dapat dibongkar untuk mengembalikan fungsi lingkungan.

Tindakan Tegas untuk Menjaga Ekosistem

Saat meninjau lokasi lain di Megamendung, Kabupaten Bogor, Dedi tak kuasa menahan tangis melihat kerusakan alam akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Ia melihat langsung tanah yang terbelah dan longsor, yang diduga disebabkan oleh proyek pembangunan ekowisata seperti jembatan gantung.

“Lihat itu, tanah sampai terbelah dan longsor. Ini yang paling melanggar,” ujar Dedi dengan nada geram. Ia juga mempertanyakan siapa yang memberikan izin pembangunan tersebut. Salah satu pejabat menyebut bahwa izin dikeluarkan oleh Bupati Bogor sebelumnya. Mendengar hal tersebut, Dedi meminta koordinasi dengan Bupati Bogor saat ini, Rudy Susmanto, serta KLH untuk mengevaluasi kembali perizinan tersebut.

Penyegelan Bangunan yang Melanggar

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup bersama Menteri LH/BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, serta Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan inspeksi mendadak ke beberapa tempat di kawasan wisata Puncak. Hasilnya, empat bangunan wisata disegel karena diduga melanggar izin dan berkontribusi terhadap bencana banjir yang terjadi di kawasan tersebut.

Bangunan yang disegel antara lain:

  1. Pabrik teh di Telaga Saat
  2. Agrowisata Gunung Mas
  3. Wahana wisata Hibisc Fantasy
  4. Tempat wisata petualangan Eiger di Kecamatan Megamendung

Menurut Hanif Faisol, tindakan ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mencegah dampak buruk bagi masyarakat, khususnya bagi daerah hilir seperti Karawang, Bekasi, dan Jakarta yang sering mengalami banjir akibat berkurangnya daerah resapan air.

Komitmen Pengembalian Fungsi Hutan

Dedi menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya terbatas pada kawasan wisata tertentu, tetapi mencakup seluruh area di Puncak yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air. Ia berharap kawasan yang telah rusak dapat kembali dihijaukan dan menjadi hutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Pemprov Jabar ingin mengembalikan seluruh area yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air agar bermanfaat bagi masyarakat di hilir. Kita harus bertindak tegas untuk mencegah bencana di masa depan,” tegasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan keseimbangan ekosistem di kawasan Puncak dapat kembali terjaga serta mencegah bencana yang lebih besar akibat alih fungsi lahan yang tidak bertanggung jawab.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:alih fungsi lahanBanjirDedi MulyadiGubernur Jawa Barathutan lindungKementerian Lingkungan Hidupkonservasi hutanlingkungan hiduppenyegelan bangunanpuncak bogorresapan air
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Anggota DPR RI Irwan saat diwawancarai awak media. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)
HeadlineParlemenRagam

Apresiasi Rencana Kemah Jokowi di IKN, Irwan: Waspada Pohon Eukaliptus

By
Devi Nila Sari
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali KM 72 Tewaskan 5 Orang, Puluhan Luka-Luka
PeristiwaTrending

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali KM 72 Tewaskan 5 Orang, Puluhan Luka-Luka

By
Wili Wili
Oppenheimer: Film
Covered StoryHeadline

Oppenheimer: Film

By
akurasi 2019
Film Horor Legendaris "The Exorcist" Kembali dengan Sekuel "Believer"
Covered StoryHeadlineTrailer Film

Film Horor Legendaris “The Exorcist” Kembali dengan Sekuel “Believer”

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?