By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Peristiwa > Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar, 380 Erupsi Tercatat Sejak Awal Tahun
PeristiwaTrending

Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar, 380 Erupsi Tercatat Sejak Awal Tahun

akurasi 2019
Last updated: Juni 10, 2024 8:48 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar, 380 Erupsi Tercatat Sejak Awal Tahun
Gunung Semeru Keluarkan Lava Pijar, 380 Erupsi Tercatat Sejak Awal Tahun. Foto: Antara.
SHARE

Lumajang, Akurasi.id – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, telah mencatatkan aktivitas vulkanik yang signifikan sejak awal tahun 2024. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa hingga bulan Juni 2024, Gunung Semeru telah mengalami 380 kali erupsi, dengan beberapa di antaranya disertai oleh guguran lava pijar yang spektakuler.

Contents
  • Lava Pijar dan Bahaya Awan Panas
  • Status Siaga dan Rekomendasi PVMBG
  • Pantauan Terus Berlanjut

Pada Minggu, 9 Juni 2024, Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak. Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.33 WIB dan berlanjut hingga malam hari dengan total 14 kali letusan sepanjang hari. Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat daya.

Lava Pijar dan Bahaya Awan Panas

Rekaman CCTV dari pos pengamatan menunjukkan guguran lava pijar yang mengalir dari puncak menuju ke Besuk Kobokan. Fenomena ini meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekitar, terutama mereka yang beraktivitas di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Besuk Kobokan. Potensi bahaya awan panas dan aliran lahar menjadi perhatian utama karena dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan yang jelas.

Sejak awal tahun, Gunung Semeru terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens. Pada bulan-bulan awal tahun ini, PVMBG mencatat 226 letusan, yang terus bertambah hingga mencapai angka 380 pada bulan Juni. Yadi Yuliandi, Petugas Pos Pengamatan Gunungapi, melaporkan bahwa gunung ini sering mengalami gempa letusan dengan amplitudo 15-23 mm dan durasi 88-145 detik.

Status Siaga dan Rekomendasi PVMBG

Dengan status Siaga atau Level III, PVMBG memberikan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat. Pertama, warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Kedua, masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta pada anak sungai dari Besuk Kobokan.

Pantauan Terus Berlanjut

Cuaca di sekitar Gunung Semeru sering kali mendung dengan angin lemah yang mengarah ke barat daya. Kondisi ini menambah tantangan dalam pemantauan aktivitas vulkanik. PVMBG terus memantau perkembangan erupsi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta pihak berwenang untuk memastikan keselamatan dan mitigasi risiko bencana.

Dengan intensitas erupsi yang tinggi, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat serta pihak terkait menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana yang bisa ditimbulkan oleh aktivitas Gunung Semeru. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dan rekomendasi dari pihak berwenang serta menghindari daerah-daerah berbahaya di sekitar gunung.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

TAGGED:BencanaGeologiErupsiSemeruGunungSemeruLavaPijarPVMBG
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Ancaman AI terhadap Nalar Kritis Mahasiswa: Perspektif Pendidikan Islam

Oleh: Zulkifli Tugas kuliah yang dahulu membutuhkan riset berhari-hari kini dapat diselesaikan…

Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dewi Soekarno Curi Perhatian di Cannes 2025 Bersama Syahrini, Ini Profil Lengkapnya
SelebritisTrending

Dewi Soekarno Curi Perhatian di Cannes 2025 Bersama Syahrini, Ini Profil Lengkapnya

By
Wili Wili
Seorang pria yang tinggal sendirian di Chongqing, Tiongkok, menjadi sorotan publik setelah tindakannya yang tidak biasa viral di media sosial
Hukum & KriminalTrending

Viral! Pria di Tiongkok Pasang 10 AC di Rumahnya 24 Jam, Polisi Terkejut Temukan Barang Antik Curian

By
Wili Wili
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Dishub: Koordinasi Provinsi Agar PPKM Efektif
NewsRagamTrending

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Dishub: Koordinasi Provinsi Agar PPKM Efektif

By
Devi Nila Sari
Tak Direstui Rujuk, Pemuda Kapuas Bunuh Mertua dan Anak Tiri
Trending

Tak Direstui Rujuk, Pemuda Kapuas Bunuh Mertua dan Anak Tiri

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?