By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Menakar Kekuatan Prabowo-Sandi di Kaltim
Kabar Politik

Menakar Kekuatan Prabowo-Sandi di Kaltim

akurasi 2019
Last updated: Maret 11, 2019 9:26 pm
By
akurasi 2019
Share
11 Min Read
Menakar Kekuatan Prabowo-Sandi di Kaltim
(design by akurasi.id)
SHARE
(design by akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Barangkali bagi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Probowo-Hatta), pemilihan presiden (pilpres) 2014 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) adalah pukulan telak dalam pertarungan memperebutkan puncak kekuasaan di Indonesia. Prabowo-Hatta hanya meraup 37,24 persen atau 590.272 suara di Benua Etam. Kalah telak dengan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang mengantongi 62,76 persen atau 994.842 suara.

Kekalahan ini membenarkan pendapat bahwa dukungan sebagian besar partai politik tidak serta-merta membuat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dapat meraup mayoritas suara rakyat. Empat setengah tahun yang lalu, Prabowo-Hatta didukung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Partai-partai tersebut menduduki sebagian besar kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Dari 55 anggota legislatif di Gedung Karang Paci, 30 kursi dipegang lima partai pengusung Prabowo-Hatta. Di tingkat eksekutif, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mendukung pasangan calon tersebut. Kala itu, mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) itu menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Kaltim.

Awang Faroek pula yang diangkat sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Bumi Etam. Bergabung dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, mantan Wali Kota Bontang Adi Darma, mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, dan mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar.

Selain itu, sejumlah mantan wakil wali kota dan wakil bupati di Kaltim menjatuhkan pilihan kepada pasangan tersebut. Ada mantan Wakil Wali Kota Bontang Isro Umarghani, mantan Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Didik Effendi, dan mantan Wakil Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Baca Juga:  Tantangan Jokowi Mempertahankan Kemenangan di Kaltim

Didukung sebagian besar kepala daerah dan wakil kepala daerah di Bumi Etam, Awang Faroek pernah sesumbar akan mempersembahkan 70 persen suara untuk Prabowo-Hatta. Namun, target itu bak mimpi di siang bolong. Rakyat Kaltim sudah terlanjur kepincut dengan Jokowi-JK.

Basis Suara Prabowo-Hatta di Pilpres 2014

Di pilpres 2014, seluruh kabupaten/kota di Kaltim dimenangkan Jokowi-JK. Meski begitu, terdapat sejumlah kecamatan di provinsi kaya sumber daya alam ini yang memberikan dukungan mayoritas untuk Prabowo-Hatta.

Di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan 50,87 persen suara. Sementara di Kecamatan Long Apari Kabupaten Kubar, pasangan tersebut memperoleh 62,35 persen suara. Dari 103 kecamatan di Kaltim, hanya dua kecamatan itu yang dimenangkan Prabowo-Hatta.

Di wilayah perdesaan, pasangan calon tersebut meraup suara 54,93 persen di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser. Di Desa Lempesu, Bekoso, Damit, Sangkuriman, Olong Pinang, dan Suatang Ketebang, Kecamatan Balengkong, Kabupaten Paser, Prabowo-Hatta unggul dibanding Jokowi-JK.

Di Kecamatan Tanah Grogot, pasangan itu menang di Desa Tanah Grogot, Tepian Batang, Tanah Periuk, Sungai Tuak, Padang Pengrapat, dan Sungai Langir. Di desa yang terakhir, Prabowo-Hatta meraup 72,47 persen suara.

Sementara di Kecamatan Kuaro, keduanya unggul di Desa Kuaro, Sandeley, Pasir Mayang, Padang Jaya, dan Klempang Sari. Di Kecamatan Long Ikis, Prabowo-Hatta unggul di Desa Long Ikis, Samuntai, Krayan Jaya, dan Krayan Bahagia. Kemudian di 13 desa di Kecamatan Muara Komam, pasangan tersebut menang di Muarakomam.

Bergeser di Kecamatan Long Kali. Dari 23 desa di kecamatan tersebut, Prabowo Hatta unggul di Desa Mendik Makmur. Di Kecamatan Batu Engkau, keduanya menang di Desa Segendang. Tak jauh berbeda, di Kecamatan Muara Samu, pasangan itu unggul di Desa Muser.

