By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Melirik Sebaran Suara NU dan Muhammadiyah, Menurut Survei SMRC Tersebar di 3 Tokoh
HeadlineKabar PolitikRagam

Melirik Sebaran Suara NU dan Muhammadiyah, Menurut Survei SMRC Tersebar di 3 Tokoh

Devi Nila Sari
Last updated: Februari 26, 2023 12:40 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Melirik Sebaran Suara NU dan Muhammadiyah, Menurut Survei SMRC Tersebar di 3 Tokoh
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengikuti sejumlah agenda di Jawa Tengah. (Istimewa)
SHARE

Berdasarkan Survei SMR dari 1.029 responden, mayoritas pemilih anggota NU dan Muhammadiyah memilih Ganjar Pranowo. Namun, suarag ketiganya seimbang ketika ditanyakan kepada anggota aktif organisasi masjid dan taklim.

Contents
  • Aliran Suara ke 3 Tokoh Cukup Seimbang
  • Pengamat: Wapres Akan Menentukan Suara Pemilih NU

Akurasi.id, Jakarta – Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan mayoritas pemilih dari anggota Nahdlatul Ulama (NU) memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

Hal ini terlihat dari hasil survei SMRC yang menunjukkan 47 persen responden yang berasal dari anggota NU yang aktif, memilih Ganjar. Lainnya memilih Prabowo Subianto (24 persen) dan Anies Baswedan (18 persen). Meskipun ketiga tokoh tersebut dinilai tidak memiliki latar belakang NU yang kuat.

Survei melibatkan 1.029 responden pada 3-11 Desember 2022 dengan tingkat kesalahan kurang lebih 3,1 persen, di mana 20 persen responden merupakan warga NU.

“Ganjar yang populer. Lalu, Anies yang meskipun Santri, tidak didefinisikan sebagai orang NU. Apalagi Prabowo. Jadi ketiga tokoh ini tidak punya latar belakang NU yang kental,” jelas Pendiri SMRC Saiful Mujani secara daring sebagaimana melansir VOA, Kamis (23/2/2023).

Saiful menambahkan, NU merupakan organisasi yang cukup besar di Indonesia. Sehingga, memiliki nilai elektoral penting dalam pemilihan presiden. Namun, kata dia, tidak banyak tokoh NU yang menjadi calon kuat sejak pemilihan presiden langsung pada 2004.

Sebagai contoh, calon presiden dari NU, Hamzah Haz dan Jusuf Kalla, yang mendapat suara tidak signifikan. Bahkan Hasyim Muzadi yang menjabat Ketua Umum PBNU saat itu, dan mendampingi Megawati dalam Pilpres 2004, kalah.

“Artinya pemilih NU belum tentu memilih tokoh yang berasal dari NU,” kata Saiful.

Aliran Suara ke 3 Tokoh Cukup Seimbang

Ia menilai, massa NU tidak bisa dimobilisasi secara organisasi dari atas ke bawah. Sebab, yang memiliki massa sebenarnya adalah tokoh agama atau kiai.

Karena itu, ia berpendapat pendekatan para calon ke pemilih NU tidak bisa dilakukan secara formal ke NU, melainkan melalui para kiai yang beragam untuk mendapatkan suara.

Ia menambahkan, dari sudut pandang sejarah, NU juga lebih dekat dengan partai nasionalis yakni Partai Nasionalis Indonesia (PNI) daripada dengan partai Islam.

Oleh sebab itu, menurutnya, kecenderungan orang NU memilih Ganjar lebih besar dibandingkan Anies yang dekat dengan kelompok santri.

“Kita melihat orang NU, secara politik, lebih bisa bekerja sama dengan orang nasionalis ketimbang dengan orang modernis,” ujarnya.

Kondisi yang sama, survei SMRC, juga menunjukkan anggota aktif Muhammadiyah cenderung memilih Ganjar (46 persen). Meskipun sedikit berbeda dengan orang NU, dukungan warga Muhammadiyah lebih besar Anies (33 persen) jika dibandingkan dengan Prabowo (14 persen).

Sedangkan warga yang mengaku aktif dalam organisasi masjid lebih banyak yang memilih Anies, 33 persen, disusul Prabowo 32 persen, dan Ganjar 23 persen. Pada anggota aktif majelis taklim, pilihan mereka cukup seimbang di antara tiga nama tersebut: Ganjar mendapatkan dukungan 31 persen, Anies 31 persen, dan Prabowo 26 persen.

Pengamat: Wapres Akan Menentukan Suara Pemilih NU

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai wajar para calon presiden berebut suara dari organisasi yang memiliki anggota banyak seperti NU dan Muhammadiyah. Sebab, suara yang besar tersebut akan berpengaruh besar terhadap calon presiden mendatang.

Namun, ia mengingatkan, suara warga NU nantinya akan dipengaruhi oleh calon wakil presiden yang mendampingi capres. Utamanya, jika berasal dari komunitas NU.

“Misalkan Khofifah sedang dicari karena alasan latar belakang sebagai tokoh NU. Terutama sebagai Ketua Umum Muslimat NU,” tutur Ujang kepada VOA, Kamis (23/2/2023).

Kendati demikian, Ujang menilai tokoh-tokoh NU lainnya juga memiliki peluang yang cukup kuat seperti Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar. Menurutnya, para tokoh dari NU ini memiliki peluang menang jika mendampingi calon presiden. Asalkan, kata dia, tidak ada perpecahan dalam tubuh NU seperti sekarang yang sedang bergesekan dengan PKB.

“Karena itu, akan kita lihat nanti, apakah NU dan PKB menjelang pilpres itu akan bersatu atau tidak, karena itu juga menentukan,” tambahnya. (sm/ka)

Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Calon Presiden 2024Pemilu 2024Suara MuhammadiyahSuara NUSurvei SMRC
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Jonatan Christie Kalah dari Shi Yu Qi di BWF World Tour Finals 2024, Ini Kata Jojo Usai Pertandingan
OlahragaTrending

Jonatan Christie Kalah dari Shi Yu Qi di BWF World Tour Finals 2024, Ini Kata Jojo Usai Pertandingan

By
Wili Wili
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja
PariwaraRagam

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja

By
Devi Nila Sari
Kunjungi Kejari Samarinda, Andi Harun Inginkan Inventaris Aset Daerah dan Penagihan Pajak yang Tertunda
Birokrasi

Kunjungi Kejari Samarinda, Andi Harun Inginkan Inventaris Aset Daerah dan Penagihan Pajak yang Tertunda

By
Devi Nila Sari
Lima Catatan Ketua Demokrat Kaltim ke Pemerintah Usai Kunker ke IKN
HeadlineParlemen

Lima Catatan Ketua Demokrat Kaltim ke Pemerintah Usai Kunker ke IKN

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?