By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Pernyataan Kontroversial Dharma Pongrekun di Debat Pilgub DKI 2024: Covid-19 Agenda Asing dan AI Alat Mata-Mata
HeadlineKabar Politik

Pernyataan Kontroversial Dharma Pongrekun di Debat Pilgub DKI 2024: Covid-19 Agenda Asing dan AI Alat Mata-Mata

Wili Wili
Last updated: Oktober 7, 2024 10:40 am
By
Wili Wili
Share
3 Min Read
Pernyataan Kontroversial Dharma Pongrekun di Debat Pilgub DKI 2024: Covid-19 Agenda Asing dan AI Alat Mata-Mata
Pernyataan Kontroversial Dharma Pongrekun di Debat Pilgub DKI 2024: Covid-19 Agenda Asing dan AI Alat Mata-Mata. Foto: Tangkapan Layar Youtube KPU DKI Jakarta
SHARE

Akurasi.id – Pada debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024 yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/10), calon gubernur nomor urut 2, Dharma Pongrekun, mencuri perhatian publik dengan sejumlah pernyataan kontroversial. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pandangannya tentang pandemi Covid-19 dan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai alat pengintai.

Contents
  • Covid-19: Agenda Asing
  • AI sebagai Alat Mata-Mata
  • Respons Publik

Covid-19: Agenda Asing

Dharma Pongrekun, calon independen, menyinggung bahwa pandemi Covid-19 adalah bagian dari agenda asing untuk mengganggu kedaulatan negara. Pernyataan tersebut ia lontarkan saat menjawab pertanyaan dari calon gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil. Ridwan menanyakan bagaimana seandainya pandemi Covid-19 bisa ditangani lebih baik jika waktu dapat diputar kembali.

“Saya paham betul tentang pandemi ini agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan negara,” ungkap Dharma. Dia juga mempertanyakan mengapa pengambilan sampel PCR dilakukan dengan menyentuh langit-langit mulut, bukan melalui sampel air liur.

Menurut Dharma, selama pandemi, pemerintah justru menakut-nakuti rakyat daripada mengutamakan keselamatan mereka. Pernyataan ini mendapat sorotan tajam, terutama ketika Dharma mengaitkannya dengan keyakinan spiritual. “Saya percaya sama Tuhan. Bapak percaya sama Tuhan atau sama Covid-19?” tanyanya kepada Ridwan Kamil, yang membuat suasana debat semakin tegang.

AI sebagai Alat Mata-Mata

Tidak hanya soal pandemi, Dharma juga menyentil tentang kemandirian internet Indonesia dan kaitannya dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Menurut Dharma, internet Indonesia tidak sepenuhnya mandiri karena rentan terhadap kebocoran data. Dia juga menyebut bahwa AI adalah alat pengintai yang bekerja tanpa disadari.

“Makanya dibilang artificial intelligence, artinya apa? Alat intelijen, alat mematai-matai tanpa kita sadari, dosa kita ada semua di gadget,” jelas Dharma. Meskipun demikian, Dharma tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana AI dapat menjadi alat mata-mata ataupun solusi untuk meningkatkan kemandirian internet nasional.

Sebagai mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pernyataan Dharma ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat dan pengamat teknologi. Beberapa pihak menganggapnya sebagai pandangan yang berlebihan, sementara yang lain melihatnya sebagai peringatan terhadap dominasi teknologi asing di Indonesia.

Respons Publik

Setelah debat berakhir, respons publik terhadap pernyataan Dharma beragam. Sebagian melihatnya sebagai isu penting terkait kedaulatan digital Indonesia, namun tak sedikit pula yang menganggap pandangannya tentang Covid-19 dan AI terlalu konspiratif.

Debat ini merupakan ajang pertama bagi Dharma untuk menunjukkan visi dan misinya dalam memimpin Jakarta, namun sejumlah pernyataan kontroversialnya diperkirakan akan mempengaruhi elektabilitasnya dalam Pilgub DKI 2024.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

TAGGED:AI alat mata-mataCovid-19 agenda asingdebat calon gubernurDharma Pongrekunkebocoran datakedaulatan digitalpemilu JakartaPilgub DKI Jakarta 2024Ridwan KamilTeknologi AI
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 23, Bulu Tangkis Harapan Emas Pertama

Akurasi.id, Jakarta - Kabar terbaru dari kontingen Indonesia di Asian Games 2026…

Adu Ganas! Perbedaan iPhone 18 Pro Max vs 17, 16, 15 Pro Max, Mana Paling Worth It?

Akurasi.id, Jakarta - iPhone 18 Pro Max baru rilis di Singapura 18…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Sri Mulyani: Di Ibu Kota Baru Sebentar Lagi Harga Tanah Naik
HeadlineNews

Sri Mulyani: Di Ibu Kota Baru Sebentar Lagi Harga Tanah Naik

By
akurasi 2019
Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor saat bertandang ke Bontang, Kamis (9/3/2023). (Sastro/Prokompim Bontang)
Headline

Gubernur Isran Noor Janji Perjuangkan Honorer Jadi PPPK

By
Rachman Wahid
PKS, PKB, dan PDI-P Berikan Sinyal Kuat Dukung Anies pada Pilkada DKI Jakarta
HeadlineKabar Politik

PKS, PKB, dan PDI-P Berikan Sinyal Kuat Dukung Anies pada Pilkada DKI Jakarta

By
Wili Wili
Siskaeee Cabut Gugatan Praperadilan terhadap Polda Metro Jaya
Headline

Siskaeee Cabut Gugatan Praperadilan terhadap Polda Metro Jaya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?