By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Headline > Reaksi Netizen dan Kritik Terhadap Jokowi Usai Pemberian Penghargaan kepada Prabowo
HeadlineTrending

Reaksi Netizen dan Kritik Terhadap Jokowi Usai Pemberian Penghargaan kepada Prabowo

akurasi 2019
Last updated: Maret 1, 2024 6:03 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Reaksi Netizen dan Kritik Terhadap Jokowi Usai Pemberian Penghargaan kepada Prabowo
Reaksi Netizen dan Kritik Terhadap Jokowi Usai Pemberian Penghargaan kepada Prabowo. Foto: Foto: Tangkapan layar Youtube Kemhan RI.
SHARE

Akurasi, Nasional. Jakarta 1 Maret 2024, Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menimbulkan kontroversi pasca-pemberian gelar Jenderal TNI Kehormatan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Penghargaan yang disematkan pada Rabu, 28 Februari 2024, ini langsung menuai reaksi beragam dari netizen dan beberapa kalangan yang mengkritik keputusan tersebut.

Pengumuman penganugerahan gelar ini memicu diskusi hangat di berbagai platform media sosial, dengan netizen membagikan pendapat mereka mengenai keputusan Presiden Jokowi. Tagar #Jokowi dan #Prabowo menjadi trending topic di Twitter, menandakan tingginya minat publik terhadap isu ini. Sejumlah netizen menyatakan kekaguman mereka atas apa yang mereka anggap sebagai pengakuan atas jasa Prabowo di bidang pertahanan. Namun, tak sedikit pula yang menyuarakan kekecewaan dan kritik, menilai pemberian gelar tersebut tidak tepat.

Kritikan yang muncul terutama berfokus pada kontroversi masa lalu Prabowo, khususnya terkait dengan kasus hak asasi manusia (HAM) berat di era Orde Baru. Sebagian netizen menganggap bahwa pemberian gelar kehormatan kepada Prabowo merupakan langkah mundur dalam upaya penegakan HAM di Indonesia. “Ini adalah tamparan keras bagi keluarga korban pelanggaran HAM yang hingga kini masih menanti keadilan,” tulis seorang pengguna Twitter.

Di samping itu, beberapa analis politik dan pengamat sosial juga turut mengungkapkan pandangan mereka melalui kolom opini dan diskusi-diskusi di media online. Mereka menilai, keputusan Jokowi memberikan gelar Jenderal TNI Kehormatan kepada Prabowo bisa dimaknai sebagai langkah politik yang memiliki implikasi lebih jauh, terutama menjelang pemilihan umum mendatang.

Aksi Kamisan ke-807 yang digelar di depan Istana Merdeka menjadi salah satu bentuk protes nyata dari masyarakat sipil. Dalam aksi tersebut, para peserta menuntut pencabutan Keppres Nomor 13/TNI/Tahun 2024. Maria Catarina Sumarsih, salah satu peserta aksi, mengatakan bahwa keputusan Jokowi adalah pembalikan fakta dan pengkhianatan terhadap reformasi.

Tidak hanya di media sosial dan aksi demonstrasi, diskusi tentang pemberian gelar ini juga merambah ke ruang-ruang diskusi akademis dan forum-forum online, di mana banyak yang mengkritik pemberian gelar kehormatan militer kepada seseorang dengan latar belakang kontroversial di masa lalu. Para kritikus menyoroti pentingnya mempertahankan standar tinggi dalam pemberian penghargaan negara untuk menghindari preseden yang bisa merusak integritas dan nilai-nilai keadilan.

Pemberian gelar Jenderal TNI Kehormatan kepada Prabowo Subianto oleh Presiden Jokowi telah memicu debat luas mengenai standar penghargaan, penegakan HAM, dan politik di Indonesia. Sementara beberapa pihak memandang ini sebagai pengakuan atas jasa-jasa Prabowo, banyak juga yang menganggapnya sebagai langkah yang berpotensi mengaburkan garis antara keadilan dan politik. Ke depannya, respons dan reaksi ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan yang sensitif dan berdampak luas bagi masyarakat.(*)

Editor: Ani

TAGGED:JokowiKritikPrabowo
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Update Terbaru Konflik Israel-Palestina: Reaksi Negara Arab dan Dampaknya pada Pasar Global
HeadlineTrending

Update Terbaru Konflik Israel-Palestina: Reaksi Negara Arab dan Dampaknya pada Pasar Global

By
akurasi 2019
Penjelasan KPU Jabar Terkait Pelantikan Nisya Ahmad ke DPRD Meski Tidak Lolos Pileg 2024
HeadlineKabar Politik

Penjelasan KPU Jabar Terkait Pelantikan Nisya Ahmad ke DPRD Meski Tidak Lolos Pileg 2024 Konten Artikel:

By
Wili Wili
Terkuak Fakta Mengerikan Kasus Mutilasi ODGJ di Garut, Pelaku Sempat Tawarkan Potongan Daging ke Warga
Hukum & KriminalTrending

Terkuak Fakta Mengerikan Kasus Mutilasi ODGJ di Garut, Pelaku Sempat Tawarkan Potongan Daging ke Warga

By
Wili Wili
Presiden Joko Widodo Kembali ke Jakarta Usai Kunjungan Kerja di Karawang
ParlemenTrending

Presiden Joko Widodo Kembali ke Jakarta Usai Kunjungan Kerja di Karawang

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?