By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > Ratusan Penderita dan Suspek TBC Tersebar di Kota Taman
Trending

Ratusan Penderita dan Suspek TBC Tersebar di Kota Taman

akurasi 2019
Last updated: Maret 7, 2019 3:08 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Ratusan Penderita dan Suspek TBC Tersebar di Kota Taman
Warga Bontang diimbau agar tidak meremehkan TBC. Karena penyakit ini mengancam nyawa manusia. (istimewa)
SHARE
Ratusan Penderita dan Suspek TBC Tersebar di Kota Taman
Warga Bontang diimbau agar tidak meremehkan TBC. Karena penyakit ini mengancam nyawa manusia. (istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Warga Bontang diminta mewaspadai Tuberkulosis (TBC). Karena TBC merupakan penyakit mematikan. Setiap orang tidak boleh meremehkan penyebarannya.

Di Indonesia, TBC menjadi salah satu penyumbang terbesar penyebab kematian. Pada 2018, sebanyak 140 ribu orang meninggal dunia disebabkan TBC.

Di Bontang, TBC masih banyak tersebar di masyarakat. Sebagian sudah tertangani. Namun masih ada yang belum terdeteksi.

Berdasarkan data 2018 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang dikutip Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Bontang, sekira 800 penderita dan suspek TBC tersebar di Kota Taman.

Sebanyak 600 orang telah tertangani dengan cara pengobatan sesuai tingkatannya. Namun yang menakutkan, sekira 200 penderita dan suspek TBC belum teridentifikasi.

“(Sekiara) 200 orang tersebut masih bebas berkeliaran di masyarakat,” ujar Ketua PPTI Cabang Bontang, Hapidah Basri Rase, Rabu (6/3/19).

Dia menjelaskan, mayoritas penderita dan suspek TBC merupakan keluarga tingkat prasejahtera. Sebagian besar bermukim di pesisir.

Pada 2020, PPTI Bontang mencanangkan program sosialisasi di kawasan pesisir. Harapannya, penyebaran TBC dapat terdeteksi sejak dini.

Saat ini pihaknya melaksanakan program penyuluhan kepada kader PKK se-Bontang. Setelah itu, kader-kader tersebut diharapkan dapat mendeteksi penderita dan suspek TBC.

“Kader PKK tersebar di masyarakat. Diharapkan (keberadaan mereka) memudahkan pendeteksian TBC,” imbuhnya.

Ratusan Penderita dan Suspek TBC Tersebar di Kota Taman
TBC dengan mudah menular dalam satu keluarga. Apabila ditemukan tanda-tanda seseorang terinfeksi penyakit mematikan ini, warga diminta melaporkannya di Puskemas terdekat. (Istimewa)

TBC Mudah Menular dalam Satu Keluarga

Yang paling mengkhawatirkan adalah penderita penyakit tersebut berkumpul dalam satu keluarga. Karena penyebaran lewat udara dan batuk, TBC dapat mengakibatkan anggota keluarga menjadi suspek TBC.

Karena itu, ada program dari Dinkes yang diberi nama kontak serumah. Apabila terdapat penderita TBC dalam satu keluarga, maka seluruh keluarga itu harus diperiksa. Tujuannya untuk mengetahui status TBC di keluarga tersebut.

“Agar bisa cepat tertangani dan tidak menular kepada keluarga yang lain,” imbuh Hapidah.

PPTI mengimbau, warga yang terindikasi merasakan gejala-gejala TBC diminta melaporkannya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. Agar segera dicegah penyebarannya.

Di Puskesmas sudah tersedia obat-obatan TBC. Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase menyatakan, selama 6 bulan pemerintah menjamin pengobatan gratis para penderita dan suspek TBC.

Dengan catatan, warga harus mampu memenuhi syarat-syarat administrasi yang diminta oleh pemerintah. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Ufqil Mubin

TAGGED:kesehatanTBC
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesia Selidiki Insiden Penangkapan Paksa Diplomat Nigeria
Trending

Indonesia Selidiki Insiden Penangkapan Paksa Diplomat Nigeria

By
Devi Nila Sari
IDAI Catat Kasus Gagal Ginjal Akut Capai 192 Pasien di 20 Provinsi
HeadlineKesehatanRagamTrending

IDAI Catat Kasus Gangguan Ginjal Akut Capai 192 Pasien di 20 Provinsi

By
Devi Nila Sari
Kisah Tragis Nastasia Urbano, Supermodel Bayaran Rp14 Miliar yang Kini Jadi Gelandangan Akibat Ditipu Suami
SelebritisTrending

Kisah Tragis Nastasia Urbano, Supermodel Bayaran Rp14 Miliar yang Kini Jadi Gelandangan Akibat Ditipu Suami

By
Wili Wili
Dari 71 Kasus Positif Hari Ini, Ledakan Terbesar Terjadi di Kukar dengan 33 Pasien Covid-19
Trending

Dari 71 Kasus Positif Hari Ini, Ledakan Terbesar Terjadi di Kukar dengan 33 Pasien Covid-19

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?