Suara paling banyak didapatkan Prabowo-Hatta di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar. Unggul di satu desa dari 15 desa di kecamatan tersebut. Di Kecamatan Anggana dan Kecamatan Muara Badak, keduanya menang di Desa Anggana dan Desa Sungai Bawang.

Di Kecamatan Tenggarong, Prabowo-Hatta unggul di Kelurahan Timbau, Melayu, Panji, Sukarame, Kampung Baru, dan Mangkurawang. Sementara di Kecamatan Kota Bangun, Samboja, dan Muara Jawa, keduanya unggul di Desa Pela, Wonotirto, Karya Jaya, Muara Jawa Ilir, Muara Jawa Tengah, Teluk Dalam, Dondang, dan Tamapole.

Prabowo-Hatta juga menang di Desa Loa Pari dan Desa Tanjung Batu Kecamatan Tenggarong Seberang. Di Kecamatan Marang Kayu dan Kecamatan Muara Wis, keduanya unggul di Desa Sambera Baru dan Desa Melintang.

Di Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Prabowo-Hatta menang di Desa Pilanjau, Mengkajang, dan Biatan. Sementara di Kecamatan Long Apari Kabupaten Kubar—masih satu penyelenggara pemilu dengan Mahakam Ulu (Mahulu), pasangan tersebut unggul di Desa Long Penaneh I, Long Penaneh II, Tiong Ohang, Tiong Bu’u, Naha Buan, Long Apari, Long Kerioq, dan Naha Silat. Di kecamatan itu, Prabowo-Hatta memperoleh 62,35 persen suara.

Masih di daerah yang sama. Di Kecamatan Long Pahangai, Long Bagun, Long Hubung, dan Tering, keduanya menang di  Desa Delang Kerohong, Long Isun, Datah Naha, Long Pahangai II, Memahak Besar, Datah Bilang Ilir, dan Gabung Baru.

Di Kecamatan Penajam, Babulu, dan Sepaku Kabupaten PPU, Prabowo-Hatta unggul di Desa Sesumpu, Gersik, Jenebora, Gunung Makmur, Desa Gunung Mulia, Maridan, dan Telemow. Sementara di Samarinda, Prabowo-Hatta menang di Teluk Lerong Ilir, Air Putih, Air Hitam, dan Teluk Lerong Ulu.

Basis suara di sejumlah kecamatan dan desa tersebut dapat dijadikan kekuatan bagi Prabowo-Sandi di pilpres 2019. Tim sukses (timses) bisa memperluas dukungan di kabupaten/kota seperti Balikpapan, Bontang, dan Kutim. Pada pilpres 2014, semua desa dan kelurahan di tiga daerah itu dimenangkan Jokowi-JK.

Modal Besar Prabowo-Sandi

Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran Noor dan Hadi Mulyadi pernah menyatakan dukungan untuk Prabowo-Sandi di pilpres 2019. Meski begitu, keduanya mengaku tidak akan mengampanyekan capres dan cawapres nomor urut 02.

Arah politik Isran di pilpres mudah ditebak. Di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, Isran mendapat mandat dari Prabowo. Sementara Hadi, didukung PKS. Dukungan itulah yang mengantarkan keduanya memenangkan kontestasi demokrasi lima tahunan tersebut.

Belum lama ini, Isran menegaskan pilihan politiknya di pilpres. Dia tidak ingin dukungannya untuk salah satu pasangan calon membuat masyarakat terbelah. “Walaupun (di pilpres ini) saya memiliki pilihan, saya ingin menjaga agar masyarakat tidak terpecah,” ucapnya.

Dikutip Prokal.co, pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Luthfi Wahyudi mengatakan, keterlibatan Isran-Hadi dalam kampanye terbuka dapat meningkatkan dukungan masyarakat untuk Prabowo-Sandi.

Keikutsertaan keduannya akan memudahkan timses Prabowo-Sandi memperebutkan suara rakyat. “Itu punya nilai lebih jika mereka menjadi juru kampanye,” kata Luthfi.

