By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Polemik Study Tour SMAN 6 Depok ke Bali: Antara Pendidikan dan Kontroversi Ekonomi
PeristiwaTrending

Polemik Study Tour SMAN 6 Depok ke Bali: Antara Pendidikan dan Kontroversi Ekonomi

Wili Wili
Last updated: Februari 18, 2025 6:37 pm
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Polemik Study Tour SMAN 6 Depok ke Bali: Antara Pendidikan dan Kontroversi Ekonomi
Polemik Study Tour SMAN 6 Depok ke Bali: Antara Pendidikan dan Kontroversi Ekonomi. Foto: Ist.
SHARE

Akurasi.id – Rencana Kunjungan Objek Belajar (KOB) yang melibatkan 347 siswa SMAN 6 Depok menuju Surabaya, Jawa Timur, hingga Bali kini memicu kontroversi. Walaupun Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau untuk membatalkan rencana tersebut, pihak sekolah dan komite tetap melanjutkan perjalanan yang dijadwalkan berlangsung hingga Senin (24/2/2025).

Contents
  • Rencana Study Tour dan Tujuan Pendidikan
  • Tanggapan Gubernur Jawa Barat dan Pihak PHRI
  • Protes SMAN 6 Depok dan Komite Sekolah
  • Dampak Ekonomi dan Kebijakan yang Dipertanyakan

Rencana Study Tour dan Tujuan Pendidikan

Sebanyak 347 siswa dari kelas 11 SMAN 6 Depok berangkat untuk mengikuti KOB yang tidak hanya berfokus pada wisata, tetapi juga observasi lingkungan dan budaya. Selama di Surabaya, siswa akan tinggal bersama penduduk Desa Kungkuk, Batu, Malang, untuk belajar bertani, beternak, dan melakukan pengamatan langsung terhadap budaya setempat. Bali pun menjadi destinasi terakhir perjalanan untuk tujuan wisata setelah agenda observasi selesai.

Tanggapan Gubernur Jawa Barat dan Pihak PHRI

Namun, kebijakan larangan study tour yang dikeluarkan oleh Dedi Mulyadi menimbulkan ketegangan. Dedi menganggap bahwa banyak kegiatan study tour di sekolah lebih mirip dengan piknik daripada kegiatan edukasi yang bermanfaat. Ia menyebutkan bahwa penggunaan istilah “study tour” seharusnya menggambarkan kegiatan akademik, bukan sekadar liburan.

Sementara itu, kebijakan ini mendapat protes dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, yang menilai kebijakan tersebut dapat merugikan pendapatan daerah, khususnya sektor pariwisata. Dedi Mulyadi, dalam penjelasannya, merasa heran dengan keberatan yang muncul, terutama dari pelaku pariwisata, karena kebijakan tersebut hanya melarang study tour di wilayah Jawa Barat.

Protes SMAN 6 Depok dan Komite Sekolah

SMAN 6 Depok menegaskan bahwa tujuan mereka bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk memberikan pembelajaran di luar kelas, khususnya terkait dengan PPKN. Komite sekolah juga memastikan bahwa mereka akan membantu siswa yang mengalami kesulitan membayar biaya program sebesar Rp 3,8 juta, yang meliputi transportasi dan akomodasi.

Dampak Ekonomi dan Kebijakan yang Dipertanyakan

Deddy dari PHRI menilai kebijakan larangan study tour ini berpotensi menambah beban ekonomi daerah yang sudah terdampak oleh efisiensi anggaran pemerintah pusat. Menurutnya, Jawa Barat, yang selama ini menjadi tujuan study tour bagi siswa dari daerah lain, kini berisiko kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari sektor pariwisata.

Persoalan study tour SMAN 6 Depok ini mencerminkan ketegangan antara kebijakan pendidikan dan dampak ekonomi yang lebih luas. Sementara pihak sekolah tetap berkomitmen untuk melaksanakan program tersebut demi tujuan pendidikan, Gubernur Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya membedakan antara kegiatan akademik dan wisata semata. Polemik ini menunjukkan bagaimana kebijakan pendidikan dapat berdampak pada sektor-sektor lain, seperti pariwisata dan perekonomian daerah.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:BaliDedi MulyadiEkonomi DaerahJawa BaratKOBKomite SekolahKunjungan Objek BelajarPendidikanPHRISMAN 6 Depokstudy tour
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tiga Orang Satu Keluarga Tewas di Kontrakan Warakas, Polisi Selidiki Dugaan Penyebab Kematian
PeristiwaTrending

Tiga Orang Satu Keluarga Tewas di Kontrakan Warakas, Polisi Selidiki Dugaan Penyebab Kematian

By
Wili Wili
Fakta Abdul Gafur Mas'ud Bupati PPU - Akurasi.id
Trending

Fakta Abdul Gafur Mas’ud, Bupati Termuda, Miliki Kekayaan Rp36,72 Miliar

By
Devi Nila Sari
Skandal Beras Oplosan Rugikan Masyarakat Rp 99 Triliun, Titiek Soeharto Desak Pemerintah Bertindak Tegas
PeristiwaTrending

Skandal Beras Oplosan Rugikan Masyarakat Rp 99 Triliun, Titiek Soeharto Desak Pemerintah Bertindak Tegas

By
Wili Wili
Diskon PLN Diperpanjang, Ketentuan Subsidi Berubah
RagamTrending

Diskon PLN Diperpanjang, Ketentuan Subsidi Berubah

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?