By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Makna Batik Jokowi dan Sultan HB X dalam Pertemuan di Keraton Kilen
HeadlinePeristiwa

Makna Batik Jokowi dan Sultan HB X dalam Pertemuan di Keraton Kilen

Wili Wili
Last updated: Januari 18, 2025 3:59 pm
By
Wili Wili
Share
4 Min Read
Makna Batik Jokowi dan Sultan HB X dalam Pertemuan di Keraton Kilen
Makna Batik Jokowi dan Sultan HB X dalam Pertemuan di Keraton Kilen. Foto: Ist.
SHARE

Yogyakarta, Akurasi.id – Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Keraton Kilen menjadi sorotan publik. Selain isi pembicaraan dalam pertemuan tertutup selama 1,5 jam tersebut, perhatian masyarakat juga tertuju pada motif batik yang dikenakan oleh kedua tokoh tersebut.

Contents
  • Motif Batik Jokowi: Simbol Kepemimpinan
  • Motif Batik Sultan HB X: Filosofi Parang dan Tumbuhan
  • Kain Sasirangan dan Keunikannya
  • Simbol Kekuasaan dalam Motif Batik dan Sasirangan

Motif Batik Jokowi: Simbol Kepemimpinan

Presiden Jokowi terlihat mengenakan batik dengan motif naga. Menurut Prof. Sarwono, ahli batik dan pakar tekstil tradisional dari Universitas Sebelas Maret (UNS), motif naga sering dikaitkan dengan simbol raja atau pemimpin. Dalam tradisi batik klasik, terdapat motif bernama “Semen Naga Raja”. Motif ini menggambarkan peran seorang pemimpin sebagai pelindung rakyatnya.

“Kata ‘semen’ berasal dari istilah ‘semi’ dalam bahasa Jawa yang berarti persemaian atau tumbuh. Ini adalah simbol wong cilik (rakyat kecil), sehingga maknanya melambangkan hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyatnya,” jelas Prof. Sarwono saat diwawancarai pada Jumat (17/1/2025).

Meski ada netizen yang menyebut motif tersebut sebagai Ular Antaboga, Prof. Sarwono menegaskan bahwa istilah “Antaboga” lebih dikenal dalam dunia pewayangan, bukan dalam motif batik klasik.

Motif Batik Sultan HB X: Filosofi Parang dan Tumbuhan

Sultan HB X mengenakan batik dengan motif yang terinspirasi dari pola Parang yang dimodifikasi. Motif Parang secara tradisional diperuntukkan bagi raja dan putra/putri raja, menjadikannya simbol kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.

“Motif Parang memiliki arti bahwa seorang pemimpin harus kuat seperti karang yang kokoh di tengah ombak,” ungkap Prof. Sarwono. Motif tumbuhan yang terlihat pada kain Sultan HB X memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada desainnya, namun secara umum mencerminkan harapan akan pertumbuhan dan keberlanjutan.

Kain Sasirangan dan Keunikannya

Uniknya, beberapa pihak mengungkapkan bahwa kain yang dikenakan Sultan HB X bukan batik, melainkan sasirangan, kain adat khas Kalimantan Selatan. Menurut Dicky Firmanto, perwakilan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kain tersebut tidak memiliki makna khusus dalam pertemuan tersebut.

Sasirangan memiliki sejarah panjang sebagai kain dengan nilai budaya dan spiritual. Dalam tradisi suku Banjar, kain ini dahulu dikenal sebagai “pamintan” atau “pemintaan” karena sering digunakan sebagai sarana pengobatan. Menurut legenda, kain ini pertama kali dibuat pada abad ke-12 oleh Putri Junjung Buih dengan motif Padiwaringin.

Simbol Kekuasaan dalam Motif Batik dan Sasirangan

Motif naga dalam batik Jokowi dan Parang pada kain Sultan HB X menunjukkan simbol kekuasaan dan legitimasi. Sejarah mencatat bahwa motif seperti ini hanya digunakan oleh raja atau permaisuri dalam tradisi keraton. Meski demikian, pembuat motif naga yang dikenakan Jokowi, Aris, menegaskan bahwa motif tersebut tidak mengandung muatan politik.

“Motif ini sebenarnya saya buat jauh sebelum Pak Jokowi menjabat Presiden RI. Tidak ada unsur politik di dalamnya,” jelas Aris.

Pertemuan antara Presiden Jokowi dan Sultan HB X di Keraton Kilen tidak hanya menarik dari sisi politik, tetapi juga menonjolkan kekayaan budaya Nusantara melalui motif kain yang mereka kenakan. Batik dan sasirangan menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan simbolis tentang kepemimpinan, kekuatan, dan harmoni antara pemimpin dan rakyat.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:batik nagabatik parangbudaya indonesiaBudaya NusantaraJokowikain tradisionalKeraton Yogyakartamotif batiksasirangansimbol kepemimpinanSri Sultan HB X.tekstil tradisional
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Jabar dan Sumatera

Akurasi.id, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu,…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Prabowo Larang Kader Serukan Dua Periode, Fokus Jalankan Amanah dan Berantas Korupsi
HeadlineKabar Politik

Prabowo Larang Kader Serukan Dua Periode, Fokus Jalankan Amanah dan Berantas Korupsi

By
Wili Wili
Harga Minyak Mentah Dunia Meningkat, Erick Thohir Minta Maaf Jika Harga Pertamax Naik
HeadlineTrending

Harga Minyak Mentah Dunia Meningkat, Erick Thohir Minta Maaf Jika Harga Pertamax Naik

By
akurasi 2019
Threads.me oleh Facebook: Pesaing Besar Berikutnya dalam Kompetisi Platform Media Sosial
HeadlineKesehatanTrending

Threads.me oleh Facebook: Pesaing Besar Berikutnya dalam Kompetisi Platform Media Sosial

By
akurasi 2019
Klaim Batik dari Malaysia, Miss World Malaysia Minta Maaf
HeadlineTrending

Klaim Batik dari Malaysia, Miss World Malaysia Minta Maaf

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?