By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > News > Hukum & Kriminal > Ibunda Pegi Setiawan Sampaikan Pesan untuk Netizen dan Presiden Jokowi dari Tahanan
Hukum & KriminalTrending

Ibunda Pegi Setiawan Sampaikan Pesan untuk Netizen dan Presiden Jokowi dari Tahanan

akurasi 2019
Last updated: Juni 13, 2024 10:01 am
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Ibunda Pegi Setiawan Sampaikan Pesan untuk Netizen dan Presiden Jokowi dari Tahanan
Ibunda Pegi Setiawan Sampaikan Pesan untuk Netizen dan Presiden Jokowi dari Tahanan. Foto: Kompas.
SHARE

Bandung, Akurasi.id – Pegi Setiawan, tersangka utama dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan Vina di Cirebon pada tahun 2016, baru-baru ini mengirimkan pesan melalui ibunya, Kartini. Dalam kunjungannya ke Polda Jabar, Kartini menyampaikan ucapan terima kasih Pegi kepada netizen dan Presiden Joko Widodo atas dukungan dan simpati yang telah diberikan selama ini.

Contents
  • Ucapan Terima Kasih dari Tahanan
  • Permohonan Doa dan Dukungan
  • Latar Belakang Kasus
  • Kontroversi dan Pengembangan Kasus
  • Permohonan Perlindungan LPSK

Ucapan Terima Kasih dari Tahanan

Pada Rabu (12/6/2024), Kartini mengunjungi anaknya di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia membawa makanan favorit Pegi, yaitu oreng kering, tempe sambal, nasi, dan ayam. Melalui ibunya, Pegi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua yang telah memberikan dukungan moral kepadanya.

“Pegi mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan netizen atas semua dukungan dan simpatinya,” kata Kartini setelah menjenguk Pegi di tahanan. Pesan tersebut juga ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, yang disebut Pegi sebagai sosok penting dalam memberikan dukungan moral selama proses hukum berlangsung.

Permohonan Doa dan Dukungan

Kuasa hukum Pegi Setiawan, Muchtar Effendy, juga turut menyampaikan pesan kepada masyarakat. Ia meminta masyarakat untuk terus mendoakan agar Pegi selalu sehat secara jasmani dan rohani serta diberikan ketabahan dalam menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kami mohon kepada seluruh warga masyarakat yang bersimpati, tolong doakan Pegi agar selalu bersabar, tabah, dan sehat jasmani serta rohani,” ujar Muchtar Effendy.

Latar Belakang Kasus

Pegi Setiawan ditangkap di Kota Bandung pada 21 Mei 2024, dan ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan Vina dan Eky di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 2016. Ia didakwa dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan Pasal 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman yang dihadapi Pegi adalah pidana mati, penjara seumur hidup, atau 20 tahun penjara.

Kontroversi dan Pengembangan Kasus

Kasus ini telah memasuki babak baru dengan munculnya saksi-saksi baru yang memberikan keterangan berbeda, sehingga mengubah kronologi peristiwa. Pengembalian barang bukti motor Pegi yang dianggap tidak sah oleh banyak netizen juga menambah kontroversi dalam kasus ini.

Eks Kapolda Jabar 2016-2017, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan, menjelaskan bahwa pengembalian barang bukti tidak ada hubungannya dengan status hukum tersangka. “Pengembalian barang bukti tidak berarti bahwa tersangka dinyatakan tidak bersalah. Keputusan mengenai kebebasan Pegi harus melalui praperadilan,” tegas Anton.

Permohonan Perlindungan LPSK

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menerima permohonan perlindungan dari 10 orang terkait kasus ini, yang terdiri dari anggota keluarga korban dan saksi. Ketua LPSK, Brigjen Pol (Purn) Achmadi, menyatakan bahwa proses asesmen dan penelahaan permohonan tersebut masih berlangsung.

“Hingga tanggal 10 Juni 2024, LPSK telah menerima permohonan perlindungan dari 10 orang terkait kasus ini. Kami masih dalam proses asesmen untuk menentukan apakah permohonan tersebut akan diterima atau tidak,” ungkap Achmadi dalam konferensi pers di Jakarta Timur.

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon terus menjadi perhatian publik. Pesan Pegi Setiawan melalui ibunya Kartini, serta permohonan doa dari kuasa hukumnya, mencerminkan tekanan emosional yang dihadapinya. Klarifikasi dari berbagai pihak, termasuk Eks Kapolda Jabar dan LPSK, menunjukkan upaya untuk menjaga integritas proses hukum dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:Dukungan Masyarakatkasus pembunuhan VinaKronologi TKPPegi SetiawanPerlindungan LPSKPesan untuk Netizenpresiden jokowiProses HukumTahanan Polda Jabar
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

fakta medis
Trending

Fakta Medis Ungkap Kematian Jenazah yang Diduga Yusuf

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Turun Rp24.000, Kini Rp2.997.000 per Gram
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Turun Rp24.000, Kini Rp2.997.000 per Gram

By
Wili Wili
Awas Bahaya Aplikasi Palsu di Android, Data Anda Bisa Dicuri
TechnoTrending

Awas Bahaya Aplikasi Palsu di Android, Data Anda Bisa Dicuri

By
akurasi 2019
Bejat! Karyawan Tambang di Kutim Cabuli Anak Tirinya Bertahun-tahun
Hukum & KriminalNews

Bejat! Karyawan Tambang di Kutim Cabuli Anak Tirinya Bertahun-tahun

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?