Terlepas dari sikap politik Isran, sejatinya Prabowo-Sandi memiliki peluang mengungguli Jokowi-Ma’ruf di Kaltim. Salah satu catatan paling krusial, Partai Gerindra, PAN, dan PKS berhasil memenangkan pilgub tahun lalu.

Isran-Hadi unggul dengan 417.711 suara. Keduanya berhasil mengalahkan Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat, dan Rusmadi-Safaruddin yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat.

Sebagaimana dikutip BBC Indonesia, Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor menyebut, gubernur dan wakil gubernur yang mendukung capres dan cawapres memiliki keunggulan karena dekat dengan pengusaha dan menguasai birokrasi.

“Dukungan modal dari pengusaha dan birokrat yang berbudaya ewuh pakewuh (sungkan) terhadap pimpinan bisa dimanfaatkan partai politik secara langsung atau tidak langsung, baik legal atau ilegal,” ucap Firman.

Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno saat bertandang Samarinda.(istimewa)

Segmen Pemilih Potensial

Prabowo-Sandi memiliki peluang yang sama dengan Jokowi-Ma’ruf memenangkan pilpres 2019 di Kaltim. Karena pasangan calon nomor urut 02 dapat diuntungkan dengan pemilih mengambang (swing voters).

Dari beragam informasi yang dirangkum Akurasi.id, terdapat empat segmen pemilih potensial yang akan direbut dan beralih dukungan. Pertama, pedagang yang merasa dirugikan karena daya beli masyarakat yang dinilai turun. Meski penurunan daya beli ini masih debatable, sebagian pedagang di pasar-pasar tradisional sudah terlanjur menilai pemerintahan Jokowi-JK gagal menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Kedua, sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) kecewa dengan kebijakan pemerintah pusat yang tidak meningkatkan insentif, gaji, dan karir. Sudah menjadi rahasia umum, ada banyak ASN di Kaltim yang mendukung Jokowi-JK di pilpres 2014. Tahun ini, kemungkinan sejumlah abdi negara itu akan mengalihkan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

Ketiga, peluang pasangan calon nomor urut 02 terbuka lebar di pemilih golongan putih (golput). Di pilpres 2014, lebih dari 40 persen pemilih tidak menggunakan hak pilihnya. Angka golput yang tinggi di Kaltim dapat dijadikan ceruk suara untuk pasangan calon tersebut.

Ketiga, pemilih pemula dan pemilih potensial yang belum menentukan pilihan di pilpres 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim mencatat 48.860 pemilih baru yang masuk daftar pemilih tetap (DPT). Umumnya pemilih di segmen ini masih berusia 17 tahun dan pendatang baru dari luar daerah.

Merujuk pada data tersebut, pertarungan timses akan berlangsung alot dalam mengambil hati pemilih. Selama 37 hari sebelum pemilihan, belum ada pasangan calon yang dipastikan memenangkan pilpres di Kaltim. Kemenangan akan tetap ditentukan oleh solidnya tim, dukungan finansial, intensitas pendekatan kepada pemilih, serta visi, misi, dan program capres dan cawapres. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Yusuf Arafah

TAGGED:Pemilu 2019Prabowo-Sandi
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

PDIP Tertarik Usung Anies di Pilkada Jakarta 2024, NasDem: Politik Itu Dinamis
HeadlineKabar Politik

PDIP Tertarik Usung Anies di Pilkada Jakarta 2024, NasDem Politik Itu Dinamis

By
Wili Wili
DPRD Bontang Dukung Larangan Mudik Demi Memutus Penyebaran Covid-19 Pasca Lebaran
Kabar Politik

DPRD Bontang Dukung Larangan Mudik Demi Memutus Penyebaran Covid-19 Pasca Lebaran

By
Devi Nila Sari
Besok Setelah Salat Jumat, Mahyunadi-Kinsu Mendaftar Jadi Calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU
Kabar Politik

Besok Setelah Salat Jumat, Mahyunadi-Kinsu Mendaftar Jadi Calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU

By
akurasi 2019
Jokowi Bertemu Eks Perdana Menteri Lee Hsien Loong di Singapura
HeadlineKabar Politik

Jokowi Bertemu Eks Perdana Menteri Lee Hsien Loong di Singapura

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?